Selasa, 29 Maret 2016

PERJALANAN SUCI MENCARI PERUBAHAN HATI (PART 5)

MADINAH MENUJU MEKKAH

RABU, 3 FEBRUARI 2016

SALAM PERPISAHAN DI DEPAN KUBAH NABI

Pada hari ini, tepatnya siang nanti selepas Dzuhur dan makan siang, saya dan rombongan akan berangkat menuju kota MEKKAH untuk melaksanakan ibadah umroh yang pertama. Sejak malam sebelumnya, kami sudah di instruksikan bahwa selepas Shalat Subuh pagi ini, kami semua harus berkumpul di depan KUBAH HIJAU untuk bersama-sama mengucapkan salam perpisahan kepada Baginda Rasulullah SAW.
Pagi yang masih sangat dingin kala itu di Pelataran Masjid Nabawi bercampur dengan keharuan yang tidak dapat di bendung. Perasaan senang karena beberapa saat lagi kami akan menuju ke Baitullah namun ada perasaan haru yang begitu mendalam ketika kami harus mengucapkan shalawat dan doa sebagai perpisahan dan pamit di hadapan Rasulullah SAW. Getaran di dalam hati dan bendungan air mata sudah tidak dapat tertahan lagi. Berpisah bukan untuk selamanya, karena sesungguhnya dimanapun dan kapanpun kita mengucap salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW Insha Allah Beliau dan Allah SWT selalu mendengar dan menjawab salam dan doa kita.
Begitu Indah suasana pagi itu..
Begitu Indah menatap Kubah Mu Ya Rasul..
Ijinkan suatu saat kami kembali ke Sini untuk mengucap salam di hadapanmu..

Pelataran Kubah Hijau
Di sinilah para rombongan Jamaah berkumpul biasanya untuk memberikan Salam Perpisahan
sebelum meninggalkan Madinah.

Doa, dan air mata mengalir hampir bersamaan di rasakan oleh semua Jamaah rombongan kami pagi itu. Dan bukan hanya rombongan kami saja, begitu banyak rombongan Jamaah dari berbagai negara yang pagi itu juga larut dalam kekhusyukan doa dan merasakan begitu dekat dengan Nabi Besar Muhammad SAW.

Setelah mengharu biru, tetap tidak ketinggalan Sunnah ke 6 perjalanan kami yaitu phot-photo, walaupun dalam keadaan muka bengep bekas menangis tapi Photo tetap harus diabadikan! hehehe



BERIHRAM 

Selepas waktu untuk mengucap salam di hadapan Nabi SAW, kami kembali ke hotel untuk sarapan dan langsung bersiap untuk BERIHRAM.

Berihram sendiri bukan hanya sekedar menggunakan pakaian yang serba tertutup kecuali muka dan telapak tangan bagi wanita, dan bagi laki-laki adalah menggunakan kain yang tidak memiliki jahitan.
Tahapan berihram yaitu:
1. Mandi
2. Memakai Pakaian Ihram
3. Mengambil Miqot dan berniat
Dan adapun setelah mengambil Miqot dan berniat maka berlaku larangan-larangan ihram, yang mungkin akan saya tuliskan di lain ke sempatan yah hehehe.
Hari itu kami terakhir melaksanakan Ibadah Shalat Dzuhur di Nabawi dengan para wanita sudah mengenakan baju putih-putih dan para lelaki sudah menggunakan kain ihram.
Selepas Dzuhur kami berangkat menuju Kota Mekkah dengan mampir ke masjid BIR ALI untuk mengambil MIQOT di sana.

Kami sudah menggunakan Ihram saat mau Shalat Dzuhur :)

MIQOT DI BIR ALI

Tahapan selanjutnya sebelum kami berUmroh yang paling penting yaitu mengambil MIQOT atau berniat baik niat ihram maupun Niat untuk berumroh. Pengambilan Miqot di area terluar dari Tanah Haram, pada waktu ini kami mengambil miqot di masjid Bir Ali.
Kondisi di Masjid Bir Ali siang itu tidak lah terlalu padat namun juga tidak bisa dikatakan lengang, karena ketika kami masuk hendak shalat ke dalam masjid pun sempat agak berdesakan dengan jamaah lainnya.
Miqot sendiri adalah melakukan Shalat Sunnah 2 Rakaat, bisa shalat sunnah hajat ataupun shalat sunnah Ihram, setelah menjalankan ini maka berlakulah larangan-larangan ihram sampai batas waktu nanti setelah kami selesai melaksanakan Ibadah Umroh yang terakhir yaitu Tahalul atau mencukur rambut.
Setelah selesai melaksanakan pengambilan Miqot, kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Mekkah dengan jarak tempuh kurang lebih 6 Jam perjalanan dari kota Madinah.

LABAIKALLAH HUMMA LABAIK....

Jamaah Wanita setelah Melaksanakan Pengambilan Miqot di Bir Ali


TIBA DI MEKKAH DAN UMROH PERTAMA

Perjalanan darat pertama yang lumayan panjang selama kami berada di Tanah Suci, kurang lebih 6 jam kami berada di Bis menuju kota Mekkah.
Pemandangan yang hanya gurun pasir gersang serta bukit-bukit terjal lah yang menemani perjalanan kami kala itu, Astagfirullahalazim, sempat terbesit rasa bosan dalam hati ketika di perjalanan, sehingga membuat saya memutuskan untuk memejamkan mata dan beristirahat guna mempersiapkan energi di malam nanti. Di tambah lagi, kejadian saya yang hampir terpleset ketika pertama tiba di Nabawi ternyata menyisakan ngilu yang cukup berat di tulang pinggang saya. Hanya Istigfar dan mohon ampun karena saya berusaha menerima ini mungkin sebagai teguran terhadap kelalaian saya selama ini. Sempat juga terbesit rasa takut dan berat untuk menjalankan rangkaian umroh dengan kondisi pinggang yang ngilu luar biasa ini.
Setelah lepas dari gurun pasir yang sempat membosankan, SUBHANALLAH akhirnya saya dibuat takjub dengan keindahan lampu-lampu ketika Bis kami mulai memasuki Kota Mekkah. Yang Luar Biasa lagi, kami di sambut dengan gerimis ketika mulai masuk ke kota Mekkah. ALHAMDULILLAH :)

Tiba di Mekkah kami langsung menuju hotel untuk Check In dan makan malam terlebih dahulu, jarak hotel kami di Mekkah tidak terlalu dekat seperti di Madinah, kira-kira kami harus berjalan sekitar 400 meter untuk menuju Masjidil Haram.

Selepas makan malam, saya dan rombongan berangkat bersama-sama menuju Masjidil Haram. Saat itu sekitar pukul 09.00 malam di Mekkah dan Subhanallah kota ini seperti tidak pernah tidur. Begitu banyak orang-orang yang masih masuk dan keluar masjid.

Aktifitas kami yang pertama ketika tiba di masjid adalah melakukan Shalat Jamak berjamaah Maghrib dan Isya. Selepas shalat kami langsung beranjak ke Area Thawaf yaitu menuju hadapan KA'BAH.
Mau tahu perasaan saya saat itu?
Lebih Deg-degan dan gak bisa diungkapkan dengan kata-kata ketika kaki ini melangkah mau berhadapan dengan Ka'bah.
Ditambah lagi, sebelum menuju masjid ketika di Lobby, Muthawif kami sempat cerita pengalaman-pengalaman beliau ketika mendapingi Jama'ah, ada Jama'ah yang TIDAK BISA MELIHAT KA'BAH bahkan sampai pengalaman beliau yang sempat berputar-putar dan tidak dapat keluar dari dalam Masjidil haram di karenakan perasaan emosi yang sempat hinggap di hatinya.
Yessss...segala sesuatu di luar nalar kita sebagai manusia awam bisa saja terjadi di sini sesuai kehendak ALLAH SWT!
Lantunan Istigfar tak henti-hentinya kami panjatkan, memohon ampunan dan izin untuk di mudahkan melaksanakan Ibadah ini. Saya sendiri memohon kekuatan karena pinggang saya terus menerus terasa sakit dan makin sakit dengan bertambahnya malam dan aktifitas jalan saat itu. 

ALLAHUAKBAR!!!
SUBHANALLAH!!
ALHAMDULILLAH!!
Itu yang terucap di hati saya ketika di hadapan saya terlihat jelas bangunan Kubus berwarna hitam, di kelilingi oleh entah ribuan atau jutaan orang yang sedang melakukan Tawaf.
Yaaa di hadapan saya terdapat rumah, bangunan yang menjadi kiblat arah seluruh umat muslim dari segala penjuru dunia menghadap ketika Shalat.
Tempat yang menjadi impian banyak kaum muslim untuk bersujud di MULTAZAMNYA.
Dan HARI INI saya berada di sini.
Saya TYAS PALUPI, seorang perempuan, seorang istri, seorang ibu, seorang anak, dan seorang manusia yang masih banyak menyimpan bongkahan DOSA berdiri di hadapannya. Di BAITULLAH!

Langkah demi langkah tawaf kami jalankan dengan penuh haru, bahagia, dan harapan mengalir bersama doa-doa yang kami panjatkan malam itu.
Lari-lari kecil dengan mengumpulkan kekuatan menahan nyeri di pinggang yang semakin terasa, saya   kuatkan untuk berjalan. walaupun akhirnya saya dan suami agak tertinggal dari rombongan karena saya tidak kuat mengikuti kecepatan rombongan.
Alhamdulillah tepat jam 01.00 kami menyelesaikan Ibadah Umroh kami yang pertama.

Berphoto di Bukit Marwah Selesai Sya'i


Tidak ada komentar:

Posting Komentar