Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2016

Pentingnya Brand Awareness dan Filosofi Untuk Membangunnya

Apakah anda sudah memikirkan tentang pentingnya Brand Awareness?
Apa itu brand awareness? Mungkin kebanyakan dari kita belum familiar atau belum memahami pentingnya istilah dan pengaruh dari kehadiran brand awareness bagi usaha yang kita jalankan.
Secara Singkat yang di maksud dengan brand awareness adalah kemampuan calon pembeli atau customer untuk bisa mengenali dan mengingta sebuah merk. Dalam hal ini tentunya bisa meliputi nama, gambar/logo, serta slogan atau tagline tertentu yang digunakan oleh pemilik usaha sebagai pelaku pasar untuk mempromosikan produk-produknya.
Jadi, tidak salah dijika dikatakan bahwa brand awareness menjadi salah satu faktor penting yang dibutuhkan oleh pemilik usaha untuk memperkuat brand produknya. Sebab, tak  bisa dipungkiri jika semakin kuatnya brand produk kita dalam ingatan konsumen, maka akan dapat meningkatkan intensitas penjualan produk kita.
Harus saya akui, saya pun masih harus banyak belajar untuk meningkatkan brand awareness bagi usaha saya, nah dari beberapa hasil belajar dan pengamatan saya, mungkin beberapa informasi sederhana berikut ini bisa sedikit membuka mata dan menambah pengetahuan kita untuk mulai sedikit demi sedikit membangun brand awareness pada usaha kita. Berikut informasinya :
Nama BRAND yang MUDAH DIINGAT
Pastikan bahwa nama Brand yang anda pilih dan gunakan cukup mudah diingat atau bahkan lebih bagus mudah untuk di ucapkan oleh para konsumen. 
Saya coba ambil contoh sebut saja satu merk air mineral yaitu AQUA. Sekarang ini Aqua sudah menjadi top of mind untuk produk air mineral. Coba saja jika kita ke supermarket restoran atau warung ketika hendak memesan atau membeli air mineral lebih cepat untuk mengatakan "Saya pesan Aqua yah" walaupun ternyata yang di berikan atau yang kita dapatkan adalah merk air mineral lainnya.


Menciptakan PESAN UNIK
Buat pesan unik yang bisa membedakan merk kita dengan produk pesaing. Strategi promosi ini bisa kita lihat dari kesuksesan produk biscuit Oreo, dimana mereka memperkenalkan cara makan oreo yang unik yaitu dengan "Diputar - Dijilat - dan Dicelupin", dan sengaja menggunakan model anak untuk membidik pangsa pasar yang diinginkan (konsumen anak-anak).
sumber: Fanpage Oreo

SLOGAN atau JARGON
Menggunakan slogan atau jargon yang membantu konsumen untuk mengingat brand. Hal seperti ini bisa kita lihat dari kesuksesan iklan Indomie. Dimana sang produsen mengusung slogan “Indomie..Seleraku!” yang sekaligus bisa membantu para konsumen untuk mengingat brand mereka.
Hayoooo siapa yang di gak doyan Indomie?
Perhatikan LOGO yah bukan Mienya! :p
(sumber: google)
LOGO atau SIMBOL
Pilihlah logo atau simbol yang dapat dihubungkan dengan brand produk. Contohnya saja seperti kesuksesan logo McDonald’s yang menggunakan lambang menyerupai huruf “m” berwarna merah, sesuai dengan huruf awal yang tertera pada nama brand mereka.
sumber: Official Fanpage Mc Donald

PROMOSI secara KONSISTEN


Terakhir setelah urutan di atas semua telah kita lakukan dan miliki maka tugas yang berikutnya dan kedepannya adalah harus KONSISTEN untuk melakukan PROMOSI sebagai proses pengenalan dan edukasi kepada konsumen tentan produk ataupun brand yang kita miliki.

Jika pada pemaparan di atas saya menggunakan contoh beberapa brand besar yang sudah tidak asing untuk kita semua, sekarang saya akan memberikan beberapa contoh Usaha milik beberapa sahabat yang mungkin bisa juga kita ambil pelajaran bagaimana dan apa yang telah mereka buat dalam membangun brand untuk usaha mereka.

1. MIHRAB QOLBI


Sebelumnya saya pernah menuliskan review pengalaman saya tentang Mihrab Qolbi sebagai Travel Penyelenggara Umroh dan Haji yang konsisten dalam pelayanannya melayani Tamu-Tamu Allah.
Dari mulai nama:
Mihrab - Sujud
Qolbi - Hati
Mihrab Qolbi berarti Sujudkan Hati
Ditambah dengan Tag line atau Slogan " Perjalanan Suci Menuju Perubahan Hati"
Dalam visi misi dan pelayanan yang telah saya rasakan sendiri bahwa betul-betul Mihrab menginginkan setiap Jamaah atau customer yang berumrah atau berhaji bersama mereka, akan mendapatkan adanya PERUBAHAN HATI setelah perjalanan Ibadah Tersebut.
Untuk Lebih jelas  bisa kunjungi cerita di dalam blog saya juga yang bertajuk "Belajar Bisnis Dari Perjalanan Umroh"

2. FORE TRIP

Ketika saya bertanya asal apa arti dari Fore? kalau untuk arti Trip tentu saja jelas, artinya Perjalanan, dan tentu pas untuk menjadi nama suatu agen travel. Tapi untuk istilah FORE?
Ternyata ada cerita tersendiri untuk nama ini, seperti yang di kisahkan oleh mbak Esqee selaku pemilik dari bisnis ini,
FORE berasal dari kata FOR ESQEE
Nama ini diberikan oleh pasangannya yaitu Mas Taufan yang kebetulan keduanya memiliki hobby yang sama yaitu jalan-jalan atau istilah kekiniannya adalah backpakeran, dan dari hobby ini juga lah yang ternyata akhirnya mempertemukan mereka pada suatu masa perjalanan mereka.
Dilatar belakangi cerita ini juga yang akhirnya mereka mengusung tagline "TRIP AND LOVE" dan itu tertuang dalam logo usaha mereka.
Tentu saja tag line ini pastinya tidak semata-mata hanya karena mereka pasangan lalu membawa kata love di sana, tapi Love atau cinta di sini adalah mereka mengajak customernya adalah untuk mencintai Lingkungan khususnya alam Indonesia karena cita-cita mereka adalah juga untuk mengembangkan wisata di negeri ini, seperti yang juga selalu dikatakan oleh mba Esqee ketika di tanya kenapa tidak mengejar untuk membuka juga pelayanan perjalanan keluar negeri yaitu "Daerah-daerah di Indonesia banyak kok yang bisa di explore dan memiliki pemandangan yang gak kalah keren dari di luar negeri"

3. LACHOSINA PREMIUM HANDMADE


Untuk yang satu ini saya tidak bisa membedah arti nama karena beliau sang owner belum memberikan Acc saya untuk mengungkapkan apa arti dari kata LACHOSINA.
Kita bahas dari pemilihan Tagline yaitu "Complement Your Style" atau dalam bahasa yaitu berarti Melengkapi Penampilanmu, lengkap dengan logo L seperti Mc. Donald tadi tentu saja mbak Silma menginginkan Logo tersebut mudah diingat dengan huruf L. Dan yang uniknya adalah terdapat gambar Diamond atau berlian di sana, sebagai tanda bahwa Lachosina ingin menjadi atau menurut saya sih sudah cukup berani untuk membangun dirinya sebagai merk Premium dan berkelas.
Hal ini dibuktikan dengan konsistensi sang owner untuk betul-betul mengedepankan sisi kualitas dari produk yang mereka pasarkan.

HPO
Dan sekali lagi sayapun juga sudah melihat dan membuktikans sendiri bahwa ini bukanlah hanya sembarang gambar tapi sudah terlihat pada kualitas produk yang dimiliki lachosina, dan saya sudah menggunakannya.

Cooler Bag

Penjabaran di atas walaupun tadinya niatnya agak singkat tetapi menjadi agak panjang, ditambah dengan beberapa pemaparan contoh yang telah di lakukan oleh teman-teman saya, semoga bisa bermanfaat menambah pengetahuan demi kemajuan usaha maupun bisnis Anda.


-Tyas Palupi-



Cerita Tentang si Salmon dan Filosofinya

"Mbak jualan ikan yah?"
Atau...
"Eh kirain toko ikan mbak..hehehe"
Yaahh begitulah kira-kira ekspresi atau ungkapan yang saya sering temui jika menyebutkan BABY SALMON SHOP. Saya di kira tukang ikan atau jualan makanan ikan dan macam ikan-ikan lainnya. hehehe.
Tapi gak baper sih, wajar aja kalau yang beranggapan seperti itu karena mereka belum tahu kalau sebetulnya Baby Salmon itu adalah toko perlengkapan bayi. Dan sejujurnya currious effect ini yang memang sejak awal ingin saya timbulkan dengan memberikan nama menggunakan nama ikan. Kenapa saya menginginkan adanya currious effect, karena saya percaya ketika orang penasaran atau merasa heran akan keanehan dan ketidak biasaan suatu hal, justru itu akan lebih melekat diingatan mereka, POIN Pertama. *Teori ala Tyas* :p
Tapi merunut kebelakang, mengapa sampai saya menemukan nama ini bukanlah perkara yang istilahnya asal goblek dan hanya berdasarkan asumsi teori ala-ala saya tadi lho. Ini sudah saya coba pertimbangkan dengan melewati masa pencaharian tujuh hari tujuh malam, dengan mendaki gunung dan melewati lembah, serta dengan kekuatan bulan yang akan menghukumu! *Woiiii..fokuusss yaasss, mau cerita apa mau nonton Sailormoon sih?!
*upss maaf..oke balik serius
Jadi ketika saya dan suami sudah matang untuk memulai menjalankan usaha Penjualan Perlengkapan Bayi, masalah kedua yang kami pikirkan adalah masalah nama. Nama bukan hanya sembarang nama yang hanya akan menjadi tulisan sebagai simbol pada spanduk, ataupun Logo, tetapi saya menginginkan nama tersebut memiliki filosofi mendalam yang bisa memberikan aura energi positif bagi kelangsungan dan semangat pertumbuhan bagi usaha kami kelak. *Tsaaaahhhh Kibas Jilbab*
Menolak Ide dari suami dan beberapa masukan kerabat dekat untuk menggunakan nama Anak sebagai nama toko, karena saya anggap menggunakan nama Anak sudah sangat amat terlalu Mainstream pemirsa! Akhirnya pada suatu subuh, entah awalnya bagaimana saya juga agak lupa, saya terpikir dengan ikan Salmon. Dan pikiran saya saat itu sebetulnya berasal dari alasan yang sepele khas mama-mama muda yang merasa kekinian waktu anaknya mulai kasih MPASI adalah memberikan makan anaknya IKAN SALMON. 
Harga daging ikan salmon di pasaran maupun di supermarket cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan ikan lainnya, tetapi kandungan gizinya dipercaya cukup tinggi dan bagus bagi perkembangan bayi, maka tidak heran banyak ibu-ibu yang bela-belain merogoh kocek lebih dalam untuk bisa menyediakan menu bubur salmon, atau olahan salmon lainnya untuk sang buah hati tercinta.
Berangkat dari kesimpulan hasil pengamatan inilah yang selanjutnya menjadi POIN Kedua yang membuat saya ingin menggunakan nama Salmon sebagai label usaha kami. Kami ingin barang-barang atau produk bahkan service yang kami berikan di toko kami, akan menjadi sesuatu yang "bergizi" untuk mendukung tumbuh kembang bayi dan anak-anak, sehingga para orang tua bisa merasakan manfaat berbelanja produk di kami sama halnya dengan mereka berusaha memberikan ikan Salmon demi memenuhi gizi buah hati mereka. Yaa kami ingin dicari dan menjadi sesuatu yang "Di bela-belain" istilahnya, walaupun ada yang lebih murah tetapi kami bisa mempunyai nilai yang lebih dibandingkan yang lain.
Dan POIN Terakhir, justru saya temukan ketika toko mulai berjalan dengan menggunakan nama Salmon. Seperti yang telah banyak di kutip dan dituliskan di berbagai macam media, mari kita simak kisah FILOSOFI IKAN SALMON dan HIU KECIL berikut ini :
FILOSOFI IKAN SALMON dan HIU KECILUntuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan, Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es.
Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapnya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup. Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut. Bagaimana caranya mereka menyiasatinya? Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di kolam tersebut. Ajaib! Hiu kecil tersebutt ‘memaksa ‘ salmon-salmon itu terus bergerak karena jangan sampai dimangsa. Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit !Diam membuat kita mati! Bergerak membuat kita hidup.
Barangkali kurang lebih itulah pesan moral yang dapat kita tangkap dari gambaran tersebut diatas.
Apa yg membuat kita diam?
Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman. Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena. Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati. Ironis , bukan?
Apa yang membuat kita bergerak?
Masalah, pergumulan dan tekanan hidup.
Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha bagaimana mengatasi semua pergumulan hidup itu.
Disaat saat seperti itu biasanya kita akan ingat Allah dan berharap kepada Allah . Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa!
Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup
Itu sebabnya syukurilah ‘hiu kecil’ yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive!
Masalah hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bergerak…dan menjadi tangguh.
Cerita di atas mengajarkan tentang kekuatan untuk terus BERGERAK. Ikan Salmon yang notabene jauh jika dibandingkan dengan hiu, justru malah survive ketika harus berhadapan dengan hewan pemangsanya tersebut.
Kembali ke spirit yang ingin saya bangun di usaha ini adalah, di Luar sana, di sekeliling kami, kami harus bersaing dengan ribuan bahkan jutaan toko-toko bayi besar yang sudah lebih dulu mempunyai nama, pelanggan dan lebih di kenal orang. PR terbesar kami adalah tidak boleh patah semangat dan terus bertumbuh untuk bisa menghadapi persaingan. Belajar dari filosofi di atas, kami adalah salmon kecil yang mungkin saja akan di mangsa oleh Hiu Kecil (para pesaing), tetapi kami yakin kami akan terus bergerak dan bertahan untuk terus BERTUMBUH, HIDUP dan MAJU!

Yessss this is Us..This is Our Store That Be Build Fullfill with LOVE.
BABY SALMON SHOP
We Served It With LOVE


Depok, 14 April 2016
Tyas Palupi
Owner Baby Salmon Shop

Rabu, 13 April 2016

Gak Pernah Jualan, Sekarang CINTA Sama Dunia JUALAN!

Dunia dagang atau jualan bisa dibilang termasuk hal baru untuk saya. Maklum, dari kecil sampai kurang lebih 3 tahun yang lalu saya belum pernah sekalipun melakukan aktivitas Jualan, bahkan sekedar jualan dari teman ke teman.
Kalau dibilang punya cita-cita untuk bisa jualan, bisa iya bisa juga enggak.
Tapi ternyata sekarang I Love my Job, My Daily Routine, and My New Experience!

Semua ini berawal ketika saya sedang mengandung anak pertama saya, ketika kehamilan saya memasuki usia 8 bulan, saya dan suami iseng mengisi weekend untuk jalan-jalan ke Bandung. Berbekal informasi dari sepupu kami di sana ada Toko Perlengkapan Bayi yang recommended untuk di sambangi. Karena kebetulan usia kehamilan sudah melewati masa pantangan untuk berbelanja, jadilah hari itu saya dan suami sengaja mampir ke sana dan berbelanja perlengkapan untuk persiapan kelahiran si kakak.
Masuk ke Baby Shop atau pusat perlengkapan bayi yang bisa dibilang cukup lengkap dan nyaman di sana jujur saja merupakan pengalaman baru buat saya. hehe maaf agak norak yah? Maklum saja terlahir dan besar sebagai anak tunggal tentu saja membuat saya jarang menyambangi tempat-tempat semacam ini sebelumnya, kalaupun ada keperluan untuk membeli hadian bagi teman atau keluarga biasanya hanya mampir di toko-toko kecil atau sekalian di supermarket.
Whoaaahhhhhhhh...Kalaaaap deh pokoknyaaaaa!
Tetapi Insting dagang suami, yang memang sudah cukup menginfluence saya untuk mulai menyukai dunia entrepreneur langsung bilang "Seru kayaknya ma, kalau kita bisa buka toko perlengkapan baby kayak gini yah?" Daaaannnn saya pun langsung menyetujui idenya saat itu.
Tapiiii...
Tidak saat itu juga kami langsung mengeksekusi keinginan kami tersebut, butuh dua tahun berikutnya kami baru betul-betul merealisasikan niat kami ini.
Berbekal hasil menyambangi beberapa pusat perlengkapan baby di Jakarta, Depok dan beberapa daerah lain yang pernah kami singgahi, ala-ala riset pasar dan kumpulin Ide, Alhamdulillah pada tahun 2014 lalu kami mulai mengeksekusi niatan kami untuk membangun usaha bersama sebuah Toko Penjualan Perlengkapan Kebutuhan Bayi, Ibu Hamil dan Menyusui yang harapan kami bisa menjadi Pusat Perbelanjaan terlengkap di Kota Depok.



Yaaaaa... dan sekarang, saya begitu menikmati peran saya sebagai penjual pakaian dan kebutuhan perlengkapan bayi, ibu hamil serta ibu menyusui untuk toko saya. Awalnya jujur saja waktu pertama toko buka, saya pun sempat merasakan canggung bagaimana menghadapi customer, bagaimana kalau mereka tidak puas, bagaimana mengahadapi komplainan. 
Tapi berbekal semangat dan terus melawan rasa takut demi mewujudkan cita-cita Alhamdulillah lama-lama saya mulai enjoy dan sangat menikmati pekerjaan ini. Bisa bertemu dengan banyak orang dan beragam karakter setiap harinya. Bisa bertukar cerita dengan para calon ibu yang sedang menunggu kelahiran buah hatinya. Melihat ekspresi kebahagian dari pasangan-pasangan baru yang sedang menanti kelahiran buah cinta pertama mereka itu terkadang membuat perasaan kita seperti terbius oleh aura bahagia mereka juga lhoo..
Ahh.. Subhanallah..



The Poin is..
Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan jika kita mau terus belajar dan berusaha.
Jadi, Bukan masalah BISA atau TIDAK BISA, Tapi lebih ke masalah MAU atau TIDAK MAU  untuk mencoba.



- Tyas Palupi -




Jumat, 08 April 2016

Training Online, Manfaat? Atau Sekedar Trend?

Saya termasuk newbie di dunia online shop atau bisnis online.
Meskipun latar belakang pendidikan saya adalah Magister Manajemen dan sudah kurang lebih 5 tahun menjadi entrepreneur ternyata bukan jaminan saya untuk langsung sukses di dunia jual beli online.
Pemahaman untuk situasi dunia maya sendiri yang menurut saya banyak abu-abu, di tambah penguasaan ilmu tentang digital marketing yang masih pas-pasan, dan satu lagi skill penulisan yang ciamik atau lebih kecenya di sebut dengan Tekhnik copywritting juga saya masih harus banyak belajar. Berbekal dari semua kekurangan itulah yang pada akhirnya mengantarkan saya berkenalan dengan TRAINING ONLINE. 
Pada awalnya saya ragu dengan training yang hanya di akses melalui social media, dan itu Facebook pula! Media sosial yang sudah lama tidak saya sentuh selain Fanpage nya sebagai media jualan toko saya. Walaupun ragu, tetapi rasa penasaran saya lebih besar untuk mencicipi seperti apa sih mengikuti training online saat itu.
Satu kali, dua kali hingga akhirnya saya tergiur beberapa kali mengikuti training online. Selain memang saya suka belajar hal-hal baru, selain itu banyak bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru memberikan nilai plus yang mendorong saya ketagihan mengikuti training-training online. Entah berapa banyak training yang telah saya ikuti, entah berapa banyak uang yang awalnya saya anggap sebagai investasi ilmu untuk modal fighting di dunia online shopping telah saya keluarkan.

BUSINESS IS BUSINESS
PENJAJA TRAINING ADALAH PEBISNIS

Ketika sudah terlalu dalam mencicipi dunia training online ini tanpa terasa saya masuk dalam lingkaran komunitas yang terbentuk di dalamnya. Pada awalnya saya berpikiran amat sangat positif bahwa komunitas ini bertujuan untuk membantu meningkatkan pendidikan perempuan dalam dunia bisnis. Saya lupa, mungkin untuk ukuran saya 100 atau 200ribu keluar untuk belajar via online tidak terlalu berat, karena sesungguhnya saya berharap bisa belajar bisnis di Lembaga-Lembaga Pelatihan Manajemen besar yang satu sesi coachingnya sudah di atas 5juta rupiah.
Tapi apa ini juga yang di rasakan oleh ibu-ibu pemilik onlineshop yang mungkin saja memang untuk makan sehari-hari amat sangat bergantung dari usahanya tersebut?
Lantas mereka di brainwash untuk melakukan investasi ilmu dengan mengikuti training-training online berbayar yang sebetulnya jika para owner online shop besar mau sedikit merendahkan hatinya memberikan pelatihan gratis sebagai betuk CSR?
Yaaaa..sekali lagi penjaja training tersebut adalah pebisnis, mereka mungkin juga mencari makan dengan berjualan Training itu.
Never Mind...
Trend ini bisa disebut inovative, selama para penjaja training ini dalam praktek jualannya tidak lupa untuk menerapkan ilmu yang mereka ajarkan kedalam bisnisnya sendiri yaitu MENCARI TARGET MARKET YANG SESUAI dan MENERAPKAN ETIKA BISNIS yang SANTUN.

Semoga :)



-Tyas Palupi-
Owner Babysalmon.com

Selasa, 29 Maret 2016

MDR Ohhh.. MDR

Sebagai pemilik usaha yang memiliki mesin EDC sebagai alat pembayaran di toko saya, tidak lah asing bagi saya menerima keluhan dari customer terkait pengenaan MDR (Merchat Discount Rate) untuk penggunaan kartu kredit maupun debit yang berlainan bank dengan Provider EDC kami.



Apa sih MDR itu?
MDR atau Merchant Discount Rate secara simple dapat diartikan berupa Fee yang di kenakan oleh bank kepada merchant yang dalam kasus ini bisa di ambil contoh adalah toko saya.

Sebagian orang, atau bahkan saya sendiri tadinya sempat beranggapan bahwa charge yang dikenakan jika kita menggunakan kartu kredit adalah akal-akalan dari si empunya toko. Nyatanya memang charge itu sesungguhnya menjadi beban yang harus kami sebagai pemilik toko bayarkan kepada pihak bank. Cuma yang membedakan nilainya adalah masa kerja sama dan nilai transaksi yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk menetapkan tarif prosentate MDR yang dikenakan.
Untuk awal kerja sama biasanya pihak bank menetapkan 2-3% untuk nilai MDRnya, setelah berjalan, pihak merchant bisa mengajukan permohonan untuk penurunan tarif tersebut.

"Tapi, saya belanja di mall seperti M****** gak kena Charge mbak?"
Sekali lagi, saya pun sempat berpikiran seperti ini, sampai saat ini setelah begitu banyak penawaran untuk pemasangan EDC di toko saya, saya selalu negosiasi untuk tidak dikenakan MDR dikarenakan saya tidak ingin memberatkan customer dan tentu saja saya juga ingin berusaha memberikan benefit yang hampir menyerupai mall-mall tersebut agar menjadi daya tarik orang untuk berbelanja di sini.
Tetapi ternyata jawaban dari semua Vendor bank menyatakan, 
"Jika di suatu merchant pada saat pembayaran tidak dikenakan charge, bisa jadi karena itu merupakan merchant besar yang mungkin fasilitas untuk rate MDRnya sudah sangat kecil dan mereka sudah memasukan perhitungan charge tersebut dalam harga jual produk"
Jadi kesimpulannya semua merchant yang menggunakan EDC pasti menanggung beban MDR, tinggal bagaimana pemilik usaha melimpahkannya kepada customer.

Sempat terpikir untuk melakukan hal itu sih, namun rasa-rasanya tidak adil jika saya me mark up harga jual untuk menutupi MDR sementara yang berbelanja tidak selalu orang yang membayar dengan non tunai kan?
Di tambah lagi urusan ini masih abu-abu bagi saya apakah saya termasuk melakukan praktek riba atau tidak jika hal ini saya terapkan di toko saya?
Setelah melalui pertimbangan matang dan Alhamdulillah rate MDR kami sudah bisa kami turunkan maka kami memutuskan untuk tetap menerapkan MDR sesuai dengan Rate yang kami terima sebesar 1,8% untuk mesin EDC MANDIRI dan 2% untuk mesin EDC BCA. Charge ini tentu saja hanya berlaku untuk pengguna KARTU KREDIT dan KARTU DEBIT SELAIN MANDIRI dan BCA :)