Senin, 28 Maret 2016

PERJALANAN SUCI MENCARI PERUBAHAN HATI (PART 4)

MADINAH AL MUKARRAMAH HARI KE 2

SELASA, 2 FEBRUARI 2016

CITY TOUR MADINAH 

Yeiiiiyyyyy..
Hari ini adalah jadwal rombongan kami untuk City Tour Madinah, pukul 07.30 rombongan kami sudah berada di bis dan siap-siap untuk jalan-jalan menjelajahi beberapa tempat sejarah Islam di Kota Madinah.
Perjalanan yang sungguh luar biasa nikmatnya, selain dengan suguhan Religi yang begitu banyak menggetarkan hati, fasilitas akomodasi yang kami nikmati juga tidak kalah nyaman dan membuat kami sangat-sangat menikmati perjalanan kami. Sekilas ini sekali lagi Sunnah ke 6 yang wajib kami jalankan selama perjalanan yaitu photo-photo, ini photo kami di dalam bis yang akan membawa kami berkeliling kota Madinah.

Saya dan Suami :)

Rombongan di dalam bis


MASJID QUBA

Tujuan pertama tour kami adalah mengunjungi Masjid Quba.

Masjid Quba

Melihat sejarah dari Masjid Quba, merupakan masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW dalam Islam. Kalau tidak salah, di daerah ini pula pertama kali tempat yang di diami oleh Rasulullah ketika tiba di kota Madinah dalam masa Hijrah Beliau.

Melakukah ibadah SHALAT 2 RAKAAT di Masjid Quba ini katanya pahalanya sama dengan pahala berUMROH.

suasana dalam masjid Quba

Suasana dalam masjid Quba


Alhamdulillah di karenakan rombongan kami tiba cukup awal di sini dan kondisi di sana belum terlalu ramai sehingga kami cukup waktu untuk menikmati beribadah di sini dan juga tidak ketinggalan "Sunnah ke 6" yaitu PHOTO-PHOTO :p





KEBUN KURMA

Setelah mengunjungi Masjid Quba, destinasi selanjutnya yang kami datangi adalah Perkebunan Kurma.
Madinah merupakan kota penghasil kurma yang paling bagus, bahkan salah satu kurma yang paling di cari dan katanya paling banyak khasiatnya yaitu KURMA AJWA atau lebih dikenal dengan istilah KURMA NABI ya pohonnya tumbuh di kota madinah ini.
Kegiatan kami selama di kebun kurma ini apa saja?
Ohhh bukaaaa berkebunnn di sini hehehe..
Kurma itu tidak berbuah setiap waktu, pada saat kunjungan kami ini pun sedang tidak berbuah pohon-pohonnya. Namun di sini sudah ada semacam mini market atau lebih sering di sebut dengan Pasar Kurma. 
Segala jenis kurma dengan bermacam tingkat kualitas, hingga kurma yang sudah menjadi olahan seperti cokelat, madu hingga kue-kue ada di sini.
Jadilah aktivitas selama di sini tidak jauh dan tidak bukan yaitu BERBELANJA!!
Sayangnya saya lupa mendokumentasikan hasil perburuan saya alias memang gak kepikiran buat photoin belanjaan, lebih gatel untuk photo-photo sendiri saya mah..ahahahaha

Di belakang kami adalah pohon kurma yang sayang sedang tidak ada buahnya :p

Kalau ini, dibekang kami itu mini market atau pasar kurmanya



JABAL UHUD

Selanjutnya, kami mengunjungi Jabal Uhud.
Tempat di mana meletusnya Perang UHUD pada Zaman Rasulullah SAW.
Di sini kami berjiarah mengunjungi makam Para Pejuang yang Mati Syahid membela ajaran Islam.
Tidak banyak yang bisa saya tuliskan tentang hal ini karena jujur saja saya masih harus banyak membaca dan mempelajari sejarah ke Nabi an.
Bukan tanpa alasan tapi begitu banyak pelajaran yang bisa kita terapkan dari semua sejarah Perjuangan Nabi dan orang-orang di zaman itu yang bisa menambah keimanan kita sebagai kaum penerusnya, yang seharusnya lebih banyak bersyukur dikarenakan saat ini saya dan kita bisa beribadah dalam keadaan yang Jauuuuhhh lebih tenang dan Damai, serta tidak harus berkorban Nyawa dalam membela AGAMA.
Begitu banyak para pejuang yang mati Syahid di kala itu dalam usia yang sangat muda.

