Tampilkan postingan dengan label tour. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tour. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2016

BELAJAR BISNIS DARI PERJALANAN UMROH

Perjalanan Umroh saya dan suami di akhir Januari kemarin, bukan hanya meninggalkan cerita-cerita rohani sebagai Pencerahan untuk hati dan Jiwa kami saja. Tetapi sebagai Pelaku Usaha, kami juga mendapatkan pelajaran tentang betapa pentingnya SERVICE EXCELLENT dan bagaimana membangun sebuah usaha yang bukan hanya berorientasi kepada UNTUNG dan RUGI dari sisi materi, tetapi membangun sebuah usaha sebagai ladang untuk mencari berkah DUNIA dan AKHERAT.

Agen Travel itu bernama MIHRAB QOLBY

Travel ini sudah bukan travel yang asing untuk saya dan suami, dikarenakan ini merupakan kali ketiga keluarga kami menggunakan jasa travel ini untuk melakukan perjalanan Umroh. Di awali pada tahun 2012 saat itu Mama, papa dan Eyang putri kami yang pertama kali berangkat menggunakan travel ini, lalu di tahun 2014 mama dan papa kembali berangkat Umroh juga menggunakan Travel ini, dan selanjutnya saya dan suami yang kemudian berkesempatan berangkat bersama Mihrab Qolby di akhir Januari 2016 lalu.
Bukan tanpa alasan keluarga kami tidak berkeinginan untuk pindah menggunakan agen travel lainnya. Dua kali sebelumnya saya hanya sebatas mendengar cerita dati ayah dan ibu saya betapa mereka begitu mendapatkan suasana Religius dan pendampingan Ibadah yang teramat dalam selama perjalanan mereka. Ini juga yang saya rasakan ketika saya berkesempatan untuk berangkat sendiri dan merasakan pengalaman demi pengalaman sendiri.

MIHRAB QOLBY --> SUJUDKAN HATI
Diperkuat dengan Tag Linenya yang bertajuk:

"Perjalanan Suci Menuju Perubahan Hati"

Bukan tanpa alasan dan tanpa visi dan misi yang jelas pihak Mihrab memilih kalimat ini sebagai Taglinenya. Mihrab menganggap perjalanan Umroh dan Haji adalah merupakan media PERUBAHAN dan PERBAIKAN Qolbu / hati seorang hamba.
Seperti selalu diucapkan oleh Bunda Ningrum Maurice selaku petinggi Mihrab pada kesempatan manasik "Kami ini akan mengantarkan tamu-tamu Allah, ini Hajatannya Allah, Panitianya Rasulullah, jadi kami wajib untuk memberikan Pelayanan yang terbaik bukan hanya sekedar mengejar keuntungan semata."
Ucapan tersebut bukanlah isapan jempol belaka atau kata-kata indah semata yang terucap sebagai penguat marketing tools sebuah badan usaha. Karena harus diakui dan saya rasakan sendiri betapa pelayanan yang mereka suguhkan tidak sebanding dengan biaya yang kami keluarkan sebagai ongkos perjalanan umroh kami.

Di mulai dari MANASIK UMROH yang di selenggarakan 1 hari full dimulai pukul 08.00 - 17.00 di BALAI KARTINI, seperti kita tahu berapa sewa hall di salah satu gedung pertemuan yang bisa disebut bintang lima di Jakarta ini tidak membutuhkan dana yang kecil pastinya?
Walaupun sebelumnya sudah mendengar bahwa manasik dengan Mihrab dilaksanakan hampir seharian, tetap saja ketika saya belum menjalaninya sempat muncul pertanyaan "Ngapain aja sih seharian?dengerin ceramah apa gak bosen yah selama itu?"
Tapi saat tiba harinya saya yang duduk di sana, waktu 9 JAM terasa begitu cepat berlalu bahkan rasanya kurang. Hal ini tentu saja pertama di tunjang oleh suasana tempat yang begitu nyaman, di dalam ruangan yang elegan, dengan suguhan table yang di set seperti layaknya seminar-seminar bussiness kelas atas, dan juga suguhan food and beverage yang memanjakan lidah dan perut.
Itu suguhan Dunianya yaah...
Suguhan Rohaninya?
Ini JAWARANYA..
Esensi Umroh di kupas tuntas, detail dan mendalam selama acara manasik ini.
Di bawakan oleh Assatid-assatid yang begitu pawai mengajak kita untuk bermuhasabah diri, membuat kita merenung dan bertanya kepada diri kita,
"Apa Niat kita Pergi berUmrah?"
Apakah sekedar jalan-jalan?  atau sudahkah kita memiliki niat yang lurus pergi ke Baitullah hanya untuk ALLAH semata?
Pengenalan tentang Kota Suci Mekkah dan Madinah pun di bahas, rukun-rukun ibadah, hingga ada sesi khusus berupa Fiqh Wanita yang diberikan langsung oleh Bunda Ningrum Maurice.
Belum sampai kaki saya menginjak tanah suci, namun hati sudah tergetar dengan semua materi yang di sampaikan pada saat manasik. Semakin tidak sabar rasanya untuk segera menanti hari keberangkatan menuju BAITULLAH tentu saja dengan niat LILAHITA'ALA semata-mata untuk ALLAH SWT saja.
Dan dikatakan bahwa pelayanan manasik ini bukanlah untuk RIYA atau bermewah-mewahan, tetapi pihak Mihrab mengharapkan betul Jama'ah yang berangkat betul-betul Tawadu' dan bisa menyerap semua ilmu yang diberikan pada saat manasik. 
Ini bisa dikatakan salah satu nilai plus Mihrab di bandingkan travel lainnya, karena saya sendiri sudah bertanya dengan keluarga maupun kerabat yang pergi umroh dengan berbagai travel lainnya, biasanya Manasik hanya di lakukan 2-3 Jam baik pada hari tertentu bahkan ada yang manasik baru dilakukan pada saat di ruang tunggu bandara menjelang penerbangan.

Suasana Manasik Umroh Mihrab Qolbi di Balai Kartini

Selain tentang Manasiknya, hal lainnya yang bisa saya katakan sebagai kelebihan MIHRAB QOLBY adalah bentuk PERSONAL BRANDING yang bebas di explore oleh masing-masing pembimbing Ibadah atau Assatid atau biasa disebut Ustadnya. 
Mengapa saya katakan seperti ini?
Jika, anda suatu hari nanti berkesempatan untuk beberapa kali pergi Umroh bersama Mihrab, pastikan ada merasakan bimbingan dari ustad yang berbeda-beda. Karena pasti akan anda temukan perilaku dan suasana ibadah serta ilmu yang beragam dan kaya manfaat tentu saja. Hal ini telah dibuktikan sendiri oleh orang tua saya yang seperti saya sebutkan telah dua kali pergi dengan Mihrab bersama dua Assatid yang berbeda.
Ada Ustad yang sangat berjiwa muda, menyampaikan dakwah dengan ringan namun menancap dan mudah di pahami oleh orang-orang yang bisa dikatakan masih awam ilmu agama seperti saya.
ada Ustad yang basicnya lebih ke pendekatan psikologi, tidak jarang mendengar jika ada yang sakit selama perjalanan berhasil beliau suggest untuk melakukan terapi batin dengan memohon kesembuhan hanya kepada Allah SWT.
Mihrab memang memberikan kesempatan untuk para Assatidnya tidak terpaku pada SOP yang pakem sehingga dengan memunculkan kelebihan dan keunikan yang dimiliki oleh masing-masingnya, lebih membuat suasana dakwah menjadi lebih menyenangkan dan tentu saja sesuatu yang di sampaikan dengan apa adanya pasti lebih mengena di hati para Jamaah dan juga suasana kekeluargaan begitu terasa selama perjalanan.

Dan yang terakhir adalah SERVICE AFTER SALES yang di berikan oleh Mihrab Qolby perlu di perhitungkan sebagai sisi lain kelebihan mereka. Di era Online seperti saat ini tentu saja di manfaatkan oleh pihak mihrab untuk selalu mengumpulkan para Jamaah dalam group-group Chat maupun social media lainya. Salah satu contoh adalah Group WA, setiap rombongan pasti di bentuk 1 group WA yang di komandani oleh Assatid yang membimbing perjalanan ibadah. Biasanya group ini dibentuk saat manasik, dan mulai 1 hari setelah manasik, hingga selama di tanah suci, hingga kembali ke tanah air, tidak henti-hentinya para Assatid ini memberikan Tausyiah online yang tentu saja bermanfaat untuk penyegaran iman. 
(Pssssstttt...sedikit bocoran karena rombongan saya kemarin banyak yang seumuran, bahkan kami sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan Ustad pembimbing kami sambil makan siang bareng, tapi sambil mendengarkan tausyiah dan konsul tentang Agama lho)

Tidak hanya itu saja, Majelis-majelis Ta'lim untuk Alumni pun rutin di gelar oleh pihak Mihrab Qolby dengan jadwal sebagai berikut:
- Hari Rabu Malam, Majelis Ta'lim di Kantor Mihrab Tebet
- Hari Sabtu Siang, Majelis Khusus Muslimah di Kantor Mihrab Tebet
- Hari Minggu (Setiap minggu pertama perbulan) , Majelis Ta'lim di Masji Al-Latief Pasarraya Grande 
Semua ini semata-mata di berikan oleh Mihrab Qolby dengan alasan untuk menjaga Ke MABRURAN Jama'ah sepulang beribadah di tanah suci.

Semoga niat tulus MIHRAB QOLBI untuk menjadi travel penyelenggara Haji dan Umroh bukan hanya sebagai Travel yang hanya memberikan jasa perjalanan Haji dan Umroh tetapi betul-betul menjadikan HAJI DAN UMROH MEDIA PERUBAHAN DAN PERBAIKAN QOLBU SEORANG HAMBA.

Quba Mosque File Pribadi

MIHRAB QOLBY
PIC: 0813-88-912289


Senin, 28 Maret 2016

PERJALANAN SUCI MENCARI PERUBAHAN HATI (PART 4)

MADINAH AL MUKARRAMAH HARI KE 2

SELASA, 2 FEBRUARI 2016

CITY TOUR MADINAH 

Yeiiiiyyyyy..
Hari ini adalah jadwal rombongan kami untuk City Tour Madinah, pukul 07.30 rombongan kami sudah berada di bis dan siap-siap untuk jalan-jalan menjelajahi beberapa tempat sejarah Islam di Kota Madinah.
Perjalanan yang sungguh luar biasa nikmatnya, selain dengan suguhan Religi yang begitu banyak menggetarkan hati, fasilitas akomodasi yang kami nikmati juga tidak kalah nyaman dan membuat kami sangat-sangat menikmati perjalanan kami. Sekilas ini sekali lagi Sunnah ke 6 yang wajib kami jalankan selama perjalanan yaitu photo-photo, ini photo kami di dalam bis yang akan membawa kami berkeliling kota Madinah.

Saya dan Suami :)

Rombongan di dalam bis


MASJID QUBA

Tujuan pertama tour kami adalah mengunjungi Masjid Quba.

Masjid Quba

Melihat sejarah dari Masjid Quba, merupakan masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW dalam Islam. Kalau tidak salah, di daerah ini pula pertama kali tempat yang di diami oleh Rasulullah ketika tiba di kota Madinah dalam masa Hijrah Beliau.

Melakukah ibadah SHALAT 2 RAKAAT di Masjid Quba ini katanya pahalanya sama dengan pahala berUMROH.

suasana dalam masjid Quba

Suasana dalam masjid Quba


Alhamdulillah di karenakan rombongan kami tiba cukup awal di sini dan kondisi di sana belum terlalu ramai sehingga kami cukup waktu untuk menikmati beribadah di sini dan juga tidak ketinggalan "Sunnah ke 6" yaitu PHOTO-PHOTO :p





KEBUN KURMA

Setelah mengunjungi Masjid Quba, destinasi selanjutnya yang kami datangi adalah Perkebunan Kurma.
Madinah merupakan kota penghasil kurma yang paling bagus, bahkan salah satu kurma yang paling di cari dan katanya paling banyak khasiatnya yaitu KURMA AJWA atau lebih dikenal dengan istilah KURMA NABI ya pohonnya tumbuh di kota madinah ini.
Kegiatan kami selama di kebun kurma ini apa saja?
Ohhh bukaaaa berkebunnn di sini hehehe..
Kurma itu tidak berbuah setiap waktu, pada saat kunjungan kami ini pun sedang tidak berbuah pohon-pohonnya. Namun di sini sudah ada semacam mini market atau lebih sering di sebut dengan Pasar Kurma. 
Segala jenis kurma dengan bermacam tingkat kualitas, hingga kurma yang sudah menjadi olahan seperti cokelat, madu hingga kue-kue ada di sini.
Jadilah aktivitas selama di sini tidak jauh dan tidak bukan yaitu BERBELANJA!!
Sayangnya saya lupa mendokumentasikan hasil perburuan saya alias memang gak kepikiran buat photoin belanjaan, lebih gatel untuk photo-photo sendiri saya mah..ahahahaha

Di belakang kami adalah pohon kurma yang sayang sedang tidak ada buahnya :p

Kalau ini, dibekang kami itu mini market atau pasar kurmanya



JABAL UHUD

Selanjutnya, kami mengunjungi Jabal Uhud.
Tempat di mana meletusnya Perang UHUD pada Zaman Rasulullah SAW.
Di sini kami berjiarah mengunjungi makam Para Pejuang yang Mati Syahid membela ajaran Islam.
Tidak banyak yang bisa saya tuliskan tentang hal ini karena jujur saja saya masih harus banyak membaca dan mempelajari sejarah ke Nabi an.
Bukan tanpa alasan tapi begitu banyak pelajaran yang bisa kita terapkan dari semua sejarah Perjuangan Nabi dan orang-orang di zaman itu yang bisa menambah keimanan kita sebagai kaum penerusnya, yang seharusnya lebih banyak bersyukur dikarenakan saat ini saya dan kita bisa beribadah dalam keadaan yang Jauuuuhhh lebih tenang dan Damai, serta tidak harus berkorban Nyawa dalam membela AGAMA.
Begitu banyak para pejuang yang mati Syahid di kala itu dalam usia yang sangat muda.

Makam Para Pejuang Uhud

PERCETAKAN AL-QUR'AN

Setelah dari Jabal Uhud, rombongan kami selanjutnya mengunjungi Tempat Percetakan Al-Qur'an.
Sayangnya di Percetakan Al Qur'an ini yang bisa melihat ke dalam lokasi percetakan hanya Laki-laki saja. Sedangkan wanita, kami hanya masuk ke tempat penjualan Al Qur'an yang lokasinya berada bersebelahan dengan Percetakan tersebut untuk membeli Al-Qur'an untuk membeli Al-Qur'an untuk di Waqafkan.
Cerita yang menarik di sini adalah, di Kota Suci ini sepertinya memang menerapkan begitu kerasnya aturan Agama, di mana tidaklah diperkenankan kita untuk berlebih-lebihan dalam membeli sasuatu. Seperti di Percetakan Al Qur'an ini, 1 orang hanya di ijinkan untuk membeli 4 buah Al Qur'an saja.
Hehehe tapi yaaa namanya orang Indonesia harus di akui akal banyak yah, karena masing-masing orang banyak yang berniat untuk memeberikan Waqaf bagi keluarganya yang mungkin masih hidup atau bahkan sudah wafat jadilah masing-masing berkeinginan untuk membeli Al-Qur'an lebih dari 4 buah.
Al Hasil, biarpun di Tanah Suci kami tetap menggunakan metode selap selip seperti di Tanah Air hehehehe.. Dapat di Satu antrian 4 biji, kemudian menyelinap di antrian berikutnya ( JANGAN DITIRU yah :p)

Nah untuk Para Lelaki yang masuk ke dalam lokasi percetakan, akan mendapatkan Al-Qur'an yang di bagikan secara GRATIS setiap harinya. Konon, pembagian AL-Qur'an gratis ini merupakan Waqaf dari Kerajaan Saudi Arabia.
Subhanallah!
Gak kebayang yah, berapa besar pahala yang di terima karena, Al-Qur'an yang di Waqafkan akan ikut mengalirkan Pahala ke si pemberi Waqaf setiap Al-Qur'an ini di baca oleh siapapun.
Whualahualam bi Sawab.

AL-Qur'an Gratis
dilengkapi Keterangan NOT FOR SALE
Ini beberapa gambar ruangan di dalam lokasi percetakan Al Qur'an yang sempat di abadikan oleh suami saya:





MASJID QIBLATAIN DAN KEMBALI KE HOTEL

Setelah dari percetakan Al-Qur'an kami melanjutkan perjalanan untuk segera kembali ke Hotel untuk persiapan Ibadah Zuhur dan Makan siang.
Dalam perjalanan menuju hotel, kami melewati MASJID QIBLATAIN, masjid ini memiliki 2 KIBLAT, di mana masjid ini merupakan bagian sejarah yang zaman dahulu kiblat umat muslim masih mengarah ke PALESTINA.
Sayangnya karena terbatasnya waktu yang kami miliki, kami tidak sempat menyambangi langsung Masjid tersebut melainkan hanya melihat sambil jalan.

Dan perjalanan kami hari itu berkeliling kota madinah pun selesai, sisa waktunya kami menghabiskan  untuk beribadah di Nabawi dan beristirahat untuk persiapan esok hari menuju kota MEKKAH dan melakukan IBADAH UMROH PERTAMA.