"Mbak jualan ikan yah?"
Atau...
"Eh kirain toko ikan mbak..hehehe"
Yaahh begitulah kira-kira ekspresi atau ungkapan yang saya sering temui jika menyebutkan BABY SALMON SHOP. Saya di kira tukang ikan atau jualan makanan ikan dan macam ikan-ikan lainnya. hehehe.
Tapi gak baper sih, wajar aja kalau yang beranggapan seperti itu karena mereka belum tahu kalau sebetulnya Baby Salmon itu adalah toko perlengkapan bayi. Dan sejujurnya currious effect ini yang memang sejak awal ingin saya timbulkan dengan memberikan nama menggunakan nama ikan. Kenapa saya menginginkan adanya currious effect, karena saya percaya ketika orang penasaran atau merasa heran akan keanehan dan ketidak biasaan suatu hal, justru itu akan lebih melekat diingatan mereka, POIN Pertama. *Teori ala Tyas* :p
Tapi merunut kebelakang, mengapa sampai saya menemukan nama ini bukanlah perkara yang istilahnya asal goblek dan hanya berdasarkan asumsi teori ala-ala saya tadi lho. Ini sudah saya coba pertimbangkan dengan melewati masa pencaharian tujuh hari tujuh malam, dengan mendaki gunung dan melewati lembah, serta dengan kekuatan bulan yang akan menghukumu! *Woiiii..fokuusss yaasss, mau cerita apa mau nonton Sailormoon sih?!
*upss maaf..oke balik serius
Jadi ketika saya dan suami sudah matang untuk memulai menjalankan usaha Penjualan Perlengkapan Bayi, masalah kedua yang kami pikirkan adalah masalah nama. Nama bukan hanya sembarang nama yang hanya akan menjadi tulisan sebagai simbol pada spanduk, ataupun Logo, tetapi saya menginginkan nama tersebut memiliki filosofi mendalam yang bisa memberikan aura energi positif bagi kelangsungan dan semangat pertumbuhan bagi usaha kami kelak. *Tsaaaahhhh Kibas Jilbab*
Menolak Ide dari suami dan beberapa masukan kerabat dekat untuk menggunakan nama Anak sebagai nama toko, karena saya anggap menggunakan nama Anak sudah sangat amat terlalu Mainstream pemirsa! Akhirnya pada suatu subuh, entah awalnya bagaimana saya juga agak lupa, saya terpikir dengan ikan Salmon. Dan pikiran saya saat itu sebetulnya berasal dari alasan yang sepele khas mama-mama muda yang merasa kekinian waktu anaknya mulai kasih MPASI adalah memberikan makan anaknya IKAN SALMON.
Harga daging ikan salmon di pasaran maupun di supermarket cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan ikan lainnya, tetapi kandungan gizinya dipercaya cukup tinggi dan bagus bagi perkembangan bayi, maka tidak heran banyak ibu-ibu yang bela-belain merogoh kocek lebih dalam untuk bisa menyediakan menu bubur salmon, atau olahan salmon lainnya untuk sang buah hati tercinta.
Berangkat dari kesimpulan hasil pengamatan inilah yang selanjutnya menjadi POIN Kedua yang membuat saya ingin menggunakan nama Salmon sebagai label usaha kami. Kami ingin barang-barang atau produk bahkan service yang kami berikan di toko kami, akan menjadi sesuatu yang "bergizi" untuk mendukung tumbuh kembang bayi dan anak-anak, sehingga para orang tua bisa merasakan manfaat berbelanja produk di kami sama halnya dengan mereka berusaha memberikan ikan Salmon demi memenuhi gizi buah hati mereka. Yaa kami ingin dicari dan menjadi sesuatu yang "Di bela-belain" istilahnya, walaupun ada yang lebih murah tetapi kami bisa mempunyai nilai yang lebih dibandingkan yang lain.
Dan POIN Terakhir, justru saya temukan ketika toko mulai berjalan dengan menggunakan nama Salmon. Seperti yang telah banyak di kutip dan dituliskan di berbagai macam media, mari kita simak kisah FILOSOFI IKAN SALMON dan HIU KECIL berikut ini :
FILOSOFI IKAN SALMON dan HIU KECILUntuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan, Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es.
Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapnya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup. Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut. Bagaimana caranya mereka menyiasatinya? Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di kolam tersebut. Ajaib! Hiu kecil tersebutt ‘memaksa ‘ salmon-salmon itu terus bergerak karena jangan sampai dimangsa. Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit !Diam membuat kita mati! Bergerak membuat kita hidup.
Barangkali kurang lebih itulah pesan moral yang dapat kita tangkap dari gambaran tersebut diatas.
Apa yg membuat kita diam?
Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman. Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena. Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati. Ironis , bukan?
Apa yang membuat kita bergerak?
Masalah, pergumulan dan tekanan hidup.
Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha bagaimana mengatasi semua pergumulan hidup itu.
Disaat saat seperti itu biasanya kita akan ingat Allah dan berharap kepada Allah . Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa!
Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup
Itu sebabnya syukurilah ‘hiu kecil’ yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive!
Masalah hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bergerak…dan menjadi tangguh.
Cerita di atas mengajarkan tentang kekuatan untuk terus BERGERAK. Ikan Salmon yang notabene jauh jika dibandingkan dengan hiu, justru malah survive ketika harus berhadapan dengan hewan pemangsanya tersebut.
Kembali ke spirit yang ingin saya bangun di usaha ini adalah, di Luar sana, di sekeliling kami, kami harus bersaing dengan ribuan bahkan jutaan toko-toko bayi besar yang sudah lebih dulu mempunyai nama, pelanggan dan lebih di kenal orang. PR terbesar kami adalah tidak boleh patah semangat dan terus bertumbuh untuk bisa menghadapi persaingan. Belajar dari filosofi di atas, kami adalah salmon kecil yang mungkin saja akan di mangsa oleh Hiu Kecil (para pesaing), tetapi kami yakin kami akan terus bergerak dan bertahan untuk terus BERTUMBUH, HIDUP dan MAJU!
Yessss this is Us..This is Our Store That Be Build Fullfill with LOVE.
BABY SALMON SHOP
We Served It With LOVE
Depok, 14 April 2016
Tyas Palupi
Owner Baby Salmon Shop

Tidak ada komentar:
Posting Komentar