Saya termasuk newbie di dunia online shop atau bisnis online.
Meskipun latar belakang pendidikan saya adalah Magister Manajemen dan sudah kurang lebih 5 tahun menjadi entrepreneur ternyata bukan jaminan saya untuk langsung sukses di dunia jual beli online.
Pemahaman untuk situasi dunia maya sendiri yang menurut saya banyak abu-abu, di tambah penguasaan ilmu tentang digital marketing yang masih pas-pasan, dan satu lagi skill penulisan yang ciamik atau lebih kecenya di sebut dengan Tekhnik copywritting juga saya masih harus banyak belajar. Berbekal dari semua kekurangan itulah yang pada akhirnya mengantarkan saya berkenalan dengan TRAINING ONLINE.
Pada awalnya saya ragu dengan training yang hanya di akses melalui social media, dan itu Facebook pula! Media sosial yang sudah lama tidak saya sentuh selain Fanpage nya sebagai media jualan toko saya. Walaupun ragu, tetapi rasa penasaran saya lebih besar untuk mencicipi seperti apa sih mengikuti training online saat itu.
Satu kali, dua kali hingga akhirnya saya tergiur beberapa kali mengikuti training online. Selain memang saya suka belajar hal-hal baru, selain itu banyak bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru memberikan nilai plus yang mendorong saya ketagihan mengikuti training-training online. Entah berapa banyak training yang telah saya ikuti, entah berapa banyak uang yang awalnya saya anggap sebagai investasi ilmu untuk modal fighting di dunia online shopping telah saya keluarkan.
BUSINESS IS BUSINESS
PENJAJA TRAINING ADALAH PEBISNIS
Ketika sudah terlalu dalam mencicipi dunia training online ini tanpa terasa saya masuk dalam lingkaran komunitas yang terbentuk di dalamnya. Pada awalnya saya berpikiran amat sangat positif bahwa komunitas ini bertujuan untuk membantu meningkatkan pendidikan perempuan dalam dunia bisnis. Saya lupa, mungkin untuk ukuran saya 100 atau 200ribu keluar untuk belajar via online tidak terlalu berat, karena sesungguhnya saya berharap bisa belajar bisnis di Lembaga-Lembaga Pelatihan Manajemen besar yang satu sesi coachingnya sudah di atas 5juta rupiah.
Tapi apa ini juga yang di rasakan oleh ibu-ibu pemilik onlineshop yang mungkin saja memang untuk makan sehari-hari amat sangat bergantung dari usahanya tersebut?
Lantas mereka di brainwash untuk melakukan investasi ilmu dengan mengikuti training-training online berbayar yang sebetulnya jika para owner online shop besar mau sedikit merendahkan hatinya memberikan pelatihan gratis sebagai betuk CSR?
Yaaaa..sekali lagi penjaja training tersebut adalah pebisnis, mereka mungkin juga mencari makan dengan berjualan Training itu.
Never Mind...
Trend ini bisa disebut inovative, selama para penjaja training ini dalam praktek jualannya tidak lupa untuk menerapkan ilmu yang mereka ajarkan kedalam bisnisnya sendiri yaitu MENCARI TARGET MARKET YANG SESUAI dan MENERAPKAN ETIKA BISNIS yang SANTUN.
Semoga :)
Trend ini bisa disebut inovative, selama para penjaja training ini dalam praktek jualannya tidak lupa untuk menerapkan ilmu yang mereka ajarkan kedalam bisnisnya sendiri yaitu MENCARI TARGET MARKET YANG SESUAI dan MENERAPKAN ETIKA BISNIS yang SANTUN.
Semoga :)
-Tyas Palupi-
Owner Babysalmon.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar