Jumat, 08 April 2016

Training Online, Manfaat? Atau Sekedar Trend?

Saya termasuk newbie di dunia online shop atau bisnis online.
Meskipun latar belakang pendidikan saya adalah Magister Manajemen dan sudah kurang lebih 5 tahun menjadi entrepreneur ternyata bukan jaminan saya untuk langsung sukses di dunia jual beli online.
Pemahaman untuk situasi dunia maya sendiri yang menurut saya banyak abu-abu, di tambah penguasaan ilmu tentang digital marketing yang masih pas-pasan, dan satu lagi skill penulisan yang ciamik atau lebih kecenya di sebut dengan Tekhnik copywritting juga saya masih harus banyak belajar. Berbekal dari semua kekurangan itulah yang pada akhirnya mengantarkan saya berkenalan dengan TRAINING ONLINE. 
Pada awalnya saya ragu dengan training yang hanya di akses melalui social media, dan itu Facebook pula! Media sosial yang sudah lama tidak saya sentuh selain Fanpage nya sebagai media jualan toko saya. Walaupun ragu, tetapi rasa penasaran saya lebih besar untuk mencicipi seperti apa sih mengikuti training online saat itu.
Satu kali, dua kali hingga akhirnya saya tergiur beberapa kali mengikuti training online. Selain memang saya suka belajar hal-hal baru, selain itu banyak bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru memberikan nilai plus yang mendorong saya ketagihan mengikuti training-training online. Entah berapa banyak training yang telah saya ikuti, entah berapa banyak uang yang awalnya saya anggap sebagai investasi ilmu untuk modal fighting di dunia online shopping telah saya keluarkan.

BUSINESS IS BUSINESS
PENJAJA TRAINING ADALAH PEBISNIS

Ketika sudah terlalu dalam mencicipi dunia training online ini tanpa terasa saya masuk dalam lingkaran komunitas yang terbentuk di dalamnya. Pada awalnya saya berpikiran amat sangat positif bahwa komunitas ini bertujuan untuk membantu meningkatkan pendidikan perempuan dalam dunia bisnis. Saya lupa, mungkin untuk ukuran saya 100 atau 200ribu keluar untuk belajar via online tidak terlalu berat, karena sesungguhnya saya berharap bisa belajar bisnis di Lembaga-Lembaga Pelatihan Manajemen besar yang satu sesi coachingnya sudah di atas 5juta rupiah.
Tapi apa ini juga yang di rasakan oleh ibu-ibu pemilik onlineshop yang mungkin saja memang untuk makan sehari-hari amat sangat bergantung dari usahanya tersebut?
Lantas mereka di brainwash untuk melakukan investasi ilmu dengan mengikuti training-training online berbayar yang sebetulnya jika para owner online shop besar mau sedikit merendahkan hatinya memberikan pelatihan gratis sebagai betuk CSR?
Yaaaa..sekali lagi penjaja training tersebut adalah pebisnis, mereka mungkin juga mencari makan dengan berjualan Training itu.
Never Mind...
Trend ini bisa disebut inovative, selama para penjaja training ini dalam praktek jualannya tidak lupa untuk menerapkan ilmu yang mereka ajarkan kedalam bisnisnya sendiri yaitu MENCARI TARGET MARKET YANG SESUAI dan MENERAPKAN ETIKA BISNIS yang SANTUN.

Semoga :)



-Tyas Palupi-
Owner Babysalmon.com

BELAJAR BISNIS DARI PERJALANAN UMROH

Perjalanan Umroh saya dan suami di akhir Januari kemarin, bukan hanya meninggalkan cerita-cerita rohani sebagai Pencerahan untuk hati dan Jiwa kami saja. Tetapi sebagai Pelaku Usaha, kami juga mendapatkan pelajaran tentang betapa pentingnya SERVICE EXCELLENT dan bagaimana membangun sebuah usaha yang bukan hanya berorientasi kepada UNTUNG dan RUGI dari sisi materi, tetapi membangun sebuah usaha sebagai ladang untuk mencari berkah DUNIA dan AKHERAT.

Agen Travel itu bernama MIHRAB QOLBY

Travel ini sudah bukan travel yang asing untuk saya dan suami, dikarenakan ini merupakan kali ketiga keluarga kami menggunakan jasa travel ini untuk melakukan perjalanan Umroh. Di awali pada tahun 2012 saat itu Mama, papa dan Eyang putri kami yang pertama kali berangkat menggunakan travel ini, lalu di tahun 2014 mama dan papa kembali berangkat Umroh juga menggunakan Travel ini, dan selanjutnya saya dan suami yang kemudian berkesempatan berangkat bersama Mihrab Qolby di akhir Januari 2016 lalu.
Bukan tanpa alasan keluarga kami tidak berkeinginan untuk pindah menggunakan agen travel lainnya. Dua kali sebelumnya saya hanya sebatas mendengar cerita dati ayah dan ibu saya betapa mereka begitu mendapatkan suasana Religius dan pendampingan Ibadah yang teramat dalam selama perjalanan mereka. Ini juga yang saya rasakan ketika saya berkesempatan untuk berangkat sendiri dan merasakan pengalaman demi pengalaman sendiri.

MIHRAB QOLBY --> SUJUDKAN HATI
Diperkuat dengan Tag Linenya yang bertajuk:

"Perjalanan Suci Menuju Perubahan Hati"

Bukan tanpa alasan dan tanpa visi dan misi yang jelas pihak Mihrab memilih kalimat ini sebagai Taglinenya. Mihrab menganggap perjalanan Umroh dan Haji adalah merupakan media PERUBAHAN dan PERBAIKAN Qolbu / hati seorang hamba.
Seperti selalu diucapkan oleh Bunda Ningrum Maurice selaku petinggi Mihrab pada kesempatan manasik "Kami ini akan mengantarkan tamu-tamu Allah, ini Hajatannya Allah, Panitianya Rasulullah, jadi kami wajib untuk memberikan Pelayanan yang terbaik bukan hanya sekedar mengejar keuntungan semata."
Ucapan tersebut bukanlah isapan jempol belaka atau kata-kata indah semata yang terucap sebagai penguat marketing tools sebuah badan usaha. Karena harus diakui dan saya rasakan sendiri betapa pelayanan yang mereka suguhkan tidak sebanding dengan biaya yang kami keluarkan sebagai ongkos perjalanan umroh kami.

Di mulai dari MANASIK UMROH yang di selenggarakan 1 hari full dimulai pukul 08.00 - 17.00 di BALAI KARTINI, seperti kita tahu berapa sewa hall di salah satu gedung pertemuan yang bisa disebut bintang lima di Jakarta ini tidak membutuhkan dana yang kecil pastinya?
Walaupun sebelumnya sudah mendengar bahwa manasik dengan Mihrab dilaksanakan hampir seharian, tetap saja ketika saya belum menjalaninya sempat muncul pertanyaan "Ngapain aja sih seharian?dengerin ceramah apa gak bosen yah selama itu?"
Tapi saat tiba harinya saya yang duduk di sana, waktu 9 JAM terasa begitu cepat berlalu bahkan rasanya kurang. Hal ini tentu saja pertama di tunjang oleh suasana tempat yang begitu nyaman, di dalam ruangan yang elegan, dengan suguhan table yang di set seperti layaknya seminar-seminar bussiness kelas atas, dan juga suguhan food and beverage yang memanjakan lidah dan perut.
Itu suguhan Dunianya yaah...
Suguhan Rohaninya?
Ini JAWARANYA..
Esensi Umroh di kupas tuntas, detail dan mendalam selama acara manasik ini.
Di bawakan oleh Assatid-assatid yang begitu pawai mengajak kita untuk bermuhasabah diri, membuat kita merenung dan bertanya kepada diri kita,
"Apa Niat kita Pergi berUmrah?"
Apakah sekedar jalan-jalan?  atau sudahkah kita memiliki niat yang lurus pergi ke Baitullah hanya untuk ALLAH semata?
Pengenalan tentang Kota Suci Mekkah dan Madinah pun di bahas, rukun-rukun ibadah, hingga ada sesi khusus berupa Fiqh Wanita yang diberikan langsung oleh Bunda Ningrum Maurice.
Belum sampai kaki saya menginjak tanah suci, namun hati sudah tergetar dengan semua materi yang di sampaikan pada saat manasik. Semakin tidak sabar rasanya untuk segera menanti hari keberangkatan menuju BAITULLAH tentu saja dengan niat LILAHITA'ALA semata-mata untuk ALLAH SWT saja.
Dan dikatakan bahwa pelayanan manasik ini bukanlah untuk RIYA atau bermewah-mewahan, tetapi pihak Mihrab mengharapkan betul Jama'ah yang berangkat betul-betul Tawadu' dan bisa menyerap semua ilmu yang diberikan pada saat manasik. 
Ini bisa dikatakan salah satu nilai plus Mihrab di bandingkan travel lainnya, karena saya sendiri sudah bertanya dengan keluarga maupun kerabat yang pergi umroh dengan berbagai travel lainnya, biasanya Manasik hanya di lakukan 2-3 Jam baik pada hari tertentu bahkan ada yang manasik baru dilakukan pada saat di ruang tunggu bandara menjelang penerbangan.

Suasana Manasik Umroh Mihrab Qolbi di Balai Kartini

Selain tentang Manasiknya, hal lainnya yang bisa saya katakan sebagai kelebihan MIHRAB QOLBY adalah bentuk PERSONAL BRANDING yang bebas di explore oleh masing-masing pembimbing Ibadah atau Assatid atau biasa disebut Ustadnya. 
Mengapa saya katakan seperti ini?
Jika, anda suatu hari nanti berkesempatan untuk beberapa kali pergi Umroh bersama Mihrab, pastikan ada merasakan bimbingan dari ustad yang berbeda-beda. Karena pasti akan anda temukan perilaku dan suasana ibadah serta ilmu yang beragam dan kaya manfaat tentu saja. Hal ini telah dibuktikan sendiri oleh orang tua saya yang seperti saya sebutkan telah dua kali pergi dengan Mihrab bersama dua Assatid yang berbeda.
Ada Ustad yang sangat berjiwa muda, menyampaikan dakwah dengan ringan namun menancap dan mudah di pahami oleh orang-orang yang bisa dikatakan masih awam ilmu agama seperti saya.
ada Ustad yang basicnya lebih ke pendekatan psikologi, tidak jarang mendengar jika ada yang sakit selama perjalanan berhasil beliau suggest untuk melakukan terapi batin dengan memohon kesembuhan hanya kepada Allah SWT.
Mihrab memang memberikan kesempatan untuk para Assatidnya tidak terpaku pada SOP yang pakem sehingga dengan memunculkan kelebihan dan keunikan yang dimiliki oleh masing-masingnya, lebih membuat suasana dakwah menjadi lebih menyenangkan dan tentu saja sesuatu yang di sampaikan dengan apa adanya pasti lebih mengena di hati para Jamaah dan juga suasana kekeluargaan begitu terasa selama perjalanan.

Dan yang terakhir adalah SERVICE AFTER SALES yang di berikan oleh Mihrab Qolby perlu di perhitungkan sebagai sisi lain kelebihan mereka. Di era Online seperti saat ini tentu saja di manfaatkan oleh pihak mihrab untuk selalu mengumpulkan para Jamaah dalam group-group Chat maupun social media lainya. Salah satu contoh adalah Group WA, setiap rombongan pasti di bentuk 1 group WA yang di komandani oleh Assatid yang membimbing perjalanan ibadah. Biasanya group ini dibentuk saat manasik, dan mulai 1 hari setelah manasik, hingga selama di tanah suci, hingga kembali ke tanah air, tidak henti-hentinya para Assatid ini memberikan Tausyiah online yang tentu saja bermanfaat untuk penyegaran iman. 
(Pssssstttt...sedikit bocoran karena rombongan saya kemarin banyak yang seumuran, bahkan kami sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan Ustad pembimbing kami sambil makan siang bareng, tapi sambil mendengarkan tausyiah dan konsul tentang Agama lho)

Tidak hanya itu saja, Majelis-majelis Ta'lim untuk Alumni pun rutin di gelar oleh pihak Mihrab Qolby dengan jadwal sebagai berikut:
- Hari Rabu Malam, Majelis Ta'lim di Kantor Mihrab Tebet
- Hari Sabtu Siang, Majelis Khusus Muslimah di Kantor Mihrab Tebet
- Hari Minggu (Setiap minggu pertama perbulan) , Majelis Ta'lim di Masji Al-Latief Pasarraya Grande 
Semua ini semata-mata di berikan oleh Mihrab Qolby dengan alasan untuk menjaga Ke MABRURAN Jama'ah sepulang beribadah di tanah suci.

Semoga niat tulus MIHRAB QOLBI untuk menjadi travel penyelenggara Haji dan Umroh bukan hanya sebagai Travel yang hanya memberikan jasa perjalanan Haji dan Umroh tetapi betul-betul menjadikan HAJI DAN UMROH MEDIA PERUBAHAN DAN PERBAIKAN QOLBU SEORANG HAMBA.

Quba Mosque File Pribadi

MIHRAB QOLBY
PIC: 0813-88-912289


Selasa, 05 April 2016

EveryOne Have Their Own Battle

Semua orang pasti punya cerita masing-masing.
Baik senang maupun sulit.
Rangkaian cerita dalam hidupnya sedikit banyak akan membentuk karakter diri pada orang tersebut.

Everyone Have Their Own Battle
Kalimat ini yang sedang saya tanamkan dalam hati dan kepala saya, kalimat ini selalu saya ingat ketika saya berhadapan dengan karakter tertentu dari orang lain atau ketika saya mendengarkan cerita hidup seseorang.
Melalui kalimat ini, saya belajar untuk tidak mudah mengJudge seseorang kalau melihat atau merasakan perilakunya yang kurang berkenan.
Dan Melalui kalimat ini saya pun belajar untuk tidak mudah IRI jika melihat kelebihan pada orang lain. Jika orang tersebut lebih sukses, yang saya lihat adalah proses dari kesuksesan itu, bagaimana dia membangun kesuksesannya, permasalahan apa saja yang telah menempa metalnya menjadi sekuat baja sehingga berhasil mengantarkannya pada kesuksesan.

Yes,
Everyone Have Their Own Battle
You May Know My Story but Not all the Chapter.