"Saya ikhlas bla...bla...blaa..."
Atau,
"Si Anu bilang katanya, ihh aku ini orangnya tulus banget yah, berasa lhoo dari pembawaannya"
Abis ini hati langsung berbunga-bunga, hidung kembang kempis, kaki berasa tidak menginjak bumi, badan rasanya melayang sampai ke langit ke tujuh!
Apa ini yang dinamakan IKHLAS????
Lain Waktu, tiba-tiba mendengar sesuatu yang kita lakukan dengan niat membantu orang lain atau dengan niat baik tetapi malah mendapatkan cacian dan cemoohan dari orang, lalu kita tersulut emosi dan marah-marah.
Pasang status di semua sosmed.
Sibuk mencari pembenaran diri.
Sibuk menginterogasi orang untuk mencari pengakuan dan membersihkan nama.
Apa benar kita sudah IKHLAS????
Ikhlas itu urusan HATI.
Mudah saja kita berkata kepada orang lain bahwa kita sudah ikhlas, tapi apakah kita sudah jujur dengan perasaan yang keluar dari hati kita sendiri?
Apakah kata Ikhlas yang keluar dari mulut ini, memberikan rasa TENANG dan NYAMAN di dalam hati?
Atau hati kita sebetulnya masih mencari suatu PEMBUKTIAN yang lebih dari sekedar kata IKHLAS?
Pada suatu pengajian, seorang guru berkata:
"Seseorang yang betul-betul merasakan IKHLAS dari dalam hatinya kerena mengharap Ridha ALLAH maka dia tidak GEMBIRA ketika disanjung, dan tidak KECEWA walau di cemooh. Dua hal yang bertolak belakang itu tidak akan merubah sikap dan sifatnya."
Apakah kita sudah mampu seperti itu?
Sekali lagi IKHLAS adalah urusan HATI..
Mari kita sinkronkan hati kita agar selaras dengan perbuatan dan tidak hanya menjadi kata-kata manis yang keluar sebagai PEMANIS LIDAH..
-Tyas Palupi-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar