Selasa, 19 April 2016

#Bahagiadirumah

Menjadi istri dan seorang ibu dari kedua buah hati saya saat ini, sejujurnya bisa dikatakan saya masih jauh dari kata Sempurna. Impian untuk bisa mengurus sendiri rumah dan buah hati kami hingga saat ini belum sepenuhnya bisa saya jalankan. Sehari-hari kami masih harus merepotkan Eyangnya anak-anak untuk membantu menjaga anak-anak di kala saya harus mengurusi usaha kami pada siang hingga petang.

Keputusan untuk tidak menggunakan jasa pengasuh maupun ART memang sudah kami sepakati. Tanpa bermaksud menyudutkan siapapun yang memilih untuk menggunakan jasa tersebut, tetapi bagi saya dan suami, kami merasa lebih ikhlas jika anak-anak kami di peluk dan dicium oleh keluarga daripada oleh orang lain. Lagipula Kesibukan kami yang sama-sama berkecimpung sebagai wirausaha juga Alhamdulillah cukup untuk kami memiliki Fleksibilitas dalam membagi waktu antara anak-anak, rumah dan keluarga serta pekerjaan. Walaupun dalam prakteknya kami sadari masih amat sangat banyak kekurangan. Tapi kami tidak ingin berlarut dan hanya terfokus pada kekurangan atau ketidaksempurnaan yang saat ini masih menjadi hambatan kami. Kami tetap berusaha semampu dan sekuat kami untuk menjadikan semuanya Well Done!

Ketika di luar sana saya banyak mendengar keluhan seperti :
"Aduhhh anak-anak gak bisa ditinggal"
"Bagaimana usaha saya mau maju, saya selalu kerepotan"
"Kerjaan dirumah aja seabrek bagaimana saya mau jualan untuk tambah penghasilan keluarga?"
"Anak-anak kalau sama neneknya jadi manja banget ini itu diturutin jadi pada besar kepala dan tantrum!"
Tanpa bermaksud untuk merasa sempurna, saya hanya bisa mengatakan "JALANI SAJA SEMAMPUMU, dan BERUSAHA LAKUKAN SAJA YANG TERBAIK."

Masa-masa di mana serasa ada jarak dengan anak-anak yang harus kita titipkan pengurusan dan pengawasannya sehari-hari walaupun dengan orang tua sendiri juga saya alami, bahkan hingga saat ini. Tetapi kembali lagi, semua ini harus kita jalani juga demi masa depan mereka, dan orang tua kita juga sudah rela dengan ikhlas hati membantu untuk memberikan pengawasan dan kasih sayang kepada buah hati kita selayaknya anak mereka sendiri.

Kelelahan setelah seharian beraktifitas di luar dengan segudang permasalahan yang tidak jarang menguras tenaga, pikiran dan emosi kita, kemudian pulang kerumah masih harus berhadapan dengan rengekan anak-anak yang mencari perhatian maupun harus berhadapan dengan kondisi rumah yang berantakan karena mainan yang bertebaran juga pernah saya alami dan bahkan MASIH saya sering temui. Lelah? Pasti..Kesal? Humanly Yes!!

Tapi bayangkan, jika kita pulang ke rumah setelah berlelah peluh di luar mencari nafkah, ketika pulang rumah kita terlihat rapi dan selalu bersih namun kita tidak pernah mendengar celotehan si kecil, tidak ada yang merengek dengan bau asem khas anak-anak yang memeluk kita, yang aroma dan pelukan kecilnya sebetulnya menenangkan dan amat menyejukan hati kita. Apakah kita masih bisa tersenyum di saat lelah? Untuk apa materi yang kita cari seharian tanpa ada mereka yang ingin kita bahagiakan kehidupannya?

So, berbahagialah kita para wanita, istri dan ibu yang masih bisa produktif di luar rumah, dengan segala keterbatasan yang kita punya, STOP MENGELUH dan lakukan selalu yang TERBAIK dan PENUH CINTA untuk suami, anak-anak, orang tua dan keluarga serta sesama. Karena kebahagian seorang Wanita lah yang bisa menciptakan SURGA DI RUMAHnya. :)

Tulisan ini di ikut sertakan dalam #28Novaversary 

Add caption

2 komentar:

  1. bener banget, ibu adalah pencipta generasi dari rumah.. jadi mari menjadi ibu yang baik di rumah semampu kita.
    salam kenal dari djogja

    BalasHapus
  2. Hai mbak Entik..
    Maaf baru sempat lihat comment..
    Salam kenal juga yaa mbak ^_^

    BalasHapus