Minggu, 31 Januari 2016 (MALAM)
ON BOARD TO ABUDHABI & TRANSIT
"Sebaik-baiknya Bekal menuju BAITULLAH Adalah TAKWA"
Pengalaman terbang menuju ke Tanah Suci adalah pengalaman pertama saya terbang dengan kurun waktu yang cukup panjang!
9 Jam !
Tetapi perjalanan kali ini terbagi 7 jam Jakarta - Abu Dhabi dan kurang lebih 2 Jam Abu Dhabi - Madinah.
TURBULANCE ohh TURBULANCE!
Kalau boleh jujur biarpun sudah beberapa kali naik pesawat (Gak bisa saya bilang sering karena tidak sebulan sekali juga saya naik pesawat) dengan jarak waktu yang biasanya hanya berkisar 2 sampai tiga jam saja, sebetulnya saya masih suka PARNO!
Di tambah lagi, belakangan ini semakin banyak berita tentang maskapai lokal dengan segala bentuk drama ketidakberesannya yang sedikit banyak cukup menkhawatirkan.
Nah ini 7 JAM!!!
Perjalanan malam di akhir bulan Januari dengan kondisi cuaca yang masih masuk musim penghujan untuk Indonesia dan masih musim dingin di belahan negara 4 Musim termasuk daerah Arab.
Di cerita pertama saya sempat sedikit menceritakan ketakjuban atau lebih pasnya sih ke NORAK an saya naik Maskapai milik Uni Emirates ini.
Berbicara soal kenyamanan yaa nyaman bangeeeettt...
Fasilitas Media juga cukup mengobati kejenuhan dalam perjalanan panjang ini.
Tapi balik lagi ini perjalanan yang LUAR BIASA untuk saya, niat dari awal betul-betul ingin menikmati Ibadah lah pokoknya.
Jadi, begitu naik pesawat untuk mengobati rasa PARNOnya saya menjelang pesawat Take Off, mulai lah saya membuka Al-Qur'an dan mengaji, kebetulan pas baru Take off saya duduk terpisah dengan suami, jadi gak bisa pegangan atau gigit tangannya untuk nahan takut.
Yessssss...Pesawat Tinggal landas dengan sangat halussssssss..bedaaa deh rasanya sama si Singa Merah..ahahahahaa.
Dan begitu pesawat sudah mulai stabil mengudara, mulailah rombongan kembali sibuk bertukar tempat duduk dan Alhamdulillah saya bisa duduk bersama suami lagi.
"Takut gak ma tadi?'
"Alhamdulillah cuma mual doang pa"
Lanjut baca Al-Qur'an (Sok Alim yah..ahahahaha)
Tidak lama Mengudara, COBAAN PUN DI MULAI!
JREEEENGG..JREEENNNGGGG...
Memang sih niat awal saya sebetulnya pengen khatamin Al-Qur'an selama perjalanan, yaahh tapi yaaa namannya masih manusia biasa..
Maksudnya Biasa Naik Kendaraan langsung PELOR alias Nempel Molor, ini mata baru beberapa menit terbang dan beberapa halaman baca Qur'an sudah kriyep-kriyep alias NGANTUK!
Akhirnya saya memutuskan untuk merem dulu.
eeehhhhhh baru juga mau merem ada suara
"Excuse me. do you want something to drink?"
"One mineral water and Mango Juice please, thank you"
Habis jawab ini rencananya saya mau lanjut merem lagi..
Tapi kemudian suara dari RADIO COCKPIT berbunyi
entahlah dia ngomong apa yang jelas mata saya langsung lihat ke arah SIGN SEATBELT yang tiba-tiba di NYALAKAN!
Badan pun terasa bergoyang-goyang...
Damn!
I feel the Turbulance!!
Istigfar banyak-banyak..I AM PARNO SERIOUSLY!!!!
Dan kejadian ini berulang-ulang entah beberapa kali selama penerbangan kami menuju Abu Dhabi, dan sukses membuat suami Saya MUNTAH-MUNTAH pemirsaaaaa!!!
Daaannnnnnnnnnnnnnnn
Yang paling sukses bikin mood saya drop di perjalanan saat itu adalah, ketika saya minta air hangat untuk suami saya yang sudah muntah sampai 3x, pramugari bilang gini:
"Mr, anda sanggup meneruskan perjalanan ke madinah atau perlu ke klinik bandara Abu Dhabi?"
Pak Ustad yang membimbing kami kebetulan duduk sebelah kami langsung jawab
"Kuaaattt Mas Ikhsan! Pasti Kuat!"
Dan pramugari pun berlalu..
Usut punya usut begitu pramugari itu pergi Pak Ustad cerita:
"Mas, di kuat-kuatin yah kalau pusing tahan aja sampai madinah. Soalnya saya pernah bawa jamaah begitu ke klinik gak boleh lanjut terbang lagi, karena regulasi maskapai ini memang ketat banget!"
Sebetulnya penyampaian Pak Ustad ini agak kocak tapi karena saya sudah parno liat suami muntah sampai lemes jadinya mendengar ini jadi tambah berantaaakaaann ini mood!
"Ya Allah banyaaaak banget yaa dosa saya sampai di kasih situasi perjalanan seperti ini?"
Tuhhh..Manusia banget kan saya masih juga ngedumel :'(
Dari takut sampai pasrah saya rasakan malam itu, sempat terbayang begini
"Ya Allah kalau saya ada apa-apa di perjalanan ini bagaimana anak-anak saya kan masih kecil"
Dasar Ratu Drama! Sempet mewek takut ngerasain turbulance tapi satu sisi suami juga butuh dikuatkan karen drop pasca muntah-muntah.
Cuma istigfar dan entah berapa banyak doa mohon ampunan dan di terima untuk hadir di Tanah Sucinya Allah..
Alhamdulillah kami sampai akhirnya di Bandara Abu Dhabi, dan entah berapa kali turbulance yang kami rasakan dan sukses saya gak bisa tidur selama perjalanan itu!
MENEMBUS DINGIN ABU DHABI
Rombongan kami transit cukup lama sekitar 2-3 jam waktu itu di Abu Dhabi, jadi kami sempat merasakan menginjakkan kaki di Tanah Abu Dhabi.
Saat itu waktu di Abu Dhabi kalau tidak salah sekitar pukul 11.30 malam.
BRRRRRR.....Angin dingin di suhu 17 derajat langsung menusuk sampai ke tulan begitu kami keluar dari pesawat menuju ke Shuttle Bus.
Untung di tas kabin suami saya sempat bawa sarung tangan dan syal tebal.
Malam itu sepertinya rombongan juga cukup lelah dengan turbulance selama perjalanan, kami hanya habiskan dengan duduk-duduk di ruang tunggu menanti penerbangan berikutnya.
Dan Alhamdulillah saya bisa tertidur di sini pemirsa sakiiingg lelahnyaaaa :')
FLIGHT TO MADINAH
Tepat pukul 02.00 kami kembali naik pesawat untuk melanjutkan penerbangan menuju Madinah.
Trauma dengan penerbangan sebelumnya, walaupun ini cuma akan terbang kurang lebih 2 jam tetapi saya sudah bertekad untuk TIDUR SELAMA TERBANG!
Dan Alhamdulillah Doa saya di Jabah.
Sukses saya bisa pules selama penerbangan dari Abu Dhabi dan baru bangun begitu di colek suami kalau 15 menit lagi pesawat sudah akan Landing di King Abdul Aziz!
to be continued........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar