Selasa, 26 April 2016

Emansipasi Wanita ?

Beberapa hari lalu, tepatnya pada tanggal 21 April, seperti biasa di negara kita memperingati hari nasional yaitu yang biasa kita kenal dengan HARI KARTINI. Sudah lumrah dan menjadi kebiasaan di sekolah-sekolah dan bahkan kantor-kantor biasanya mengganti penggunaan seragam pada hari itu dengan baju adat nasional. Untuk para ibu-ibu yang mempunyai anak sekolah Usia Dini hingga Sekolah Dasar, di hari itu sibuk mendandani anaknya dengan pakaian adat lengkap dengan atributnya.  Tidak jarang juga aktivitas perayaan ini, dibeberapa sekolah menjadi ajang  lomba busana adat dengan berbagai lomba dan kegiatan meriah lainnya.

Berbeda dengan aktivitas anak-anak, kalau untuk perkantoran khususnya di beberapa perusahaan yang bergerak di consumer goods atau service, biasanya hanya para karyawan wanita yang berubah tampilan menggunakan kebaya dengan kain batik. Seperti tanggal 21 kemarin saat makan siang saya melihat pelayan wanitanya menggunakan kebaya encim atau kutu baru yang dimodifikasi. Sayang saya lupa photo-photo mereka. Lagipula khawatir mereka nanti ke Ge-eran kalau saya ajak photo sih. (hehehehehehehehe....)

Lain di dunia nyata, lain pula dengan dunia maya atau perbincangan Netizen di tanggal 21 April lalu. Satu hal yang membuat saya sempat kaget adalah beredarnya banyak situs atau link yang bertajuk "PERINGATAN HARI KARTINI ADALAH PEMBOHONGAN SEJARAH."
Jreeeeeeennnnnnggggggggggggggggggg....!

Sebagai masyarakat dan perempuan yang bukan ahli sejarah (maklum saya belajar sejarah cuma dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMA, itupun jaman SMA belajar juga kalau mau ujian doang), jujur saya agak kaget dan kepo juga untuk membuka link demi link yang bertebaran di newsfeed social media saya. Daaaannnn...hasilnya membuat saya semakin kepo pemirsa! hahaha

Banyak perdebatan di sana yang pada intinya sebagian besar mempertanyakan seperti ini:
"Mengapa hanya Kartini yang hari lahirnya di peringati sebagai hari nasional, sedangkan dalam sejarah banyak sekali Pahlawan Nasional yang bahkan berjuang langsung berperang dengan mengorbankan darah dan nyawa tetapi namanya tidak seterdengar Kartini?"

Tentang Pengorbanan darah dan nyawa ada lagi penjelasan yang menjelaskan seperti ini:
"Kartini itu tidak berperang dengan mengangkat senjata kepada penjajah, bahkan Kartini justru berada di lingkungan priyayi atau bangsawan yang amat dekat hubungannya dengan kolonial masa itu."

Ahhhh sudah lah saya pada akhirnya pusing dengan itu. Tidak ingin ikut memanaskan suasana atau langsung berkomentar mana yang salah atau benar, tetapi saya malah tertarik untuk melihat kembali sejarah siapa itu R.A Kartini dan apa perbedaan beliau dengan Pahlawan lainnya?

Sampai di sini saya jelaskan dulu, kalau harapan kalian yang membaca tulisan ini adalah kemudian saya akan menuliskan biografi pahlawan-pahlawan wanita nasional. Upsssss maaf..Anda salah! hehe..Sekali lagi saya bukan ahli sejarah, dan batas kekepoan saya terkadang tidak mengantarkan saya sampai sedemikian dalam dan belum bisa untuk menuliskan Biografi. Tetapi saya menemukan beberapa tulisan dan pemikiran menarik yang menjadi renungan untuk PRIBADI saya, dan saya harap mudah-mudahan juga bisa menjadi renungan para WANITA, IBU dan PEREMPUAN "masa kini" yang membaca tulisan saya ini dikemudian hari.

Oke, mari kita lanjutkan..
Setelah saya membaca link demi link kontroversial tersebut, ada dua hal yang menarik untuk saya yang pertama seperti yang tadi saya sebutkan yaitu menengok kembali tentang sejarah R.A. Kartini.

Raden Adjeng Kartini, lahir di Jepara Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879. Beliau berasal dari keluarga priyayi atau kelas bangsawan jawa. R. A Kartini di kenal hingga saat ini melalui karya-karya tulisan yang banyak beliau buat semasa hidupnya yang bercerita tentang kehidupan wanita pribumi di masa itu. Salah satu tulisannya yang menjadi cikal bakal adanya istilah Emansipasi Wanita yaitu karyanya yang betajuk "Habis Gelap Terbitlah Terang."