Makam Para Pejuang Uhud

PERCETAKAN AL-QUR'AN

Setelah dari Jabal Uhud, rombongan kami selanjutnya mengunjungi Tempat Percetakan Al-Qur'an.
Sayangnya di Percetakan Al Qur'an ini yang bisa melihat ke dalam lokasi percetakan hanya Laki-laki saja. Sedangkan wanita, kami hanya masuk ke tempat penjualan Al Qur'an yang lokasinya berada bersebelahan dengan Percetakan tersebut untuk membeli Al-Qur'an untuk membeli Al-Qur'an untuk di Waqafkan.
Cerita yang menarik di sini adalah, di Kota Suci ini sepertinya memang menerapkan begitu kerasnya aturan Agama, di mana tidaklah diperkenankan kita untuk berlebih-lebihan dalam membeli sasuatu. Seperti di Percetakan Al Qur'an ini, 1 orang hanya di ijinkan untuk membeli 4 buah Al Qur'an saja.
Hehehe tapi yaaa namanya orang Indonesia harus di akui akal banyak yah, karena masing-masing orang banyak yang berniat untuk memeberikan Waqaf bagi keluarganya yang mungkin masih hidup atau bahkan sudah wafat jadilah masing-masing berkeinginan untuk membeli Al-Qur'an lebih dari 4 buah.
Al Hasil, biarpun di Tanah Suci kami tetap menggunakan metode selap selip seperti di Tanah Air hehehehe.. Dapat di Satu antrian 4 biji, kemudian menyelinap di antrian berikutnya ( JANGAN DITIRU yah :p)

Nah untuk Para Lelaki yang masuk ke dalam lokasi percetakan, akan mendapatkan Al-Qur'an yang di bagikan secara GRATIS setiap harinya. Konon, pembagian AL-Qur'an gratis ini merupakan Waqaf dari Kerajaan Saudi Arabia.
Subhanallah!
Gak kebayang yah, berapa besar pahala yang di terima karena, Al-Qur'an yang di Waqafkan akan ikut mengalirkan Pahala ke si pemberi Waqaf setiap Al-Qur'an ini di baca oleh siapapun.
Whualahualam bi Sawab.

AL-Qur'an Gratis
dilengkapi Keterangan NOT FOR SALE
Ini beberapa gambar ruangan di dalam lokasi percetakan Al Qur'an yang sempat di abadikan oleh suami saya:





MASJID QIBLATAIN DAN KEMBALI KE HOTEL

Setelah dari percetakan Al-Qur'an kami melanjutkan perjalanan untuk segera kembali ke Hotel untuk persiapan Ibadah Zuhur dan Makan siang.
Dalam perjalanan menuju hotel, kami melewati MASJID QIBLATAIN, masjid ini memiliki 2 KIBLAT, di mana masjid ini merupakan bagian sejarah yang zaman dahulu kiblat umat muslim masih mengarah ke PALESTINA.
Sayangnya karena terbatasnya waktu yang kami miliki, kami tidak sempat menyambangi langsung Masjid tersebut melainkan hanya melihat sambil jalan.

Dan perjalanan kami hari itu berkeliling kota madinah pun selesai, sisa waktunya kami menghabiskan  untuk beribadah di Nabawi dan beristirahat untuk persiapan esok hari menuju kota MEKKAH dan melakukan IBADAH UMROH PERTAMA.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar