Rabu, 02 Maret 2016

PERJALANAN SUCI MENCARI PERUBAHAN HATI (PART 2)

Minggu, 31 Januari 2016 (MALAM)
ON BOARD TO ABUDHABI & TRANSIT

"Sebaik-baiknya Bekal menuju BAITULLAH Adalah TAKWA"

Pengalaman terbang menuju ke Tanah Suci adalah pengalaman pertama saya terbang dengan kurun waktu yang cukup panjang!
9 Jam !
Tetapi perjalanan kali ini terbagi 7 jam Jakarta - Abu Dhabi dan kurang lebih 2 Jam Abu Dhabi - Madinah.

TURBULANCE ohh TURBULANCE!
Kalau boleh jujur biarpun sudah beberapa kali naik pesawat (Gak bisa saya bilang sering karena tidak sebulan sekali juga saya naik pesawat) dengan jarak waktu yang biasanya hanya berkisar 2 sampai tiga jam saja, sebetulnya saya masih suka PARNO!
Di tambah lagi, belakangan ini semakin banyak berita tentang maskapai lokal dengan segala bentuk drama ketidakberesannya yang sedikit banyak cukup menkhawatirkan.
Nah ini 7 JAM!!!
Perjalanan malam di akhir bulan Januari dengan kondisi cuaca yang masih masuk musim penghujan untuk Indonesia dan masih musim dingin di belahan negara 4 Musim termasuk daerah Arab.
Di cerita pertama saya sempat sedikit menceritakan ketakjuban atau lebih pasnya sih ke NORAK an saya naik Maskapai milik Uni Emirates ini.
Berbicara soal kenyamanan yaa nyaman bangeeeettt...
Fasilitas Media juga cukup mengobati kejenuhan dalam perjalanan panjang ini.
Tapi balik lagi ini perjalanan yang LUAR BIASA untuk saya, niat dari awal betul-betul ingin menikmati Ibadah lah pokoknya.
Jadi, begitu naik pesawat untuk mengobati rasa PARNOnya saya menjelang pesawat Take Off, mulai lah saya membuka Al-Qur'an dan mengaji, kebetulan pas baru Take off saya duduk terpisah dengan suami, jadi gak bisa pegangan atau gigit tangannya untuk nahan takut.
Yessssss...Pesawat Tinggal landas dengan sangat halussssssss..bedaaa deh rasanya sama si Singa Merah..ahahahahaa.
Dan begitu pesawat sudah mulai stabil mengudara, mulailah rombongan kembali sibuk bertukar tempat duduk dan Alhamdulillah saya bisa duduk bersama suami lagi.
"Takut gak ma tadi?'
"Alhamdulillah cuma mual doang pa"
Lanjut baca Al-Qur'an (Sok Alim yah..ahahahaha)
Tidak lama Mengudara, COBAAN PUN DI MULAI!
JREEEENGG..JREEENNNGGGG...

Memang sih niat awal saya sebetulnya pengen khatamin Al-Qur'an selama perjalanan, yaahh tapi yaaa namannya masih manusia biasa..
Maksudnya Biasa Naik Kendaraan langsung PELOR alias Nempel Molor, ini mata baru beberapa menit terbang dan beberapa halaman baca Qur'an sudah kriyep-kriyep alias NGANTUK!
Akhirnya saya memutuskan untuk merem dulu.
eeehhhhhh baru juga mau merem ada suara
"Excuse me. do you want something to drink?"
"One mineral water and Mango Juice please, thank you"
Habis jawab ini rencananya saya mau lanjut merem lagi..
Tapi kemudian suara dari RADIO COCKPIT berbunyi
entahlah dia ngomong apa yang jelas mata saya langsung lihat ke arah SIGN SEATBELT yang tiba-tiba di NYALAKAN!
Badan pun terasa bergoyang-goyang...
Damn!
I feel the Turbulance!!
Istigfar banyak-banyak..I AM PARNO SERIOUSLY!!!!
Dan  kejadian ini berulang-ulang entah beberapa kali selama penerbangan kami menuju Abu Dhabi, dan sukses membuat suami Saya MUNTAH-MUNTAH pemirsaaaaa!!!
Daaannnnnnnnnnnnnnnn
Yang paling sukses bikin mood saya drop di perjalanan saat itu adalah, ketika saya minta air hangat untuk suami saya yang sudah muntah sampai 3x, pramugari bilang gini:
"Mr, anda sanggup meneruskan perjalanan ke madinah atau perlu ke klinik bandara Abu Dhabi?"
Pak Ustad yang membimbing kami kebetulan duduk sebelah kami langsung jawab
"Kuaaattt Mas Ikhsan! Pasti Kuat!"
Dan pramugari pun berlalu..

Usut punya usut begitu pramugari itu pergi Pak Ustad cerita:
"Mas, di kuat-kuatin yah kalau pusing tahan aja sampai madinah. Soalnya saya pernah bawa jamaah begitu ke klinik gak boleh lanjut terbang lagi, karena regulasi maskapai ini memang ketat banget!"
Sebetulnya penyampaian Pak Ustad ini agak kocak tapi karena saya sudah parno liat suami muntah sampai lemes jadinya mendengar ini jadi tambah berantaaakaaann ini mood!
"Ya Allah banyaaaak banget yaa dosa saya sampai di kasih situasi perjalanan seperti ini?"
Tuhhh..Manusia banget kan saya masih juga ngedumel :'(
Dari takut sampai pasrah saya rasakan malam itu, sempat terbayang begini
"Ya Allah kalau saya ada apa-apa di perjalanan ini bagaimana anak-anak saya kan masih kecil"
Dasar Ratu Drama! Sempet mewek takut ngerasain turbulance tapi satu sisi suami juga butuh dikuatkan karen drop pasca muntah-muntah.
Cuma istigfar dan entah berapa banyak doa mohon ampunan dan di terima untuk hadir di Tanah Sucinya Allah..



Alhamdulillah kami sampai akhirnya di Bandara Abu Dhabi, dan entah berapa kali turbulance yang kami rasakan dan sukses saya gak bisa tidur selama perjalanan itu!

MENEMBUS DINGIN ABU DHABI

Rombongan kami transit cukup lama sekitar 2-3 jam waktu itu di Abu Dhabi, jadi kami sempat merasakan menginjakkan kaki di Tanah Abu Dhabi.
Saat itu waktu di Abu Dhabi kalau tidak salah sekitar pukul 11.30 malam.
BRRRRRR.....Angin dingin di suhu 17 derajat langsung menusuk sampai ke tulan begitu kami keluar dari pesawat menuju ke Shuttle Bus.
Untung di tas kabin suami saya sempat bawa sarung tangan dan syal tebal.
Malam itu sepertinya rombongan juga cukup lelah dengan turbulance selama perjalanan, kami hanya habiskan dengan duduk-duduk di ruang tunggu menanti penerbangan berikutnya.
Dan Alhamdulillah saya bisa tertidur di sini pemirsa sakiiingg lelahnyaaaa :')

FLIGHT TO MADINAH

Tepat pukul 02.00 kami kembali naik pesawat untuk melanjutkan penerbangan menuju Madinah.
Trauma dengan penerbangan sebelumnya, walaupun ini cuma akan terbang kurang lebih 2 jam tetapi saya sudah bertekad untuk TIDUR SELAMA TERBANG!
Dan Alhamdulillah Doa saya di Jabah.
Sukses saya bisa pules selama penerbangan dari Abu Dhabi dan baru bangun begitu di colek suami kalau 15 menit lagi pesawat sudah akan Landing di King Abdul Aziz!


to be continued........



Selasa, 01 Maret 2016

PERJALANAN SUCI MENCARI PERUBAHAN HATI (PART 1)

MINGGU, 31 JANUARI 2016
JAKARTA BANDARA SOEKARNO-HATTA

Hari itu tidak seperti hari biasa lainnya
Dari bangun pagi seperti ada yang bergejolak hebat di hati, perut dan seluruh tubuh saya (lebay dikit gapapa yah?hehehe) 
Perasaan Senang, penasaran, sekaligus sedih dan haru mewarnai hari saya semenjak membuka mata di pagi hari.
Senang yaaa tentu sajaa senang, karena ini hari yang sudah saya nantikan dan bayangkan hampir 2 tahun lamanya.
Penasaran Tentu saja Penasaran karena ini PERJALANAN PERDANA kami (saya dan suami).
Sedih dan Haru ini juga tidak tertinggal karena bagaimanapun saya begitu mengharapkan perjalanan ini, namun di sisi lain saya harus meninggalkan kak Salsa dan Ade Zhafran untuk PERTAMA KALINYA dalam waktu yang cukup lama (bagi kami) 10 HARI!

11.00 AM.
PERJALANAN DIMULAI
Saya dan suami bersiap-siap untuk berangkat menuju bandara Soekarno Hatta di antar oleh Papa dan Mama saya dan juga tidak ketinggalan Salsa dan Zhafran.
Berasa banget kayak mau di lepaaasss kemanaaa gituuu yah, Suami udah gak boleh nyetir, jadilah kami duduk di belakang puas-puasin peluk-pelukan sama anak-anak menjelang keberangkatan.
Si Ade Zhafran pun masih sempat tidur dalam gendongan saya.
Ahhh drama banget den pokoknya!
Bawaannya Mewek melulu pas si Ade Tidur selama perjalanan.
Ini saya photo-photoin buat obat kangen selama di Sana. ahahaha



14.00
Kami Tiba di Lounge Umroh Bandara Soekarno Hatta.
Ini pertama kalinya juga saya menginjak Lounge Umroh, karena Lounge ini kabarnya baru diresmikan pada pertengahan tahun 2015.
Lokasinya sendiri berada di Area Perkantoran Angkasa Pura Bandara Soekarno-Hatta.


Sesuai jadwal dari Travel, Jamaah di haruskan kumpul di sini pada pukul 14.30.
Artinya masih ada waktu kurang lebih setengah Jam sebetulnya untuk bercengkerama bersama keluarha yang mengantar.
Tapiiii..
Dasar saya dari pagi sudah FULL OF DRAMA, super mellow swallow galauuu...akhirnya Saya minta Eyang kung dan Eyang Ti bawa anak-anak segera pulang daripada saya mewek malah dikira kayak orang mau pergi perang lagi! haha.

Selama di Lounge Umroh ini ngapain saja??
Tidak terlalu banyak sih, karena setelah shalat Ashar berjamaah, kurang lebih pukul 15.30 kami berangkat menuju Terminal 2 untuk proses Check In, Imigrasi, yah prosedur menjelang keberangkatan lainnya deh.

LANJUT...
PROSES PENYELAMATAN ICE GEL DI BANDARA SOEKARNO HATTA!

Sampai di Terminal 2
Untuk pertama kalinya saya deg-deg an ketika mendekati Mesin X-RAY PERTAMA di pintu masuk!
YES! I BROUGHT ICE GELL FOR BREASTMILK!
Dag..dig..dug..
Lolos gaaakkk yaaahhh??
Dannnnn..
Lolooossssss ternyataaa..
ALHAMDULILLAH!

Tapiii tungguuu...ke deg-degan saya belum berhenti sampai di situ.

Pas di depan counter Check In setelah masukin bagasi dan periksa Pasport, pas saya mau pergi si mbak-mbak Counternya bilang gini "Gak bawa cairan kan yah dalam tas kabin?"
Damn!
Dengan Lugu, Polos (atau bodoh) saya jawab: "Cairan sih gak bawa, tapi saya bawa Ice gel untuk ASI"
Mbak Counternya nanya lagi: "Babynya mana?"
Saya: "Ya gak bawa mbak, makanya saya bawa ice buat simpan asi perah"
Mbak C: " Sebentar ya bu, coba saya tanyakan dulu boleh dibawa atau enggak."
JREEEEENNGGGG!!!!!
Suami langsung narik "Kamuu udah lolos di X-Ray kenapa pakai bilang sih bawa ice gel, bukan diem aja!"
Dengan Polos (a.k.a agak oon) saya jawab: "Kan mama mau Umroh Pa, ditanya yaa mama jawab jujur, nanti kalau mama bohong terus kenapa-kenapa gimana?"
Seriusan ini antara saya emang mau jujur atau ada yang sedikit kendor di kepala saya hari itu, sampai sekarang pun saya masih bingung!
SKIP!
Gak lamaa kemudian datanglah petugas Counter yang lebih senior..
Udah Deg-degan kirain bakalan gagal itu ICE GEL terbang bersama saya,
Eeeehhhhh tauuunyaa dia cuma tanya gini:
"Bu, emang bisa yah Asi Perah di dinginin pake itu??"
GUUUUUUBRAAKKKKKKKKKKKKKKK!!!!
SKIP AJA YAHH BAGIAN INI SISANYA GAK PENTING DAN PADA AKHIRNYA ITU ICE GEL ANTENG DALAM COOLER BAG TENTENGAN SAYA PEMIRSA!



17.00
BOARDING - FLIGHT BY EMIRATES
Kurang lebih pukul 17.00 kami Boarding.
Okeeee..
Di sini saya akan cerita JUJUR..
Saya NORAK Pemirsa!!!
Subhanallah ini Pesawatnyaaa baguuuusss bangeetttt..
yaahh maklum lah yah biasanya naik Pesawat singa yang hobbynya ngaret, duduk selonjoran aja susah :'( 
Pas naik ini mana lewatin barisan Bussiness Class
aduuhhh jadi ngayal..kapaan bisa duduk di sana?hehehe
Tapi biarpun naik di kelas Ekonomi juga, bedaa jauh lah yah rasanya sama naik si Singa Merah yang hobby Delay itu..
Kira-kira seperti ini lah penampakan Emirates
(Photo di ambil dari Google)

DAN SATU YANG PENTING!
NO DELAY!
Pukul 17.30 kami sudah mulai Flight menuju Abu Dhabi..

To be Continued...........






Minggu, 21 Februari 2016

Pejuang Raudha

Wanita-wanita pejuang Raudha..

Kenapa kami menyebut pejuang,
Karena memang photo-photo ini di ambil setelah kami keluar dari Raudha / taman surga yang berada di antara mimbar dan makam Rasulullah di dalam masjid Nabawi.
Berbeda dengan Jamaah Laki-laki, bagi Jamaah Wanita hanya bisa masuk ke Raudha ini di waktu-waktu tertentu saja.
Katanya di sini merupakan salah satu tempat yang Mustajab untuk berdoa, jadilah butuh perjuangan untuk bisa masuk dan mendapatkan kesempatan Shalat dua Rakaat di sini.
Kalau cerita detail keadaannya seperti apa, panjang.
Intinya kisah malam itu merupakan salah satu momen yang membuat Jamaah wanita di rombongan kami menjadi lebih akrab dan merasakan pengalaman Spiritual yang tidak cukup di ungkapkan dalam kata-kata 😂

#masihedisirindu
#throwback #umroh #nabawi #raudha #tamansurga #mihrabqolby