Senin, 14 November 2016

WWL Story Part 2 DAY 1 at Home Vs Biskuit Kentang

Kalau Zhafran sudah bisa ngomong mungkin tatapan yang dia berikan kepada saya adalah seperti ini:

"Mi, mami tau Pisau gak? Mami tau hati aku tercabik-cabik karena mami sudah gak kasih aku nenen mi?"

Whuaaahhhhhhhhh :'( :'( :'(
DRAMA is just begin!

Yahhh..walaupun sebelumnya saya sempat cerita, saat Zhafran di rumah eyang dia fine fine saja. Tanpa nenen maminya siang atau malam pun ya adem ayem tanpa kerewelan yang dramatis memang di sana.
Tapiiii.......
Kondisi ini tidak berlaku ketika kami sudah kembali ke rumah kami lagi!
Nangis-nangis, tantrum, sampai cakaran-cakaran dari kuku kecilnya pun harus saya dan papinya terima semenjak kami pulang ke rumah dan melewati masa-masa penyapihan.
(Uhm..ya bahkan sang kakak pun beberapa kali kena pukulan atau tendangan kesal dari Zhafran juga lho :( )

Sebelum saya cerita tentang malam pertama kami pulang ke rumah, sebetulnya tanda-tanda "kerusuhan" ini sudah kelihatan waktu Zhafran sempat di bawa jenguk saya ke Rumah Sakit.

Hari Kamis sore, karena saya belum di izinkan pulang, maka saya meminta suami untuk mengajak anak-anak dan mama saya untuk datang. Kangeeeeen banget rasanya saat itu.

Ketika baru tiba di Rumah Sakit, Zhafran langsung dinaikan ke tempat tidur dan tiduran di samping saya. Ahhhh..senang rasanya melihat senyum lucu malu-malu nan menggemaskan dari jagoan kecil saya itu ketika kami baru bertemu.
Dan, seperti yang sudah kami duga, tidak lama kemudian dia langsung ngusel membuka baju saya. "Ettsss...ade masih kenyang kan baru mimi susu tadi di mobil" kata eyangnya berusaha mencegah Zhafran meminta Asi.
Cukup Berhasil ternyata. Kemudian tidak berapa lama anak ini asik bermain bersama kakaknya di dalam kamar perawatan saya.
Namun, pertahanannya hanya berlangsung beberapa menit saja! Mungkin di tambah faktor kondisi sore itu dia mengantuk, rewel lah dia memaksa untuk naik lagi ke tempat tidur saya demi mendapatkan apa yang tadi dia minta.
Akhirnya, dengan terpaksa papinya mengajak anak-anak untuk berpamitan agar Zhafran tidak semakin rewel di sana :"(

Dan sejak sore itu hingga kami jemput mereka di hari Jum'at sore, kabarnya Zhafran mulai lebih agak galau dan lebih manja.
(Sepertinya dia sudah merasakan ada firasat yang gak enak barangkali :p )

Lalu, DRAMA pun berlanjut di hari Jum'at malam ketika kami sudah di rumah, menjelang waktu Zhafran tidur.
Dia Guling..guling..merengek..rengek hingga tangisan tersedu-sedupun harus kami saksikan hingga akhirnya tertidur sendiri juga *fhiuuuhhh*

Malam itu, yang saya ingat dua kali Zhafran terbangun, dua kali juga di buatkan susu tapi dia tidak mau minum sampai akhirnya (saya lupa jam berapa malam itu), Zhafran dan papinya akhirnya duduk berdua di pinggir tempat tidur dan asik memakan biskuit kentang tengah malam! Hahahahahahahaaha

Saking sang papi sudah kehabisan akal mau alihin pakai apa si Zhafran, sementara kondisi saya masih amat sangat berat untuk bangun. :")

Yaaaa this is it..malam pertama kami di rumah terselamatkan dengan BISKUIT KENTANG! ;)

((NEXT: WWL STORY PART 3 MAMI HARUS GIMANA??))

Weaning With Love (WWL) THE STORY BEGIN

"Tolong..Jangan HAKIMI KEPUTUSAN saya.."

Hari ini memasuki hari ke 6, dan menuju malam ke 4 Ade Zhafran di Sapih.

21 Bulan.
Yaaa belum genap 24 bulan atau 2 tahun memang, dan tidak beda jauh dengan kakak Salsa, bisa dibilang, proses penyapihan Zhafran pun Weaning with Love by Accident.
Sama-sama pas saya harus di rawat inap di Rumah Sakit!

Bedanyaaa...
Dulu jaman nyapih si kakak, ya karena saya hamil si Ade dan harua merasakan fase ngidam yaaang begitu draaamaatis!
Tapi kalau kemarin, saya harus di opname karena terserang Thypoid :(
(Damn it..! Mami jagoan kalah sama Salmonella hiksss)

So, dari Selasa malam tanggal 8 November zhafran yang harus tidur di rumah eyang terpaksa deh jauhan sama "gentong asi" nya. Alhamdulillah, biarpun Zhafran begitu Addictnya sama ASI kalau lagi sama saya, tapi untuk kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan kita berjauhan, dia gak rewel. Jadi selama saya di opname, tidak ada kendala ataupun kerewelan yang menyusahkan eyangnya dalam mengurus Zhafran di waktu tidur malam sekalipun.

Selama di perawatan, dan mengingat penyakit yang sedang saya derita saat ini, serta mempertimbangkan banyak hal bersama sang papi (*tsaahhhh), kami akhirnya memutuskan untuk MENYUDAHI proses pemberian ASI untuk Ade Zhafran sekarang saja :'(

Jangan ditanya perasaan saya, kalau boleh jujur dari hati yang terdalam, berat rasanya akan kehilangan banyak moment intim bersama lelaki kecil saya tersebut. Belum lagi, tiba-tiba masih suka mellow mengingat awal-awal proses kehamilan, melahirkan, dan perjuangan untuk bisa memberikan ASI EKSKLUSIF di 6 bulan pertama untuknya, sebagai wujud pembayaran hutang janji saya yang sejak awal sudah berniat untuk bisa kasih Asi Eksklusif jika diberi kesempatan memiliki anak setelah kakak salsa. *lap air mata*

Tapi..saya sadar..
Saya hanya manusia biasa yang saat ini memiliki banyak keterbatasan.
Banyak pertimbangan yang sudah kami (saya dan suami) pikirkan matang-matang sebelum mengambil keputusan ini.
Masih banyak tanggung jawab dan momen-momen indah lainnya yang bisa dan pasti akan kami lewatkan selepas masa ini.
Ini HANYA masalah waktu..
Cepat atau lambat kami harus melewati proses ini.

Dear pembaca, para ibu yang mungkin lebih BERUNTUNG bisa menggenapkan pemberian ASI untuk sang buah hatinya, saya ucapkan selamat. Kalian HEBAT! Dan satu hal saya mohon......
Jangan HAKIMI KEPUTUSAN saya :)

((Next : WWL Part. 2 Menghadapi KEGALAUAN Zhafran))

Jumat, 24 Juni 2016

Cerita si Anak Tunggal

Ceritanya sore itu mau menghibur teman yang lagi berduka, setelah kepergian ayahnya beberapa waktu lalu. Alih-alih kita yang menghibur eh malah di kasih kata-kata super buat saya pribadi.

"Lu yg kuat ya yas....bokap nyokap tumpuan sama lo doang...kmrn pas bokap kritis..gw pontang panting dicariin bokap, pihak rs dll...entah kenapa teorinya dg load peredaran yg tinggi gtu seharusnya asma gw kambuh, dan gw tepar...
Tapi Masya Alloh...gw lebih fit dr org2 sekitar gw"

Jleeebbbb..
Bagai ketimpuk batu, ungkapan sahabat saya seperti menampar saya mengingatkan "Someday, mungkin kamu akan di posisi itu lho yas!" Sebagai SATU-SATUNYA TUMPUAN.

Walaupun ada suami, dan anak-anak, tetapi ada tanggungan bakti yang harus saya "bayarkan" kepada mama dan papa, yang tidaklah mungkin bisa saya wakilkan atau bagi kepada suami dan anak-anak saya.

Apakah saya Mampu?
Apakah saya sanggup?
Saya HARUS mampu!
Saya HARUS sanggup!

Mungkin mereka atau kalian yang tidak merasakan menjadi kami "Si Anak Tunggal", hanya bisa melihat sisi "Enaknya". Tidak punya pesaing, segalanya hanya buat saya, bahkan tidak jarang yang paling buat saya terkadang ingin mensolasi mulut orang adalah yang bicara tentang "Yaa warisan kan cuma buat elo Yas!"
Yesss semudah itu orang menilai. Dan terkadang mengkerdilkan effort atau usaha yang susah payah kami (si anak tunggal) perjuangkan sendiri.

Sekali lagi, kami adalah
THE ONE AND ONLY,
SATU-SATUNYA TUMPUAN
HARAPAN PERTAMA dan TERAKHIR
Untuk orang tua kami.
Nilai-nilai budi yang mereka ajarkan, akan menjadi Baik atau malah kami jatuhkan karena keteledoran kami di masa yang akan datang, itu semua menjadi tanggung jawab kami.

Well, mungkin ada segelintir anak tunggal yang begitu menikmati takdirnya dengan hanya bermanja-manja pada apa yang telah di berikan orang tua. Tetapi tidak untuk saya!

Sekali lagi, Anak Tunggal bukanlah Anak Manja. Kami punya tanggung jawab serta beban moral yang begitu besar demi menjaga dan memberikan Bakti yang terbaik untuk orang tua yang telah meletakan SATU-SATUNYA TUMPUAN hidupnya.

Semoga saya bisa menjadi Tumpuan yang terbaik untuk mama dan papa.

Senin, 20 Juni 2016

Punya AMBISI pun harus CERDAS!

Usaha yang Hebat itu bukan hanya yang sekedar memiliki Omzet besar dan cepat di kenal banyak orang. Tapi usaha bisa dikatakan hebat apabila sudah memiliki Profit yang terjaga dan akan selalu melekat dalam ingatan siapapun yang mengenalnya.
Sabtu lalu, saya kembali menginjakkan kaki saya ke Ruko di Anggrek. Tempat di mana semua harapan baru selama hampir tiga tahun saya bangun di sana. Ada rindu, haru dan banyak perasaan yang berkecamuk di hati saya. Saya kembali kesana bukan untuk kembali lanjutkan membangun mimpi saya di tempat itu, melainkan hari itu saya dan suami harus mengembalikan kunci dan bertemu dengan pemilik ruko untuk mengakhiri masa sewa yang kami gunakan.

Apakah ini pertanda mimpi dan impian saya berakhir?

Tidak..
Kami memindahkan impian dan harapan kami ke tempat yang baru.

Lebih kecil, lebih kurang terlihat, namun pilihan ini telah melewati wirid yang cukup panjang. Beberapa kali menjalankan Istikharah sebelum membuat keputusan pindahan ini, dan berkali-kali juga saya di berikan mimpi setelahnya selalu suasana toko di rumah yang hadir dalam mimpi tersebut.

Rumah di Alpinia
Rumah yang telah  empat tahun sebelumnya kami tinggali.
Tempat pertama kali kami bahagia membangun keluarga baru berdua pasca menikah.
Tempat saksi kebahagian kami menanti kelahiran anak pertama kami.
Dan sekarang di tempat ini kami akan kembali merapihkan impian kami.

"Mami jangan sedih yah karena toko harus pindah ke rumah? Ingat saja impian mami dulu kan ingin punya toko yang walaupun bukan di keramaian tapi tetap di cari orang bukan? Di sini kita akan berjuang untuk itu mi."
Ahhh..suami saya memang paling tahu bagaimana meredakan perasaan sensitif saya ini.

Tanpa  sekat kaku bangunan sebuah ruko, dengan suasana KENYAMANAN sebuah rumah, di sini saya akan berjuang mewujudkan impian saya yang sesungguhnya akan konsep sebuah Toko Penjualan Perlengkapan Bayi.

Tak apa ketika saya harus menepi sejenak untuk lebih membuat perencanaan yang matang demi perkembangan ke depan usaha kami. Toh memang sudah waktunya kami membangun pondasi yang lebih kuat demi menopang pertumbuhan usaha yang lebih kokoh dan kelak bisa kami wariskan untuk anak cucu kami.

Tutup telinga dan pertebal hati ketika harus mendengar ocehan sekeliling yang mengatakan "Gak sayang sudah punya usaha di tempat bagus, dengan perkembangan yang bagus tapi malah menepi?" 

Usaha yang Hebat itu bukan hanya yang sekedar memiliki Omzet besar dan cepat di kenal banyak orang. Tapi usaha bisa dikatakan hebat apabila sudah memiliki Profit yang terjaga dan akan selalu melekat oleh yang mengenalnya.

Daaaaannnnnnn sekaraaang..
Saya sedang meredam AMBISI saya dengan KECERDASAN yang sebelumnya mungkin sering saya ragukan kalau saya memilikinya :p 
Menata kembali sistem internal dengan mengumpulkan pembelajaran-pembelajaran yang kami temukan sejak pertama kali memulai usaha ini.

Bismillah
Depok, 20 Juni 2016
Tyas Palupi

Jumat, 10 Juni 2016

RIBA OHH RIBA....


Kemarin, timeline Facebook saya di penuhi dengan postingan seorang teman di friendlist, yang menceritakan tentang kisahnya yang pernah terjerat dalam RIBA dan perjuangannya dalam usaha melepaskan jeratan tersebut. Dan pagi ini postingannya tersebut telah di share dan mendapatkan komentar yang jumlahnya sudah mencapai ribuan. Banyak PRO dan KONTRA yang pasti terjadi dalam komentar-komentar pada postingan tersebut. 

Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi, harus diakui bahwa tulisan pada hadist yang saya tuliskan di atas pembuka tulisan ini telah terjadi kebenarannya saat ini. Praktek RIBAWI memang telah merajalela. Dan Saya pun PERNAH atau malah bisa dikatakan MASIH BERJUANG untuk membersihkan sisa riba yang lampau. 

Mirip dengan apa yang di alami teman saya tadi, saya pun sempat TERLENA dalam buaian semu jeratan ribawi. Kalau boleh sedikit membela diri, awalnya mungkin saya dan suami tidak menginginkan harus masuk dan nyaris tenggelam karena jeratan ribawi tersebut. Tetapi keadaan memaksa kami untuk berkenalan dengan hutang demi hutang dan kredit bank.

Perusahaan suami saya yang pada awalnya mendapatkan "Janji-Janji Manis" bahwa usaha kami akan mendapatkan support ternyata NOL BESAR. Dan pada akhirnya kami harus menjalankan project demi project yang telah masuk dalam proses, dengan mengandalkan KREDIT BANK. Bukan hanya sekedar surat dukungan, karena kami masih tergolong usaha kecil yang memulai semua dari Nol, kami terpaksa harus berkenalan dengan KREDIT TANPA AGUNAN. Memang betul prosesnya sangat mudah dan sekali memulai, akan terus menerus mendapatkan kemudahan demi kemudahan untuk menambah nilai hutang kami. Dan hingga pertengahan tahun 2015 kemarin hutang kami sudah bukan saja ratusan juta nilainya tapi sudah hitungan MILYAR!

Dan betul yang banyak di katakan dan apa yang sudah tertulis jelas dalam Al Qur'an, bahwa praktek RIBA ini hanya akan mendatangkan kesengsaraan demi kesengsaraan. Bukan mendapatkan kekayaan atau harta yang bertambah, hidup kami bisa dikatakan nyaris BERANTAKAN. Dari mulai tagihan macet yang pada akhirnya membuat kami tidak sanggup tepat waktu dalam membayar angsuran, hasil dari usaha toko kami, yang padahal modalnya saja tidak menggunakan kredit bank, juga harus merasakan dampaknya. Penjualan Toko yang besar pun tidak dapat sempat kami rasakan dikarenakan harus digunakan untuk menutupi tagihan demi tagihan. 

Harus diakui BERAT sekali menjalani hari demi hari pada masa itu. Tapi ketentuan ALLAH itu memang INDAH. Di akhir keputus asaan kami akan alur hidup kami semasa itu, Allah mengijinkan kami untuk berkunjung dan memulai muhasabah melalui perjalanan ke tanah sucinya di awal tahun kemarin. Sudah banyak kami mengeluh dan akhirnya kembali menyusahkan orang tua kami karena keterpurukan ini. Di kesempatan ibadah di tanah suci, saya dan suami menumpahkan semua beban di hati dan memohon ampunan dalam setiap sujud. Entah berapa banyak air mata penyeselan yang kami tumpahkan setiap sujud baik di masjid Rasulullah atau di hadapan Baitullah. Dan hasilnya TITIK BALIK kami pun dimulai. 

Sepulang dari Umroh, mata dan hati kami seperti semakin dibukakan Allah. Informasi tentang larangan riba dan apa saja dampaknya dengan mudah sampai untuk kami. Muhasabah kami semakin dalam. Dan terus saja kami mohon ampun atas DOSA yang telah membawa kami dalam jurang hampir kehancuran. Dan mungkin saat ini belum bisa saya ceritakan dengan gamblang bagaimana pada akhirnya saat ini, satu persatu Allah membersihkan harta kami dan menyelesaikan masalah kami. Dan JANJI Allah itu PASTI, bukan hanya membersihkan dan menyelesaikan tetapi bahkan Allah mulai mengganti kesulitan kami dengan kenikmatan-kenikmatan yang tidak kami duga dan bisa kami sangka. SUBHANALLAH!

Sebagai umat muslim yang harus berpegang kepada ajaran Al - Qur'an, kita WAJIB meyakini bahwa memang sebisa mungkin menjauhkan diri dan praktek RIBA! Karena JELAS tertulis dalam beberapa ayat Al - Qur'an yang sangan MELARANG praktek riba seperti yang akan saya coba tuliskan di bawah ini:

يَمْحَقُ اللهُ الرِّبَوا وَيُرْبِى الصَّدقَتِ واللهُ لاَيُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيْم 
Artinya: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah SWT tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa. ” (Q.S. Al-Baqarah: 276) 

يَايُّهَا الَّذِىْنَ أَمَنُوْا التَّقُوْا اللهَ وَذَرُوْا مَابَقِيَ مٍنَ الرِّبَوا اِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ 
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut), jika kamu orang yang beriman.” (Q.S. Al-Baqarah: 278)

 وَاَخْذِهِمُ الرِّبَوا وَقَدْ نُهُوْا عَنْهُ وَاَكْلِهِمْ اَمْوَالَ النَّاسِ بِاالْبَاطِلِ وَاَعْتَدْنَا لِلْكَفِرِيْنَ مِنْهُمْ عَذَابًا عَلِيْمًا
Artinya: “Dan disebabkan karena mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (Q.S. An-Nisa: 161)

Tanpa bermaksud menggurui atau merasa UJUB diri, saya hanya ingin mengingatkan kepada saudara, keluarga, teman dan sahabat yang mungkin membaca tulisan saya ini, bahwa, mungkin saat ini kita telah berada pada masa di mana praktek RIBA tidak dapat 100% kita hindari. Seperti pada hadist yang disebutkan di atas :".......yang (berusaha) tidak memakannyapun akan terkena debu (riba) nya.". Jadi, sebisa mungkin jauhkan lah diri kita atau paling tidak kita hanya terkena debunya saja dari dosa riba ini.

Maksudnya bagaimana?
Mudah saja, yang terbiasa memudahkan diri untuk melakukan transaksi dengan Kartu Kredit misalnya, mulai sekarang jika transaksi yang hendak dilakukan bukan merupakan kebutuhan yang mendesak, dalam arti tidak mengancam nyawa atau menyengsarakan ya di tunda saja. Penjelasan lainnya mungkin bisa di tanyakan kepada yang lebih ahli lagi :)

Salam
@tyaspalupi

Senin, 06 Juni 2016

Puasa "Pertama"

Yeiiiyyyyyyyyy...!!

Hari ini bukan hanya hari pertama bulan Ramadhan. Karena buat saya, hari ini adalah betul-betul Ramadhan yang PERTAMA kali setelah dua tahun berturut-turut saya absen puasa! 😂

2014 - Saat awal hari pertama Ramadhan terpaksa harus saya lewati di Rumah sakit. Hal ini dikarenakan kehamilan kedua saya yang saat itu baru memasuki usia tiga bulan saat itu disertai dengan syndrome ngidam yang luaarrrrrr biasaaaaa membuat saya antipati dengan makanan sampai akhirnya harus di infus. Dan yang serunya lagi, menjelang akhir bulan puasa di tahun ini, jugaharus saya lewati di Rumah Sakit karena terkena cacar air.
Fhiuuuuuuhhhhh...nyaris saya dan keluarga saat itu akan melewati Idul Fitri di rumah sakit. Karena pada akhirnya saya bisa keluar pada H-1 menjelang hari raya juga dengan menggunakan surat perjanjian. 😅

2015 - Ramadhan di tahun ini si Ade Zhafran baru menginjak usia 4 bulan. Niat saya dan suami untuk memberikan full ASI Eksklusif sampai si Ade usia 6 bulan memaksa saya tidak dapat menjalankan ibadah puasa di tahun ini.
Eittttsssssss, jangan nyinyir dulu soal keimanan yah.
Keputusan ini saya ambil bukan tanpa percobaan terlebih dahulu. Semua anjuran tips-tips sukses menyusui selama berpuasa yang saya baca dari majalah, google sampai obrolan nyinyir para mamuce (mama muda cekaliii) sudah saya jalankan!
Mengupayakan pola makan yang sehari 3 kali di optimalkan pada saat sahur dan berbuka.
Hasilnya?
Sukses puasa hari kedua saya mencret-mencret karena perutnya kepenuhan. 😂
Saya coba lagi di hari ke empat setelah perut membaik untuk mengurangi porsi makan dari hari sebelumnya, yang terjadi adalah maag saya kambuh saudara -saudara!

Jadi, jika saya boleh membela diri, bukan hanya sekedar alasan karena hamil dan menyusui saya tidak menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dua tahun kemarin.

Dan hari ini, di tahun 2016 ini walaupun saya masih tetap menyusui si Ade, Alhamdulillah saya sudah lebih siap dan Insha Allah dimampukan untuk merasakan lagi kenikmatan berpuasa di bulan Ramadhan.

Bulan seribu bulan, dimana bertabur berkah dan ampunan. Insha Allah saya ingin ikut serta dalam "kompetisi" di bulan ini untuk sebanyak-banyaknya meraih kemenangan AMPUNAN, BERKAH serta RAHMAT dan HIDAYAH dari Allah SWT.

Selamat berpuasa
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga kita bisa meraih KEMENANGAN di Bulan yang penuh BERKAH ini.

Love,
Tyas Palupi

Rabu, 01 Juni 2016

My BAPER Mood ON

Sejak mengatakan ingin melakukan semacam INOVASI HATI di akhir tahun 2015 lalu, saya banyak menemui banyak HAL yang membuat saya merasakan bahwa ALAM menyetujui dan bahkan mendukung penuh niat tersebut.

Entah saya harus mulai dari mana tulisan ini, yang jelas saat ini saya sedang merasa berada dalam proses MUHASABAH diri yang cukup panjang dan dalam. Belum tahu sampai kapan proses ini akan saya akhiri. Atau mungkin proses ini memang sesungguhnya tidak ingin saya akhiri hingga SANG MAHA PENCIPTA yang mengakhiri seluruh proses kehidupan saya.

Hari demi hari saya lalui, masalah demi masalah saya lewati, entah berapa banyak manusia baru yang saya telah temui. Semua meninggalkan PELAJARAN yang saya resapi.
Ahhhhhhhhh..
Mungkin bagi bahasa kekinian sekarang saya terlalu BAPER!

Yaa saya BAPER..
Saya BAPER akan semua KESALAHAN yang pernah atau bahkan masih bersarang di HATI saya.
Saya BAPER akan keMINIMan ILMU untuk lebih DEKAT dengan SANG PENCIPTA!
Saya BAPER karena ternyata selama ini saya telah melangkah jauh mendahului KEHENDAKNYA!
Saya BAPER karena saya TIDAK PERNAH TAHU berapa lama lagi saya bisa BERNAFAS!
Saya BAPER apakah saya masih diberi kesempatan untuk BERTAUBAT?
Saya BAPER melihat ORANG TUA kami yang semakin MENUA namun kami masih belum sempat BERBAKTI...

Dan pada akhirnya saya memilih untuk ter DIAM.
Dalam DIAM saya MELIHAT lebih LUAS
Dalam DIAM saya BERSUJUD lebih DALAM
Dalam DIAM saya MERASAKAN banyak getaran yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya.

Entah butuh berapa lama saya harus TERDIAM dan meresapi segala keBAPERAN saya, hingga saya menemukan arti dari dan bisa lebih di Cintai ALLAH SWT.

Depok, 1 Juni 2016
@tyaspalupi

Selasa, 26 April 2016

Emansipasi Wanita ?

Beberapa hari lalu, tepatnya pada tanggal 21 April, seperti biasa di negara kita memperingati hari nasional yaitu yang biasa kita kenal dengan HARI KARTINI. Sudah lumrah dan menjadi kebiasaan di sekolah-sekolah dan bahkan kantor-kantor biasanya mengganti penggunaan seragam pada hari itu dengan baju adat nasional. Untuk para ibu-ibu yang mempunyai anak sekolah Usia Dini hingga Sekolah Dasar, di hari itu sibuk mendandani anaknya dengan pakaian adat lengkap dengan atributnya.  Tidak jarang juga aktivitas perayaan ini, dibeberapa sekolah menjadi ajang  lomba busana adat dengan berbagai lomba dan kegiatan meriah lainnya.

Berbeda dengan aktivitas anak-anak, kalau untuk perkantoran khususnya di beberapa perusahaan yang bergerak di consumer goods atau service, biasanya hanya para karyawan wanita yang berubah tampilan menggunakan kebaya dengan kain batik. Seperti tanggal 21 kemarin saat makan siang saya melihat pelayan wanitanya menggunakan kebaya encim atau kutu baru yang dimodifikasi. Sayang saya lupa photo-photo mereka. Lagipula khawatir mereka nanti ke Ge-eran kalau saya ajak photo sih. (hehehehehehehehe....)

Lain di dunia nyata, lain pula dengan dunia maya atau perbincangan Netizen di tanggal 21 April lalu. Satu hal yang membuat saya sempat kaget adalah beredarnya banyak situs atau link yang bertajuk "PERINGATAN HARI KARTINI ADALAH PEMBOHONGAN SEJARAH."
Jreeeeeeennnnnnggggggggggggggggggg....!

Sebagai masyarakat dan perempuan yang bukan ahli sejarah (maklum saya belajar sejarah cuma dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMA, itupun jaman SMA belajar juga kalau mau ujian doang), jujur saya agak kaget dan kepo juga untuk membuka link demi link yang bertebaran di newsfeed social media saya. Daaaannnn...hasilnya membuat saya semakin kepo pemirsa! hahaha

Banyak perdebatan di sana yang pada intinya sebagian besar mempertanyakan seperti ini:
"Mengapa hanya Kartini yang hari lahirnya di peringati sebagai hari nasional, sedangkan dalam sejarah banyak sekali Pahlawan Nasional yang bahkan berjuang langsung berperang dengan mengorbankan darah dan nyawa tetapi namanya tidak seterdengar Kartini?"

Tentang Pengorbanan darah dan nyawa ada lagi penjelasan yang menjelaskan seperti ini:
"Kartini itu tidak berperang dengan mengangkat senjata kepada penjajah, bahkan Kartini justru berada di lingkungan priyayi atau bangsawan yang amat dekat hubungannya dengan kolonial masa itu."

Ahhhh sudah lah saya pada akhirnya pusing dengan itu. Tidak ingin ikut memanaskan suasana atau langsung berkomentar mana yang salah atau benar, tetapi saya malah tertarik untuk melihat kembali sejarah siapa itu R.A Kartini dan apa perbedaan beliau dengan Pahlawan lainnya?

Sampai di sini saya jelaskan dulu, kalau harapan kalian yang membaca tulisan ini adalah kemudian saya akan menuliskan biografi pahlawan-pahlawan wanita nasional. Upsssss maaf..Anda salah! hehe..Sekali lagi saya bukan ahli sejarah, dan batas kekepoan saya terkadang tidak mengantarkan saya sampai sedemikian dalam dan belum bisa untuk menuliskan Biografi. Tetapi saya menemukan beberapa tulisan dan pemikiran menarik yang menjadi renungan untuk PRIBADI saya, dan saya harap mudah-mudahan juga bisa menjadi renungan para WANITA, IBU dan PEREMPUAN "masa kini" yang membaca tulisan saya ini dikemudian hari.

Oke, mari kita lanjutkan..
Setelah saya membaca link demi link kontroversial tersebut, ada dua hal yang menarik untuk saya yang pertama seperti yang tadi saya sebutkan yaitu menengok kembali tentang sejarah R.A. Kartini.

Raden Adjeng Kartini, lahir di Jepara Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879. Beliau berasal dari keluarga priyayi atau kelas bangsawan jawa. R. A Kartini di kenal hingga saat ini melalui karya-karya tulisan yang banyak beliau buat semasa hidupnya yang bercerita tentang kehidupan wanita pribumi di masa itu. Salah satu tulisannya yang menjadi cikal bakal adanya istilah Emansipasi Wanita yaitu karyanya yang betajuk "Habis Gelap Terbitlah Terang."

Dan di saat saya sedang mencari-cari sejarah tentang R.A Kartini, dikarenakan banyaknya berita kontroversial yang beredar fokus saya pun langsung terpecah untuk mengamati pemberitaan pahlawan nasional wanita lainnya. Dan bodohnya saya adalah saya malah dalam hati baru terpikir "Ohhhhh.. ternyata banyak yah pahlawan nasional wanita di Indonesia" , maklum yang saya ingat pun hanya sebatas R.A Kartini dan Cut Nyak Dien hehehe..

Dalam pencarian saya tersebut ada satu tulisan yang betul-betul menarik untuk saya telaah dan resapi. Yaitu tulisan dari ROEHANA KOEDOES. Beliau adalah seorang pendiri surat kabar perempuan pertama di Indonesia. Roehana Koedoes lahir di koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 20 Desember 1884. Semasa hidupnya beliau juga merupakan wartawan Indonesia. Seperti yang banyak dilansir media elektronik, Roehana hidup di zaman atau era yang sama dengan Ibu Kartini. Di mana pada masa itu, diskiriminasi untuk kaum perempuan mendapatkan pendidikan yang layak amat sangat dibatasi. Dengan berbekal semangat dan perjuangannya beliau mendirikan sekolah khusus untuk perempuan. Untuk yang ingin tahu lebih detail tentang siapa dan apa saja yang telah di lakukan oleh Roehana Koedoes bisa search di beberapa media online. Karena sekali lagi saya bukan ingin menguraikan sejarah masing-masing pahlawan wanita di Indonesia dalam tulisan ini.

Nah, poin menarik yang menjadi tujuan pencarian saya jatuh pada sepenggal karya tulisan dari Ibu Roehana Koedoes, yang sempat juga saya posting dalam status Facebook saya beberapa waktu lalu, yaitu:
"Perputaran Zaman tidak kan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala KEMAMPUAN dan KEWAJIBANNYA. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat PENDIDIKAN dan PERLAKUAN yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani. berAKHLAK dan berbudi pekerti luhur, TAAT BERIBADAH yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ILMU PENGETAHUAN."
JLEEEEEEBBBBBBBBBBBBBB...
MAAAKKKJLEEEBBBBBBBBBBBBBBBBB..
Itu yang saya rasakan ketika membaca sepenggal tulisan ini. Semakin di resapi membuat saya kembali merenung dan muhasabah diri sendiri. Sebagai perempuan masa kini atau bahasa kerennya "yang kekinian" entah sudah berapa lama saya juga terlena untuk melupakan KODRAT atau KEWAJIBAN utama saya sebagai perempuan.

Merasa beruntung memiliki kebebasan dan kemerdekaan untuk bisa mengenyam pendidikan ke jenjang yang tinggi, telah membuat saya di penuhi ambisi untuk menyamai kedudukan atau bahkan lebih tinggi dari laki-laki. Di mana AKHLAK saya sebagai istri? sering kali karena terlalu lelah mengejar ambisi dunia, saya bangun tidur saja lebih siang dari suami saya. Alasan lelah, pusing, dan semacamnya mungkin sudah jadi santapan sehari-hari yang harus kami temui. Padahal seperti yang di sampaikan dalam kalimat terakhir tulisan Roehana di atas adalah harus TAAT BERIBADAH. Sejatinya, ilmu pengetahuan yang di dapatkan oleh wanita haruslah membawa kita untuk lebih taat beribadah.

Sebagai seorang muslim, dalam ayat Al-Qur'an maupun Hadis telah di janjikan bahwa Wanita adalah Kunci Surga! Bagaimana bisa kita menjadi kunci surga yang akan membukakan pintu-pintu surga untuk para suami, ayah, anak-anak kita jika kita saja sudah lupa dan terlena akan ambisi untuk menyamai kedudukan laki-laki?
Sebuah renungan untuk diri saya sendiri, seorang istri dan ibu dari dua malaikat kecil kami, yang saat ini sedang mencari jalan Ridha Allah agar bisa mempersiapkan Surga untuk keluarga tercinta baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Apapun kontroversi yang terjadi seputar Pahlawan-pahlawan wanita, sepatutnya kita tetap harus berterima kasih atas segala perjuangannya. Karena Bangsa yang Besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya.



Selasa, 19 April 2016

#Bahagiadirumah

Menjadi istri dan seorang ibu dari kedua buah hati saya saat ini, sejujurnya bisa dikatakan saya masih jauh dari kata Sempurna. Impian untuk bisa mengurus sendiri rumah dan buah hati kami hingga saat ini belum sepenuhnya bisa saya jalankan. Sehari-hari kami masih harus merepotkan Eyangnya anak-anak untuk membantu menjaga anak-anak di kala saya harus mengurusi usaha kami pada siang hingga petang.

Keputusan untuk tidak menggunakan jasa pengasuh maupun ART memang sudah kami sepakati. Tanpa bermaksud menyudutkan siapapun yang memilih untuk menggunakan jasa tersebut, tetapi bagi saya dan suami, kami merasa lebih ikhlas jika anak-anak kami di peluk dan dicium oleh keluarga daripada oleh orang lain. Lagipula Kesibukan kami yang sama-sama berkecimpung sebagai wirausaha juga Alhamdulillah cukup untuk kami memiliki Fleksibilitas dalam membagi waktu antara anak-anak, rumah dan keluarga serta pekerjaan. Walaupun dalam prakteknya kami sadari masih amat sangat banyak kekurangan. Tapi kami tidak ingin berlarut dan hanya terfokus pada kekurangan atau ketidaksempurnaan yang saat ini masih menjadi hambatan kami. Kami tetap berusaha semampu dan sekuat kami untuk menjadikan semuanya Well Done!

Ketika di luar sana saya banyak mendengar keluhan seperti :
"Aduhhh anak-anak gak bisa ditinggal"
"Bagaimana usaha saya mau maju, saya selalu kerepotan"
"Kerjaan dirumah aja seabrek bagaimana saya mau jualan untuk tambah penghasilan keluarga?"
"Anak-anak kalau sama neneknya jadi manja banget ini itu diturutin jadi pada besar kepala dan tantrum!"
Tanpa bermaksud untuk merasa sempurna, saya hanya bisa mengatakan "JALANI SAJA SEMAMPUMU, dan BERUSAHA LAKUKAN SAJA YANG TERBAIK."

Masa-masa di mana serasa ada jarak dengan anak-anak yang harus kita titipkan pengurusan dan pengawasannya sehari-hari walaupun dengan orang tua sendiri juga saya alami, bahkan hingga saat ini. Tetapi kembali lagi, semua ini harus kita jalani juga demi masa depan mereka, dan orang tua kita juga sudah rela dengan ikhlas hati membantu untuk memberikan pengawasan dan kasih sayang kepada buah hati kita selayaknya anak mereka sendiri.

Kelelahan setelah seharian beraktifitas di luar dengan segudang permasalahan yang tidak jarang menguras tenaga, pikiran dan emosi kita, kemudian pulang kerumah masih harus berhadapan dengan rengekan anak-anak yang mencari perhatian maupun harus berhadapan dengan kondisi rumah yang berantakan karena mainan yang bertebaran juga pernah saya alami dan bahkan MASIH saya sering temui. Lelah? Pasti..Kesal? Humanly Yes!!

Tapi bayangkan, jika kita pulang ke rumah setelah berlelah peluh di luar mencari nafkah, ketika pulang rumah kita terlihat rapi dan selalu bersih namun kita tidak pernah mendengar celotehan si kecil, tidak ada yang merengek dengan bau asem khas anak-anak yang memeluk kita, yang aroma dan pelukan kecilnya sebetulnya menenangkan dan amat menyejukan hati kita. Apakah kita masih bisa tersenyum di saat lelah? Untuk apa materi yang kita cari seharian tanpa ada mereka yang ingin kita bahagiakan kehidupannya?

So, berbahagialah kita para wanita, istri dan ibu yang masih bisa produktif di luar rumah, dengan segala keterbatasan yang kita punya, STOP MENGELUH dan lakukan selalu yang TERBAIK dan PENUH CINTA untuk suami, anak-anak, orang tua dan keluarga serta sesama. Karena kebahagian seorang Wanita lah yang bisa menciptakan SURGA DI RUMAHnya. :)

Tulisan ini di ikut sertakan dalam #28Novaversary 

Add caption

Nostalgia Era Awal 2000

Pagi ini saya disuguhi oleh lagu-lagu lawas milik Christina Aguilera dan Backstreetboys selama perjalanan. Sebut saja Genie in the bottle dan I want it that way, dua lagu ini pernah hits di tahun 1999 hingga 2000 awal, namun sampai hari ini setiap lagu ini di putar di radio atau dimanapun tanpa terasa memancing naluri saya untuk ikut bersenandung dan terkadang goyang-goyang ala ABG ngebayangin video clip christina Aguilera joget-joget :p (kalau ini sih biasanya kalau di mobil dan langsung dapet tatapan Jijay dari Pak Su..hahahahahahaha).
Bukan tanpa alasan yah, tapi harus di akui karya-karya penyanyi angkatan saya (upss..berasa artis amat Yas?) ehm..saya ralat..
Maksudnya penyanyi era akhir 90an hingga awal 2000an memang karyanya bisa dibilang patut diacungi jempol, karena mereka dalam 1 Album, hampir seluruh lagunya menjadi hits dan bisa nongkrong berhari-hari di Billboard Chart hampir di seluruh belahan dunia rasanya pada masa itu, berbeda dengan penyanyi sekarang yang paling hanya 1 atau 2 lagu yang menjadi hits dan lainnya bikin bertanya "ini lagu apaan sih?" 
Bukan hanya dari sisi karya lagunya saja, saya masih ingat sekali bagaimana para artis ini juga membawa pengaruh besar dalam pengaruh fashion anak muda atau remaja di masa itu. Masih ingat gaya oldschool -nya Britney di video Baby One More Timenya kan? dengan gaya kemeja plus sweeter, rok atas lutut dan kaos kaki panjang. Hayooo ngakuu siapa yang pernah ke sekolah dengan gaya ini? Selamaaaat! kamu pasti juga jadi langganan masuk ruang BP! ahahahahahaha..
Scene Baby One More Time Clip 
Tidak hanya sebatas outfit, highlight rambutnya Christina Aguilera di video clip Come on Over juga sempat membuat penjual Glitter Rambut atau cat rambut yang sekali oles buang, laku pada masa itu lho! Hayoo siapa yang pernah patungan bareng teman-teman satu genk untuk beli cat rambut oles ini terus di pakai buat gegayaan sepulang sekolah? hahahahaha..
Christina Aguilera
Selain Britney dan Christina, untuk penyanyi pria mungkin pada masa itu adalah masa kejayaan Boysband, sebut saja ada Backstreetboys, Nsync, A1, FIVE, Blue, 98 Degress dan yang paling hits dan masih buat saya penasaran ingin nonton konsernya adalah WESTLIFE! :D
Sebut saja single-single seperti It's Gonna Be Me, Bye Bye Bye, Swear It Again, Show Me The Meaning Of Being Lonenly dan lainnya karya mereka sampai hari ini masih banyak di putar dan diperdengarkan baik di koleksi pribadi, di pusat perbelanjaan maupun radio-radio.
Para boysband ini walaupun lagi-lagi penggemarnya sebagian besar adalah kaum hawa, tapi banyak juga teman-teman lelaki saya pada masa itu walaupun dengan penuh gengsi dan ala-ala anti padahal tidak jarang mereka juga meniru style dari rambut maupun gaya berpakaian para boysband ini. 
Ehhh..kamu yang baca?Mau ngelak??hayooo ngakuu deh! ahahaha

Nsync

Backstreetboys

Westlife

Blue
Nyaaaammmm... ehemm..glekkk... *aiiirrr manaaa aiiiirrr??? (suka tiba-tiba konslet lihat yang ganteng-ganteng begini euyy :p )

Tapi setelah flashback kembali ke masa-masa tadi, saya bersyukur menjadi bagian di Angkatan itu, di mana saya masih merasakan seseruan ngumpul di rumah teman sepulang sekolah membahas para artis favorite kami, bareng-bareng nyanyi lagu-lagu favorite kami sambil rebutan text lagu yang ada di cover kaset atau CD di masa itu. Dan kalau ada album yang tidak ada textnya kami bela-belain beli majalah remaja atau majalah music demi tidak ketinggalan jaman dan bisa merasa paling hits karena hapal dengan lagu-lagu yang Ngehits!
Belum lagi kalau ada konser, bela-belain ngerayu orang tua agar di kasih izin dan uang untuk bisa mnyaksikan Live Konser dan berdiri di bagian kelas Festival, jejogedan dan besoknya di sekolah berasa menjadi anak paling keren deh sesekolahan!

"A Picture is worth a thousand words, but the Memories are Priceless."


Kamis, 14 April 2016

Pentingnya Brand Awareness dan Filosofi Untuk Membangunnya

Apakah anda sudah memikirkan tentang pentingnya Brand Awareness?
Apa itu brand awareness? Mungkin kebanyakan dari kita belum familiar atau belum memahami pentingnya istilah dan pengaruh dari kehadiran brand awareness bagi usaha yang kita jalankan.
Secara Singkat yang di maksud dengan brand awareness adalah kemampuan calon pembeli atau customer untuk bisa mengenali dan mengingta sebuah merk. Dalam hal ini tentunya bisa meliputi nama, gambar/logo, serta slogan atau tagline tertentu yang digunakan oleh pemilik usaha sebagai pelaku pasar untuk mempromosikan produk-produknya.
Jadi, tidak salah dijika dikatakan bahwa brand awareness menjadi salah satu faktor penting yang dibutuhkan oleh pemilik usaha untuk memperkuat brand produknya. Sebab, tak  bisa dipungkiri jika semakin kuatnya brand produk kita dalam ingatan konsumen, maka akan dapat meningkatkan intensitas penjualan produk kita.
Harus saya akui, saya pun masih harus banyak belajar untuk meningkatkan brand awareness bagi usaha saya, nah dari beberapa hasil belajar dan pengamatan saya, mungkin beberapa informasi sederhana berikut ini bisa sedikit membuka mata dan menambah pengetahuan kita untuk mulai sedikit demi sedikit membangun brand awareness pada usaha kita. Berikut informasinya :
Nama BRAND yang MUDAH DIINGAT
Pastikan bahwa nama Brand yang anda pilih dan gunakan cukup mudah diingat atau bahkan lebih bagus mudah untuk di ucapkan oleh para konsumen. 
Saya coba ambil contoh sebut saja satu merk air mineral yaitu AQUA. Sekarang ini Aqua sudah menjadi top of mind untuk produk air mineral. Coba saja jika kita ke supermarket restoran atau warung ketika hendak memesan atau membeli air mineral lebih cepat untuk mengatakan "Saya pesan Aqua yah" walaupun ternyata yang di berikan atau yang kita dapatkan adalah merk air mineral lainnya.


Menciptakan PESAN UNIK
Buat pesan unik yang bisa membedakan merk kita dengan produk pesaing. Strategi promosi ini bisa kita lihat dari kesuksesan produk biscuit Oreo, dimana mereka memperkenalkan cara makan oreo yang unik yaitu dengan "Diputar - Dijilat - dan Dicelupin", dan sengaja menggunakan model anak untuk membidik pangsa pasar yang diinginkan (konsumen anak-anak).
sumber: Fanpage Oreo

SLOGAN atau JARGON
Menggunakan slogan atau jargon yang membantu konsumen untuk mengingat brand. Hal seperti ini bisa kita lihat dari kesuksesan iklan Indomie. Dimana sang produsen mengusung slogan “Indomie..Seleraku!” yang sekaligus bisa membantu para konsumen untuk mengingat brand mereka.
Hayoooo siapa yang di gak doyan Indomie?
Perhatikan LOGO yah bukan Mienya! :p
(sumber: google)
LOGO atau SIMBOL
Pilihlah logo atau simbol yang dapat dihubungkan dengan brand produk. Contohnya saja seperti kesuksesan logo McDonald’s yang menggunakan lambang menyerupai huruf “m” berwarna merah, sesuai dengan huruf awal yang tertera pada nama brand mereka.
sumber: Official Fanpage Mc Donald

PROMOSI secara KONSISTEN


Terakhir setelah urutan di atas semua telah kita lakukan dan miliki maka tugas yang berikutnya dan kedepannya adalah harus KONSISTEN untuk melakukan PROMOSI sebagai proses pengenalan dan edukasi kepada konsumen tentan produk ataupun brand yang kita miliki.

Jika pada pemaparan di atas saya menggunakan contoh beberapa brand besar yang sudah tidak asing untuk kita semua, sekarang saya akan memberikan beberapa contoh Usaha milik beberapa sahabat yang mungkin bisa juga kita ambil pelajaran bagaimana dan apa yang telah mereka buat dalam membangun brand untuk usaha mereka.

1. MIHRAB QOLBI


Sebelumnya saya pernah menuliskan review pengalaman saya tentang Mihrab Qolbi sebagai Travel Penyelenggara Umroh dan Haji yang konsisten dalam pelayanannya melayani Tamu-Tamu Allah.
Dari mulai nama:
Mihrab - Sujud
Qolbi - Hati
Mihrab Qolbi berarti Sujudkan Hati
Ditambah dengan Tag line atau Slogan " Perjalanan Suci Menuju Perubahan Hati"
Dalam visi misi dan pelayanan yang telah saya rasakan sendiri bahwa betul-betul Mihrab menginginkan setiap Jamaah atau customer yang berumrah atau berhaji bersama mereka, akan mendapatkan adanya PERUBAHAN HATI setelah perjalanan Ibadah Tersebut.
Untuk Lebih jelas  bisa kunjungi cerita di dalam blog saya juga yang bertajuk "Belajar Bisnis Dari Perjalanan Umroh"

2. FORE TRIP

Ketika saya bertanya asal apa arti dari Fore? kalau untuk arti Trip tentu saja jelas, artinya Perjalanan, dan tentu pas untuk menjadi nama suatu agen travel. Tapi untuk istilah FORE?
Ternyata ada cerita tersendiri untuk nama ini, seperti yang di kisahkan oleh mbak Esqee selaku pemilik dari bisnis ini,
FORE berasal dari kata FOR ESQEE
Nama ini diberikan oleh pasangannya yaitu Mas Taufan yang kebetulan keduanya memiliki hobby yang sama yaitu jalan-jalan atau istilah kekiniannya adalah backpakeran, dan dari hobby ini juga lah yang ternyata akhirnya mempertemukan mereka pada suatu masa perjalanan mereka.
Dilatar belakangi cerita ini juga yang akhirnya mereka mengusung tagline "TRIP AND LOVE" dan itu tertuang dalam logo usaha mereka.
Tentu saja tag line ini pastinya tidak semata-mata hanya karena mereka pasangan lalu membawa kata love di sana, tapi Love atau cinta di sini adalah mereka mengajak customernya adalah untuk mencintai Lingkungan khususnya alam Indonesia karena cita-cita mereka adalah juga untuk mengembangkan wisata di negeri ini, seperti yang juga selalu dikatakan oleh mba Esqee ketika di tanya kenapa tidak mengejar untuk membuka juga pelayanan perjalanan keluar negeri yaitu "Daerah-daerah di Indonesia banyak kok yang bisa di explore dan memiliki pemandangan yang gak kalah keren dari di luar negeri"

3. LACHOSINA PREMIUM HANDMADE


Untuk yang satu ini saya tidak bisa membedah arti nama karena beliau sang owner belum memberikan Acc saya untuk mengungkapkan apa arti dari kata LACHOSINA.
Kita bahas dari pemilihan Tagline yaitu "Complement Your Style" atau dalam bahasa yaitu berarti Melengkapi Penampilanmu, lengkap dengan logo L seperti Mc. Donald tadi tentu saja mbak Silma menginginkan Logo tersebut mudah diingat dengan huruf L. Dan yang uniknya adalah terdapat gambar Diamond atau berlian di sana, sebagai tanda bahwa Lachosina ingin menjadi atau menurut saya sih sudah cukup berani untuk membangun dirinya sebagai merk Premium dan berkelas.
Hal ini dibuktikan dengan konsistensi sang owner untuk betul-betul mengedepankan sisi kualitas dari produk yang mereka pasarkan.

HPO
Dan sekali lagi sayapun juga sudah melihat dan membuktikans sendiri bahwa ini bukanlah hanya sembarang gambar tapi sudah terlihat pada kualitas produk yang dimiliki lachosina, dan saya sudah menggunakannya.

Cooler Bag

Penjabaran di atas walaupun tadinya niatnya agak singkat tetapi menjadi agak panjang, ditambah dengan beberapa pemaparan contoh yang telah di lakukan oleh teman-teman saya, semoga bisa bermanfaat menambah pengetahuan demi kemajuan usaha maupun bisnis Anda.


-Tyas Palupi-



Cerita Tentang si Salmon dan Filosofinya

"Mbak jualan ikan yah?"
Atau...
"Eh kirain toko ikan mbak..hehehe"
Yaahh begitulah kira-kira ekspresi atau ungkapan yang saya sering temui jika menyebutkan BABY SALMON SHOP. Saya di kira tukang ikan atau jualan makanan ikan dan macam ikan-ikan lainnya. hehehe.
Tapi gak baper sih, wajar aja kalau yang beranggapan seperti itu karena mereka belum tahu kalau sebetulnya Baby Salmon itu adalah toko perlengkapan bayi. Dan sejujurnya currious effect ini yang memang sejak awal ingin saya timbulkan dengan memberikan nama menggunakan nama ikan. Kenapa saya menginginkan adanya currious effect, karena saya percaya ketika orang penasaran atau merasa heran akan keanehan dan ketidak biasaan suatu hal, justru itu akan lebih melekat diingatan mereka, POIN Pertama. *Teori ala Tyas* :p
Tapi merunut kebelakang, mengapa sampai saya menemukan nama ini bukanlah perkara yang istilahnya asal goblek dan hanya berdasarkan asumsi teori ala-ala saya tadi lho. Ini sudah saya coba pertimbangkan dengan melewati masa pencaharian tujuh hari tujuh malam, dengan mendaki gunung dan melewati lembah, serta dengan kekuatan bulan yang akan menghukumu! *Woiiii..fokuusss yaasss, mau cerita apa mau nonton Sailormoon sih?!
*upss maaf..oke balik serius
Jadi ketika saya dan suami sudah matang untuk memulai menjalankan usaha Penjualan Perlengkapan Bayi, masalah kedua yang kami pikirkan adalah masalah nama. Nama bukan hanya sembarang nama yang hanya akan menjadi tulisan sebagai simbol pada spanduk, ataupun Logo, tetapi saya menginginkan nama tersebut memiliki filosofi mendalam yang bisa memberikan aura energi positif bagi kelangsungan dan semangat pertumbuhan bagi usaha kami kelak. *Tsaaaahhhh Kibas Jilbab*
Menolak Ide dari suami dan beberapa masukan kerabat dekat untuk menggunakan nama Anak sebagai nama toko, karena saya anggap menggunakan nama Anak sudah sangat amat terlalu Mainstream pemirsa! Akhirnya pada suatu subuh, entah awalnya bagaimana saya juga agak lupa, saya terpikir dengan ikan Salmon. Dan pikiran saya saat itu sebetulnya berasal dari alasan yang sepele khas mama-mama muda yang merasa kekinian waktu anaknya mulai kasih MPASI adalah memberikan makan anaknya IKAN SALMON. 
Harga daging ikan salmon di pasaran maupun di supermarket cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan ikan lainnya, tetapi kandungan gizinya dipercaya cukup tinggi dan bagus bagi perkembangan bayi, maka tidak heran banyak ibu-ibu yang bela-belain merogoh kocek lebih dalam untuk bisa menyediakan menu bubur salmon, atau olahan salmon lainnya untuk sang buah hati tercinta.
Berangkat dari kesimpulan hasil pengamatan inilah yang selanjutnya menjadi POIN Kedua yang membuat saya ingin menggunakan nama Salmon sebagai label usaha kami. Kami ingin barang-barang atau produk bahkan service yang kami berikan di toko kami, akan menjadi sesuatu yang "bergizi" untuk mendukung tumbuh kembang bayi dan anak-anak, sehingga para orang tua bisa merasakan manfaat berbelanja produk di kami sama halnya dengan mereka berusaha memberikan ikan Salmon demi memenuhi gizi buah hati mereka. Yaa kami ingin dicari dan menjadi sesuatu yang "Di bela-belain" istilahnya, walaupun ada yang lebih murah tetapi kami bisa mempunyai nilai yang lebih dibandingkan yang lain.
Dan POIN Terakhir, justru saya temukan ketika toko mulai berjalan dengan menggunakan nama Salmon. Seperti yang telah banyak di kutip dan dituliskan di berbagai macam media, mari kita simak kisah FILOSOFI IKAN SALMON dan HIU KECIL berikut ini :
FILOSOFI IKAN SALMON dan HIU KECILUntuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan, Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es.
Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapnya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup. Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut. Bagaimana caranya mereka menyiasatinya? Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di kolam tersebut. Ajaib! Hiu kecil tersebutt ‘memaksa ‘ salmon-salmon itu terus bergerak karena jangan sampai dimangsa. Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit !Diam membuat kita mati! Bergerak membuat kita hidup.
Barangkali kurang lebih itulah pesan moral yang dapat kita tangkap dari gambaran tersebut diatas.
Apa yg membuat kita diam?
Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman. Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena. Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati. Ironis , bukan?
Apa yang membuat kita bergerak?
Masalah, pergumulan dan tekanan hidup.
Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha bagaimana mengatasi semua pergumulan hidup itu.
Disaat saat seperti itu biasanya kita akan ingat Allah dan berharap kepada Allah . Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa!
Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup
Itu sebabnya syukurilah ‘hiu kecil’ yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive!
Masalah hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bergerak…dan menjadi tangguh.
Cerita di atas mengajarkan tentang kekuatan untuk terus BERGERAK. Ikan Salmon yang notabene jauh jika dibandingkan dengan hiu, justru malah survive ketika harus berhadapan dengan hewan pemangsanya tersebut.
Kembali ke spirit yang ingin saya bangun di usaha ini adalah, di Luar sana, di sekeliling kami, kami harus bersaing dengan ribuan bahkan jutaan toko-toko bayi besar yang sudah lebih dulu mempunyai nama, pelanggan dan lebih di kenal orang. PR terbesar kami adalah tidak boleh patah semangat dan terus bertumbuh untuk bisa menghadapi persaingan. Belajar dari filosofi di atas, kami adalah salmon kecil yang mungkin saja akan di mangsa oleh Hiu Kecil (para pesaing), tetapi kami yakin kami akan terus bergerak dan bertahan untuk terus BERTUMBUH, HIDUP dan MAJU!

Yessss this is Us..This is Our Store That Be Build Fullfill with LOVE.
BABY SALMON SHOP
We Served It With LOVE


Depok, 14 April 2016
Tyas Palupi
Owner Baby Salmon Shop

Rabu, 13 April 2016

Gak Pernah Jualan, Sekarang CINTA Sama Dunia JUALAN!

Dunia dagang atau jualan bisa dibilang termasuk hal baru untuk saya. Maklum, dari kecil sampai kurang lebih 3 tahun yang lalu saya belum pernah sekalipun melakukan aktivitas Jualan, bahkan sekedar jualan dari teman ke teman.
Kalau dibilang punya cita-cita untuk bisa jualan, bisa iya bisa juga enggak.
Tapi ternyata sekarang I Love my Job, My Daily Routine, and My New Experience!

Semua ini berawal ketika saya sedang mengandung anak pertama saya, ketika kehamilan saya memasuki usia 8 bulan, saya dan suami iseng mengisi weekend untuk jalan-jalan ke Bandung. Berbekal informasi dari sepupu kami di sana ada Toko Perlengkapan Bayi yang recommended untuk di sambangi. Karena kebetulan usia kehamilan sudah melewati masa pantangan untuk berbelanja, jadilah hari itu saya dan suami sengaja mampir ke sana dan berbelanja perlengkapan untuk persiapan kelahiran si kakak.
Masuk ke Baby Shop atau pusat perlengkapan bayi yang bisa dibilang cukup lengkap dan nyaman di sana jujur saja merupakan pengalaman baru buat saya. hehe maaf agak norak yah? Maklum saja terlahir dan besar sebagai anak tunggal tentu saja membuat saya jarang menyambangi tempat-tempat semacam ini sebelumnya, kalaupun ada keperluan untuk membeli hadian bagi teman atau keluarga biasanya hanya mampir di toko-toko kecil atau sekalian di supermarket.
Whoaaahhhhhhhh...Kalaaaap deh pokoknyaaaaa!
Tetapi Insting dagang suami, yang memang sudah cukup menginfluence saya untuk mulai menyukai dunia entrepreneur langsung bilang "Seru kayaknya ma, kalau kita bisa buka toko perlengkapan baby kayak gini yah?" Daaaannnn saya pun langsung menyetujui idenya saat itu.
Tapiiii...
Tidak saat itu juga kami langsung mengeksekusi keinginan kami tersebut, butuh dua tahun berikutnya kami baru betul-betul merealisasikan niat kami ini.
Berbekal hasil menyambangi beberapa pusat perlengkapan baby di Jakarta, Depok dan beberapa daerah lain yang pernah kami singgahi, ala-ala riset pasar dan kumpulin Ide, Alhamdulillah pada tahun 2014 lalu kami mulai mengeksekusi niatan kami untuk membangun usaha bersama sebuah Toko Penjualan Perlengkapan Kebutuhan Bayi, Ibu Hamil dan Menyusui yang harapan kami bisa menjadi Pusat Perbelanjaan terlengkap di Kota Depok.



Yaaaaa... dan sekarang, saya begitu menikmati peran saya sebagai penjual pakaian dan kebutuhan perlengkapan bayi, ibu hamil serta ibu menyusui untuk toko saya. Awalnya jujur saja waktu pertama toko buka, saya pun sempat merasakan canggung bagaimana menghadapi customer, bagaimana kalau mereka tidak puas, bagaimana mengahadapi komplainan. 
Tapi berbekal semangat dan terus melawan rasa takut demi mewujudkan cita-cita Alhamdulillah lama-lama saya mulai enjoy dan sangat menikmati pekerjaan ini. Bisa bertemu dengan banyak orang dan beragam karakter setiap harinya. Bisa bertukar cerita dengan para calon ibu yang sedang menunggu kelahiran buah hatinya. Melihat ekspresi kebahagian dari pasangan-pasangan baru yang sedang menanti kelahiran buah cinta pertama mereka itu terkadang membuat perasaan kita seperti terbius oleh aura bahagia mereka juga lhoo..
Ahh.. Subhanallah..



The Poin is..
Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan jika kita mau terus belajar dan berusaha.
Jadi, Bukan masalah BISA atau TIDAK BISA, Tapi lebih ke masalah MAU atau TIDAK MAU  untuk mencoba.



- Tyas Palupi -




Selasa, 12 April 2016

INOVASI Jangan Asal Coba-coba

JANGAN ASAL COBA-COBA

Sekilas seperti tagline sebuah produk anti nyamuk yah?
Tapi bukan itu yang mau di bahas.
Saya mau bahas sedikit tentang INOVASI untuk Usaha.
Saat ini kondisi ekonomi Global memang sedang banyak mengalami penurunan hampir di seluruh sektor usaha.
Yang paling terkena dampaknya tidak dipungkiri adalah barisan UMKM, walaupun digadang-gadang bahwa kehadiran MEA membuka banyak peluang tetapi tetap saja persaingan juga semakin keras.
Contohnya adalah dunia Online Shop yang banyak di geluti oleh para ibu-ibu rumah tangga dan pelaku usaha sektor minim lainnya.
Untuk itu setiap usaha perlu memikirkan untuk melakukan Inovasi-inovasi yang terbaik untuk bisa bertahan dan bersaing.
Tapi Inovasi bukan sembarang berinovasi.
Inovasi tidak hanya sekedar untuk coba-coba.
Inovasi tetap harus di sesuaikan dengan visi misi awal usaha yang kita bangun.
Inovasi tidak bisa dilakukan hanya sekedar ikut-ikutan.
Inovasi harus dipikirkan dengan matang.
Inovasi harus bisa di pertanggungjawabkan keberhasilan maupun Kegagalannya di masa depan.
Sekali lagi Inovasi tidak hanya sebatas TRIAL dan Error!
Inovasi JANGAN ASAL COBA-COBA.
BIJAKlah dalam berinovasi dan berInvestasi.

-Tyas Palupi-

Semangat Pagi
Selamat terus bertumbuh 😉

Jumat, 08 April 2016

Training Online, Manfaat? Atau Sekedar Trend?

Saya termasuk newbie di dunia online shop atau bisnis online.
Meskipun latar belakang pendidikan saya adalah Magister Manajemen dan sudah kurang lebih 5 tahun menjadi entrepreneur ternyata bukan jaminan saya untuk langsung sukses di dunia jual beli online.
Pemahaman untuk situasi dunia maya sendiri yang menurut saya banyak abu-abu, di tambah penguasaan ilmu tentang digital marketing yang masih pas-pasan, dan satu lagi skill penulisan yang ciamik atau lebih kecenya di sebut dengan Tekhnik copywritting juga saya masih harus banyak belajar. Berbekal dari semua kekurangan itulah yang pada akhirnya mengantarkan saya berkenalan dengan TRAINING ONLINE. 
Pada awalnya saya ragu dengan training yang hanya di akses melalui social media, dan itu Facebook pula! Media sosial yang sudah lama tidak saya sentuh selain Fanpage nya sebagai media jualan toko saya. Walaupun ragu, tetapi rasa penasaran saya lebih besar untuk mencicipi seperti apa sih mengikuti training online saat itu.
Satu kali, dua kali hingga akhirnya saya tergiur beberapa kali mengikuti training online. Selain memang saya suka belajar hal-hal baru, selain itu banyak bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru memberikan nilai plus yang mendorong saya ketagihan mengikuti training-training online. Entah berapa banyak training yang telah saya ikuti, entah berapa banyak uang yang awalnya saya anggap sebagai investasi ilmu untuk modal fighting di dunia online shopping telah saya keluarkan.

BUSINESS IS BUSINESS
PENJAJA TRAINING ADALAH PEBISNIS

Ketika sudah terlalu dalam mencicipi dunia training online ini tanpa terasa saya masuk dalam lingkaran komunitas yang terbentuk di dalamnya. Pada awalnya saya berpikiran amat sangat positif bahwa komunitas ini bertujuan untuk membantu meningkatkan pendidikan perempuan dalam dunia bisnis. Saya lupa, mungkin untuk ukuran saya 100 atau 200ribu keluar untuk belajar via online tidak terlalu berat, karena sesungguhnya saya berharap bisa belajar bisnis di Lembaga-Lembaga Pelatihan Manajemen besar yang satu sesi coachingnya sudah di atas 5juta rupiah.
Tapi apa ini juga yang di rasakan oleh ibu-ibu pemilik onlineshop yang mungkin saja memang untuk makan sehari-hari amat sangat bergantung dari usahanya tersebut?
Lantas mereka di brainwash untuk melakukan investasi ilmu dengan mengikuti training-training online berbayar yang sebetulnya jika para owner online shop besar mau sedikit merendahkan hatinya memberikan pelatihan gratis sebagai betuk CSR?
Yaaaa..sekali lagi penjaja training tersebut adalah pebisnis, mereka mungkin juga mencari makan dengan berjualan Training itu.
Never Mind...
Trend ini bisa disebut inovative, selama para penjaja training ini dalam praktek jualannya tidak lupa untuk menerapkan ilmu yang mereka ajarkan kedalam bisnisnya sendiri yaitu MENCARI TARGET MARKET YANG SESUAI dan MENERAPKAN ETIKA BISNIS yang SANTUN.

Semoga :)



-Tyas Palupi-
Owner Babysalmon.com