Dan di saat saya sedang mencari-cari sejarah tentang R.A Kartini, dikarenakan banyaknya berita kontroversial yang beredar fokus saya pun langsung terpecah untuk mengamati pemberitaan pahlawan nasional wanita lainnya. Dan bodohnya saya adalah saya malah dalam hati baru terpikir "Ohhhhh.. ternyata banyak yah pahlawan nasional wanita di Indonesia" , maklum yang saya ingat pun hanya sebatas R.A Kartini dan Cut Nyak Dien hehehe..

Dalam pencarian saya tersebut ada satu tulisan yang betul-betul menarik untuk saya telaah dan resapi. Yaitu tulisan dari ROEHANA KOEDOES. Beliau adalah seorang pendiri surat kabar perempuan pertama di Indonesia. Roehana Koedoes lahir di koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 20 Desember 1884. Semasa hidupnya beliau juga merupakan wartawan Indonesia. Seperti yang banyak dilansir media elektronik, Roehana hidup di zaman atau era yang sama dengan Ibu Kartini. Di mana pada masa itu, diskiriminasi untuk kaum perempuan mendapatkan pendidikan yang layak amat sangat dibatasi. Dengan berbekal semangat dan perjuangannya beliau mendirikan sekolah khusus untuk perempuan. Untuk yang ingin tahu lebih detail tentang siapa dan apa saja yang telah di lakukan oleh Roehana Koedoes bisa search di beberapa media online. Karena sekali lagi saya bukan ingin menguraikan sejarah masing-masing pahlawan wanita di Indonesia dalam tulisan ini.

Nah, poin menarik yang menjadi tujuan pencarian saya jatuh pada sepenggal karya tulisan dari Ibu Roehana Koedoes, yang sempat juga saya posting dalam status Facebook saya beberapa waktu lalu, yaitu:
"Perputaran Zaman tidak kan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala KEMAMPUAN dan KEWAJIBANNYA. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat PENDIDIKAN dan PERLAKUAN yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani. berAKHLAK dan berbudi pekerti luhur, TAAT BERIBADAH yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ILMU PENGETAHUAN."
JLEEEEEEBBBBBBBBBBBBBB...
MAAAKKKJLEEEBBBBBBBBBBBBBBBBB..
Itu yang saya rasakan ketika membaca sepenggal tulisan ini. Semakin di resapi membuat saya kembali merenung dan muhasabah diri sendiri. Sebagai perempuan masa kini atau bahasa kerennya "yang kekinian" entah sudah berapa lama saya juga terlena untuk melupakan KODRAT atau KEWAJIBAN utama saya sebagai perempuan.

Merasa beruntung memiliki kebebasan dan kemerdekaan untuk bisa mengenyam pendidikan ke jenjang yang tinggi, telah membuat saya di penuhi ambisi untuk menyamai kedudukan atau bahkan lebih tinggi dari laki-laki. Di mana AKHLAK saya sebagai istri? sering kali karena terlalu lelah mengejar ambisi dunia, saya bangun tidur saja lebih siang dari suami saya. Alasan lelah, pusing, dan semacamnya mungkin sudah jadi santapan sehari-hari yang harus kami temui. Padahal seperti yang di sampaikan dalam kalimat terakhir tulisan Roehana di atas adalah harus TAAT BERIBADAH. Sejatinya, ilmu pengetahuan yang di dapatkan oleh wanita haruslah membawa kita untuk lebih taat beribadah.

Sebagai seorang muslim, dalam ayat Al-Qur'an maupun Hadis telah di janjikan bahwa Wanita adalah Kunci Surga! Bagaimana bisa kita menjadi kunci surga yang akan membukakan pintu-pintu surga untuk para suami, ayah, anak-anak kita jika kita saja sudah lupa dan terlena akan ambisi untuk menyamai kedudukan laki-laki?
Sebuah renungan untuk diri saya sendiri, seorang istri dan ibu dari dua malaikat kecil kami, yang saat ini sedang mencari jalan Ridha Allah agar bisa mempersiapkan Surga untuk keluarga tercinta baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Apapun kontroversi yang terjadi seputar Pahlawan-pahlawan wanita, sepatutnya kita tetap harus berterima kasih atas segala perjuangannya. Karena Bangsa yang Besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya.



Selasa, 19 April 2016

#Bahagiadirumah

Menjadi istri dan seorang ibu dari kedua buah hati saya saat ini, sejujurnya bisa dikatakan saya masih jauh dari kata Sempurna. Impian untuk bisa mengurus sendiri rumah dan buah hati kami hingga saat ini belum sepenuhnya bisa saya jalankan. Sehari-hari kami masih harus merepotkan Eyangnya anak-anak untuk membantu menjaga anak-anak di kala saya harus mengurusi usaha kami pada siang hingga petang.

Keputusan untuk tidak menggunakan jasa pengasuh maupun ART memang sudah kami sepakati. Tanpa bermaksud menyudutkan siapapun yang memilih untuk menggunakan jasa tersebut, tetapi bagi saya dan suami, kami merasa lebih ikhlas jika anak-anak kami di peluk dan dicium oleh keluarga daripada oleh orang lain. Lagipula Kesibukan kami yang sama-sama berkecimpung sebagai wirausaha juga Alhamdulillah cukup untuk kami memiliki Fleksibilitas dalam membagi waktu antara anak-anak, rumah dan keluarga serta pekerjaan. Walaupun dalam prakteknya kami sadari masih amat sangat banyak kekurangan. Tapi kami tidak ingin berlarut dan hanya terfokus pada kekurangan atau ketidaksempurnaan yang saat ini masih menjadi hambatan kami. Kami tetap berusaha semampu dan sekuat kami untuk menjadikan semuanya Well Done!

Ketika di luar sana saya banyak mendengar keluhan seperti :
"Aduhhh anak-anak gak bisa ditinggal"
"Bagaimana usaha saya mau maju, saya selalu kerepotan"
"Kerjaan dirumah aja seabrek bagaimana saya mau jualan untuk tambah penghasilan keluarga?"
"Anak-anak kalau sama neneknya jadi manja banget ini itu diturutin jadi pada besar kepala dan tantrum!"
Tanpa bermaksud untuk merasa sempurna, saya hanya bisa mengatakan "JALANI SAJA SEMAMPUMU, dan BERUSAHA LAKUKAN SAJA YANG TERBAIK."

Masa-masa di mana serasa ada jarak dengan anak-anak yang harus kita titipkan pengurusan dan pengawasannya sehari-hari walaupun dengan orang tua sendiri juga saya alami, bahkan hingga saat ini. Tetapi kembali lagi, semua ini harus kita jalani juga demi masa depan mereka, dan orang tua kita juga sudah rela dengan ikhlas hati membantu untuk memberikan pengawasan dan kasih sayang kepada buah hati kita selayaknya anak mereka sendiri.

Kelelahan setelah seharian beraktifitas di luar dengan segudang permasalahan yang tidak jarang menguras tenaga, pikiran dan emosi kita, kemudian pulang kerumah masih harus berhadapan dengan rengekan anak-anak yang mencari perhatian maupun harus berhadapan dengan kondisi rumah yang berantakan karena mainan yang bertebaran juga pernah saya alami dan bahkan MASIH saya sering temui. Lelah? Pasti..Kesal? Humanly Yes!!

Tapi bayangkan, jika kita pulang ke rumah setelah berlelah peluh di luar mencari nafkah, ketika pulang rumah kita terlihat rapi dan selalu bersih namun kita tidak pernah mendengar celotehan si kecil, tidak ada yang merengek dengan bau asem khas anak-anak yang memeluk kita, yang aroma dan pelukan kecilnya sebetulnya menenangkan dan amat menyejukan hati kita. Apakah kita masih bisa tersenyum di saat lelah? Untuk apa materi yang kita cari seharian tanpa ada mereka yang ingin kita bahagiakan kehidupannya?

So, berbahagialah kita para wanita, istri dan ibu yang masih bisa produktif di luar rumah, dengan segala keterbatasan yang kita punya, STOP MENGELUH dan lakukan selalu yang TERBAIK dan PENUH CINTA untuk suami, anak-anak, orang tua dan keluarga serta sesama. Karena kebahagian seorang Wanita lah yang bisa menciptakan SURGA DI RUMAHnya. :)

Tulisan ini di ikut sertakan dalam #28Novaversary 

Add caption

Nostalgia Era Awal 2000

Pagi ini saya disuguhi oleh lagu-lagu lawas milik Christina Aguilera dan Backstreetboys selama perjalanan. Sebut saja Genie in the bottle dan I want it that way, dua lagu ini pernah hits di tahun 1999 hingga 2000 awal, namun sampai hari ini setiap lagu ini di putar di radio atau dimanapun tanpa terasa memancing naluri saya untuk ikut bersenandung dan terkadang goyang-goyang ala ABG ngebayangin video clip christina Aguilera joget-joget :p (kalau ini sih biasanya kalau di mobil dan langsung dapet tatapan Jijay dari Pak Su..hahahahahahaha).
Bukan tanpa alasan yah, tapi harus di akui karya-karya penyanyi angkatan saya (upss..berasa artis amat Yas?) ehm..saya ralat..
Maksudnya penyanyi era akhir 90an hingga awal 2000an memang karyanya bisa dibilang patut diacungi jempol, karena mereka dalam 1 Album, hampir seluruh lagunya menjadi hits dan bisa nongkrong berhari-hari di Billboard Chart hampir di seluruh belahan dunia rasanya pada masa itu, berbeda dengan penyanyi sekarang yang paling hanya 1 atau 2 lagu yang menjadi hits dan lainnya bikin bertanya "ini lagu apaan sih?" 
Bukan hanya dari sisi karya lagunya saja, saya masih ingat sekali bagaimana para artis ini juga membawa pengaruh besar dalam pengaruh fashion anak muda atau remaja di masa itu. Masih ingat gaya oldschool -nya Britney di video Baby One More Timenya kan? dengan gaya kemeja plus sweeter, rok atas lutut dan kaos kaki panjang. Hayooo ngakuu siapa yang pernah ke sekolah dengan gaya ini? Selamaaaat! kamu pasti juga jadi langganan masuk ruang BP! ahahahahahaha..
Scene Baby One More Time Clip 
Tidak hanya sebatas outfit, highlight rambutnya Christina Aguilera di video clip Come on Over juga sempat membuat penjual Glitter Rambut atau cat rambut yang sekali oles buang, laku pada masa itu lho! Hayoo siapa yang pernah patungan bareng teman-teman satu genk untuk beli cat rambut oles ini terus di pakai buat gegayaan sepulang sekolah? hahahahaha..
Christina Aguilera
Selain Britney dan Christina, untuk penyanyi pria mungkin pada masa itu adalah masa kejayaan Boysband, sebut saja ada Backstreetboys, Nsync, A1, FIVE, Blue, 98 Degress dan yang paling hits dan masih buat saya penasaran ingin nonton konsernya adalah WESTLIFE! :D
Sebut saja single-single seperti It's Gonna Be Me, Bye Bye Bye, Swear It Again, Show Me The Meaning Of Being Lonenly dan lainnya karya mereka sampai hari ini masih banyak di putar dan diperdengarkan baik di koleksi pribadi, di pusat perbelanjaan maupun radio-radio.
Para boysband ini walaupun lagi-lagi penggemarnya sebagian besar adalah kaum hawa, tapi banyak juga teman-teman lelaki saya pada masa itu walaupun dengan penuh gengsi dan ala-ala anti padahal tidak jarang mereka juga meniru style dari rambut maupun gaya berpakaian para boysband ini. 
Ehhh..kamu yang baca?Mau ngelak??hayooo ngakuu deh! ahahaha

Nsync

Backstreetboys

Westlife

Blue
Nyaaaammmm... ehemm..glekkk... *aiiirrr manaaa aiiiirrr??? (suka tiba-tiba konslet lihat yang ganteng-ganteng begini euyy :p )

Tapi setelah flashback kembali ke masa-masa tadi, saya bersyukur menjadi bagian di Angkatan itu, di mana saya masih merasakan seseruan ngumpul di rumah teman sepulang sekolah membahas para artis favorite kami, bareng-bareng nyanyi lagu-lagu favorite kami sambil rebutan text lagu yang ada di cover kaset atau CD di masa itu. Dan kalau ada album yang tidak ada textnya kami bela-belain beli majalah remaja atau majalah music demi tidak ketinggalan jaman dan bisa merasa paling hits karena hapal dengan lagu-lagu yang Ngehits!
Belum lagi kalau ada konser, bela-belain ngerayu orang tua agar di kasih izin dan uang untuk bisa mnyaksikan Live Konser dan berdiri di bagian kelas Festival, jejogedan dan besoknya di sekolah berasa menjadi anak paling keren deh sesekolahan!

"A Picture is worth a thousand words, but the Memories are Priceless."


Kamis, 14 April 2016

Pentingnya Brand Awareness dan Filosofi Untuk Membangunnya

Apakah anda sudah memikirkan tentang pentingnya Brand Awareness?
Apa itu brand awareness? Mungkin kebanyakan dari kita belum familiar atau belum memahami pentingnya istilah dan pengaruh dari kehadiran brand awareness bagi usaha yang kita jalankan.
Secara Singkat yang di maksud dengan brand awareness adalah kemampuan calon pembeli atau customer untuk bisa mengenali dan mengingta sebuah merk. Dalam hal ini tentunya bisa meliputi nama, gambar/logo, serta slogan atau tagline tertentu yang digunakan oleh pemilik usaha sebagai pelaku pasar untuk mempromosikan produk-produknya.
Jadi, tidak salah dijika dikatakan bahwa brand awareness menjadi salah satu faktor penting yang dibutuhkan oleh pemilik usaha untuk memperkuat brand produknya. Sebab, tak  bisa dipungkiri jika semakin kuatnya brand produk kita dalam ingatan konsumen, maka akan dapat meningkatkan intensitas penjualan produk kita.
Harus saya akui, saya pun masih harus banyak belajar untuk meningkatkan brand awareness bagi usaha saya, nah dari beberapa hasil belajar dan pengamatan saya, mungkin beberapa informasi sederhana berikut ini bisa sedikit membuka mata dan menambah pengetahuan kita untuk mulai sedikit demi sedikit membangun brand awareness pada usaha kita. Berikut informasinya :
Nama BRAND yang MUDAH DIINGAT
Pastikan bahwa nama Brand yang anda pilih dan gunakan cukup mudah diingat atau bahkan lebih bagus mudah untuk di ucapkan oleh para konsumen. 
Saya coba ambil contoh sebut saja satu merk air mineral yaitu AQUA. Sekarang ini Aqua sudah menjadi top of mind untuk produk air mineral. Coba saja jika kita ke supermarket restoran atau warung ketika hendak memesan atau membeli air mineral lebih cepat untuk mengatakan "Saya pesan Aqua yah" walaupun ternyata yang di berikan atau yang kita dapatkan adalah merk air mineral lainnya.


Menciptakan PESAN UNIK
Buat pesan unik yang bisa membedakan merk kita dengan produk pesaing. Strategi promosi ini bisa kita lihat dari kesuksesan produk biscuit Oreo, dimana mereka memperkenalkan cara makan oreo yang unik yaitu dengan "Diputar - Dijilat - dan Dicelupin", dan sengaja menggunakan model anak untuk membidik pangsa pasar yang diinginkan (konsumen anak-anak).
sumber: Fanpage Oreo

SLOGAN atau JARGON
Menggunakan slogan atau jargon yang membantu konsumen untuk mengingat brand. Hal seperti ini bisa kita lihat dari kesuksesan iklan Indomie. Dimana sang produsen mengusung slogan “Indomie..Seleraku!” yang sekaligus bisa membantu para konsumen untuk mengingat brand mereka.
Hayoooo siapa yang di gak doyan Indomie?
Perhatikan LOGO yah bukan Mienya! :p
(sumber: google)
LOGO atau SIMBOL
Pilihlah logo atau simbol yang dapat dihubungkan dengan brand produk. Contohnya saja seperti kesuksesan logo McDonald’s yang menggunakan lambang menyerupai huruf “m” berwarna merah, sesuai dengan huruf awal yang tertera pada nama brand mereka.
sumber: Official Fanpage Mc Donald

PROMOSI secara KONSISTEN


Terakhir setelah urutan di atas semua telah kita lakukan dan miliki maka tugas yang berikutnya dan kedepannya adalah harus KONSISTEN untuk melakukan PROMOSI sebagai proses pengenalan dan edukasi kepada konsumen tentan produk ataupun brand yang kita miliki.

Jika pada pemaparan di atas saya menggunakan contoh beberapa brand besar yang sudah tidak asing untuk kita semua, sekarang saya akan memberikan beberapa contoh Usaha milik beberapa sahabat yang mungkin bisa juga kita ambil pelajaran bagaimana dan apa yang telah mereka buat dalam membangun brand untuk usaha mereka.

1. MIHRAB QOLBI


Sebelumnya saya pernah menuliskan review pengalaman saya tentang Mihrab Qolbi sebagai Travel Penyelenggara Umroh dan Haji yang konsisten dalam pelayanannya melayani Tamu-Tamu Allah.
Dari mulai nama:
Mihrab - Sujud
Qolbi - Hati
Mihrab Qolbi berarti Sujudkan Hati
Ditambah dengan Tag line atau Slogan " Perjalanan Suci Menuju Perubahan Hati"
Dalam visi misi dan pelayanan yang telah saya rasakan sendiri bahwa betul-betul Mihrab menginginkan setiap Jamaah atau customer yang berumrah atau berhaji bersama mereka, akan mendapatkan adanya PERUBAHAN HATI setelah perjalanan Ibadah Tersebut.
Untuk Lebih jelas  bisa kunjungi cerita di dalam blog saya juga yang bertajuk "Belajar Bisnis Dari Perjalanan Umroh"

2. FORE TRIP

Ketika saya bertanya asal apa arti dari Fore? kalau untuk arti Trip tentu saja jelas, artinya Perjalanan, dan tentu pas untuk menjadi nama suatu agen travel. Tapi untuk istilah FORE?
Ternyata ada cerita tersendiri untuk nama ini, seperti yang di kisahkan oleh mbak Esqee selaku pemilik dari bisnis ini,
FORE berasal dari kata FOR ESQEE
Nama ini diberikan oleh pasangannya yaitu Mas Taufan yang kebetulan keduanya memiliki hobby yang sama yaitu jalan-jalan atau istilah kekiniannya adalah backpakeran, dan dari hobby ini juga lah yang ternyata akhirnya mempertemukan mereka pada suatu masa perjalanan mereka.
Dilatar belakangi cerita ini juga yang akhirnya mereka mengusung tagline "TRIP AND LOVE" dan itu tertuang dalam logo usaha mereka.
Tentu saja tag line ini pastinya tidak semata-mata hanya karena mereka pasangan lalu membawa kata love di sana, tapi Love atau cinta di sini adalah mereka mengajak customernya adalah untuk mencintai Lingkungan khususnya alam Indonesia karena cita-cita mereka adalah juga untuk mengembangkan wisata di negeri ini, seperti yang juga selalu dikatakan oleh mba Esqee ketika di tanya kenapa tidak mengejar untuk membuka juga pelayanan perjalanan keluar negeri yaitu "Daerah-daerah di Indonesia banyak kok yang bisa di explore dan memiliki pemandangan yang gak kalah keren dari di luar negeri"

3. LACHOSINA PREMIUM HANDMADE


Untuk yang satu ini saya tidak bisa membedah arti nama karena beliau sang owner belum memberikan Acc saya untuk mengungkapkan apa arti dari kata LACHOSINA.
Kita bahas dari pemilihan Tagline yaitu "Complement Your Style" atau dalam bahasa yaitu berarti Melengkapi Penampilanmu, lengkap dengan logo L seperti Mc. Donald tadi tentu saja mbak Silma menginginkan Logo tersebut mudah diingat dengan huruf L. Dan yang uniknya adalah terdapat gambar Diamond atau berlian di sana, sebagai tanda bahwa Lachosina ingin menjadi atau menurut saya sih sudah cukup berani untuk membangun dirinya sebagai merk Premium dan berkelas.
Hal ini dibuktikan dengan konsistensi sang owner untuk betul-betul mengedepankan sisi kualitas dari produk yang mereka pasarkan.

HPO
Dan sekali lagi sayapun juga sudah melihat dan membuktikans sendiri bahwa ini bukanlah hanya sembarang gambar tapi sudah terlihat pada kualitas produk yang dimiliki lachosina, dan saya sudah menggunakannya.

Cooler Bag

Penjabaran di atas walaupun tadinya niatnya agak singkat tetapi menjadi agak panjang, ditambah dengan beberapa pemaparan contoh yang telah di lakukan oleh teman-teman saya, semoga bisa bermanfaat menambah pengetahuan demi kemajuan usaha maupun bisnis Anda.


-Tyas Palupi-



Cerita Tentang si Salmon dan Filosofinya

"Mbak jualan ikan yah?"
Atau...
"Eh kirain toko ikan mbak..hehehe"
Yaahh begitulah kira-kira ekspresi atau ungkapan yang saya sering temui jika menyebutkan BABY SALMON SHOP. Saya di kira tukang ikan atau jualan makanan ikan dan macam ikan-ikan lainnya. hehehe.
Tapi gak baper sih, wajar aja kalau yang beranggapan seperti itu karena mereka belum tahu kalau sebetulnya Baby Salmon itu adalah toko perlengkapan bayi. Dan sejujurnya currious effect ini yang memang sejak awal ingin saya timbulkan dengan memberikan nama menggunakan nama ikan. Kenapa saya menginginkan adanya currious effect, karena saya percaya ketika orang penasaran atau merasa heran akan keanehan dan ketidak biasaan suatu hal, justru itu akan lebih melekat diingatan mereka, POIN Pertama. *Teori ala Tyas* :p
Tapi merunut kebelakang, mengapa sampai saya menemukan nama ini bukanlah perkara yang istilahnya asal goblek dan hanya berdasarkan asumsi teori ala-ala saya tadi lho. Ini sudah saya coba pertimbangkan dengan melewati masa pencaharian tujuh hari tujuh malam, dengan mendaki gunung dan melewati lembah, serta dengan kekuatan bulan yang akan menghukumu! *Woiiii..fokuusss yaasss, mau cerita apa mau nonton Sailormoon sih?!
*upss maaf..oke balik serius
Jadi ketika saya dan suami sudah matang untuk memulai menjalankan usaha Penjualan Perlengkapan Bayi, masalah kedua yang kami pikirkan adalah masalah nama. Nama bukan hanya sembarang nama yang hanya akan menjadi tulisan sebagai simbol pada spanduk, ataupun Logo, tetapi saya menginginkan nama tersebut memiliki filosofi mendalam yang bisa memberikan aura energi positif bagi kelangsungan dan semangat pertumbuhan bagi usaha kami kelak. *Tsaaaahhhh Kibas Jilbab*
Menolak Ide dari suami dan beberapa masukan kerabat dekat untuk menggunakan nama Anak sebagai nama toko, karena saya anggap menggunakan nama Anak sudah sangat amat terlalu Mainstream pemirsa! Akhirnya pada suatu subuh, entah awalnya bagaimana saya juga agak lupa, saya terpikir dengan ikan Salmon. Dan pikiran saya saat itu sebetulnya berasal dari alasan yang sepele khas mama-mama muda yang merasa kekinian waktu anaknya mulai kasih MPASI adalah memberikan makan anaknya IKAN SALMON. 
Harga daging ikan salmon di pasaran maupun di supermarket cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan ikan lainnya, tetapi kandungan gizinya dipercaya cukup tinggi dan bagus bagi perkembangan bayi, maka tidak heran banyak ibu-ibu yang bela-belain merogoh kocek lebih dalam untuk bisa menyediakan menu bubur salmon, atau olahan salmon lainnya untuk sang buah hati tercinta.
Berangkat dari kesimpulan hasil pengamatan inilah yang selanjutnya menjadi POIN Kedua yang membuat saya ingin menggunakan nama Salmon sebagai label usaha kami. Kami ingin barang-barang atau produk bahkan service yang kami berikan di toko kami, akan menjadi sesuatu yang "bergizi" untuk mendukung tumbuh kembang bayi dan anak-anak, sehingga para orang tua bisa merasakan manfaat berbelanja produk di kami sama halnya dengan mereka berusaha memberikan ikan Salmon demi memenuhi gizi buah hati mereka. Yaa kami ingin dicari dan menjadi sesuatu yang "Di bela-belain" istilahnya, walaupun ada yang lebih murah tetapi kami bisa mempunyai nilai yang lebih dibandingkan yang lain.
Dan POIN Terakhir, justru saya temukan ketika toko mulai berjalan dengan menggunakan nama Salmon. Seperti yang telah banyak di kutip dan dituliskan di berbagai macam media, mari kita simak kisah FILOSOFI IKAN SALMON dan HIU KECIL berikut ini :
FILOSOFI IKAN SALMON dan HIU KECILUntuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan, Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es.
Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapnya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup. Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut. Bagaimana caranya mereka menyiasatinya? Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di kolam tersebut. Ajaib! Hiu kecil tersebutt ‘memaksa ‘ salmon-salmon itu terus bergerak karena jangan sampai dimangsa. Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit !Diam membuat kita mati! Bergerak membuat kita hidup.
Barangkali kurang lebih itulah pesan moral yang dapat kita tangkap dari gambaran tersebut diatas.
Apa yg membuat kita diam?
Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman. Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena. Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati. Ironis , bukan?
Apa yang membuat kita bergerak?
Masalah, pergumulan dan tekanan hidup.
Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha bagaimana mengatasi semua pergumulan hidup itu.
Disaat saat seperti itu biasanya kita akan ingat Allah dan berharap kepada Allah . Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa!
Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup
Itu sebabnya syukurilah ‘hiu kecil’ yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive!
Masalah hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bergerak…dan menjadi tangguh.
Cerita di atas mengajarkan tentang kekuatan untuk terus BERGERAK. Ikan Salmon yang notabene jauh jika dibandingkan dengan hiu, justru malah survive ketika harus berhadapan dengan hewan pemangsanya tersebut.
Kembali ke spirit yang ingin saya bangun di usaha ini adalah, di Luar sana, di sekeliling kami, kami harus bersaing dengan ribuan bahkan jutaan toko-toko bayi besar yang sudah lebih dulu mempunyai nama, pelanggan dan lebih di kenal orang. PR terbesar kami adalah tidak boleh patah semangat dan terus bertumbuh untuk bisa menghadapi persaingan. Belajar dari filosofi di atas, kami adalah salmon kecil yang mungkin saja akan di mangsa oleh Hiu Kecil (para pesaing), tetapi kami yakin kami akan terus bergerak dan bertahan untuk terus BERTUMBUH, HIDUP dan MAJU!

Yessss this is Us..This is Our Store That Be Build Fullfill with LOVE.
BABY SALMON SHOP
We Served It With LOVE


Depok, 14 April 2016
Tyas Palupi
Owner Baby Salmon Shop

Rabu, 13 April 2016

Gak Pernah Jualan, Sekarang CINTA Sama Dunia JUALAN!

Dunia dagang atau jualan bisa dibilang termasuk hal baru untuk saya. Maklum, dari kecil sampai kurang lebih 3 tahun yang lalu saya belum pernah sekalipun melakukan aktivitas Jualan, bahkan sekedar jualan dari teman ke teman.
Kalau dibilang punya cita-cita untuk bisa jualan, bisa iya bisa juga enggak.
Tapi ternyata sekarang I Love my Job, My Daily Routine, and My New Experience!

Semua ini berawal ketika saya sedang mengandung anak pertama saya, ketika kehamilan saya memasuki usia 8 bulan, saya dan suami iseng mengisi weekend untuk jalan-jalan ke Bandung. Berbekal informasi dari sepupu kami di sana ada Toko Perlengkapan Bayi yang recommended untuk di sambangi. Karena kebetulan usia kehamilan sudah melewati masa pantangan untuk berbelanja, jadilah hari itu saya dan suami sengaja mampir ke sana dan berbelanja perlengkapan untuk persiapan kelahiran si kakak.
Masuk ke Baby Shop atau pusat perlengkapan bayi yang bisa dibilang cukup lengkap dan nyaman di sana jujur saja merupakan pengalaman baru buat saya. hehe maaf agak norak yah? Maklum saja terlahir dan besar sebagai anak tunggal tentu saja membuat saya jarang menyambangi tempat-tempat semacam ini sebelumnya, kalaupun ada keperluan untuk membeli hadian bagi teman atau keluarga biasanya hanya mampir di toko-toko kecil atau sekalian di supermarket.
Whoaaahhhhhhhh...Kalaaaap deh pokoknyaaaaa!
Tetapi Insting dagang suami, yang memang sudah cukup menginfluence saya untuk mulai menyukai dunia entrepreneur langsung bilang "Seru kayaknya ma, kalau kita bisa buka toko perlengkapan baby kayak gini yah?" Daaaannnn saya pun langsung menyetujui idenya saat itu.
Tapiiii...
Tidak saat itu juga kami langsung mengeksekusi keinginan kami tersebut, butuh dua tahun berikutnya kami baru betul-betul merealisasikan niat kami ini.
Berbekal hasil menyambangi beberapa pusat perlengkapan baby di Jakarta, Depok dan beberapa daerah lain yang pernah kami singgahi, ala-ala riset pasar dan kumpulin Ide, Alhamdulillah pada tahun 2014 lalu kami mulai mengeksekusi niatan kami untuk membangun usaha bersama sebuah Toko Penjualan Perlengkapan Kebutuhan Bayi, Ibu Hamil dan Menyusui yang harapan kami bisa menjadi Pusat Perbelanjaan terlengkap di Kota Depok.



Yaaaaa... dan sekarang, saya begitu menikmati peran saya sebagai penjual pakaian dan kebutuhan perlengkapan bayi, ibu hamil serta ibu menyusui untuk toko saya. Awalnya jujur saja waktu pertama toko buka, saya pun sempat merasakan canggung bagaimana menghadapi customer, bagaimana kalau mereka tidak puas, bagaimana mengahadapi komplainan. 
Tapi berbekal semangat dan terus melawan rasa takut demi mewujudkan cita-cita Alhamdulillah lama-lama saya mulai enjoy dan sangat menikmati pekerjaan ini. Bisa bertemu dengan banyak orang dan beragam karakter setiap harinya. Bisa bertukar cerita dengan para calon ibu yang sedang menunggu kelahiran buah hatinya. Melihat ekspresi kebahagian dari pasangan-pasangan baru yang sedang menanti kelahiran buah cinta pertama mereka itu terkadang membuat perasaan kita seperti terbius oleh aura bahagia mereka juga lhoo..
Ahh.. Subhanallah..



The Poin is..
Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan jika kita mau terus belajar dan berusaha.
Jadi, Bukan masalah BISA atau TIDAK BISA, Tapi lebih ke masalah MAU atau TIDAK MAU  untuk mencoba.



- Tyas Palupi -




Selasa, 12 April 2016

INOVASI Jangan Asal Coba-coba

JANGAN ASAL COBA-COBA

Sekilas seperti tagline sebuah produk anti nyamuk yah?
Tapi bukan itu yang mau di bahas.
Saya mau bahas sedikit tentang INOVASI untuk Usaha.
Saat ini kondisi ekonomi Global memang sedang banyak mengalami penurunan hampir di seluruh sektor usaha.
Yang paling terkena dampaknya tidak dipungkiri adalah barisan UMKM, walaupun digadang-gadang bahwa kehadiran MEA membuka banyak peluang tetapi tetap saja persaingan juga semakin keras.
Contohnya adalah dunia Online Shop yang banyak di geluti oleh para ibu-ibu rumah tangga dan pelaku usaha sektor minim lainnya.
Untuk itu setiap usaha perlu memikirkan untuk melakukan Inovasi-inovasi yang terbaik untuk bisa bertahan dan bersaing.
Tapi Inovasi bukan sembarang berinovasi.
Inovasi tidak hanya sekedar untuk coba-coba.
Inovasi tetap harus di sesuaikan dengan visi misi awal usaha yang kita bangun.
Inovasi tidak bisa dilakukan hanya sekedar ikut-ikutan.
Inovasi harus dipikirkan dengan matang.
Inovasi harus bisa di pertanggungjawabkan keberhasilan maupun Kegagalannya di masa depan.
Sekali lagi Inovasi tidak hanya sebatas TRIAL dan Error!
Inovasi JANGAN ASAL COBA-COBA.
BIJAKlah dalam berinovasi dan berInvestasi.

-Tyas Palupi-

Semangat Pagi
Selamat terus bertumbuh 😉

Jumat, 08 April 2016

Training Online, Manfaat? Atau Sekedar Trend?

Saya termasuk newbie di dunia online shop atau bisnis online.
Meskipun latar belakang pendidikan saya adalah Magister Manajemen dan sudah kurang lebih 5 tahun menjadi entrepreneur ternyata bukan jaminan saya untuk langsung sukses di dunia jual beli online.
Pemahaman untuk situasi dunia maya sendiri yang menurut saya banyak abu-abu, di tambah penguasaan ilmu tentang digital marketing yang masih pas-pasan, dan satu lagi skill penulisan yang ciamik atau lebih kecenya di sebut dengan Tekhnik copywritting juga saya masih harus banyak belajar. Berbekal dari semua kekurangan itulah yang pada akhirnya mengantarkan saya berkenalan dengan TRAINING ONLINE. 
Pada awalnya saya ragu dengan training yang hanya di akses melalui social media, dan itu Facebook pula! Media sosial yang sudah lama tidak saya sentuh selain Fanpage nya sebagai media jualan toko saya. Walaupun ragu, tetapi rasa penasaran saya lebih besar untuk mencicipi seperti apa sih mengikuti training online saat itu.
Satu kali, dua kali hingga akhirnya saya tergiur beberapa kali mengikuti training online. Selain memang saya suka belajar hal-hal baru, selain itu banyak bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru memberikan nilai plus yang mendorong saya ketagihan mengikuti training-training online. Entah berapa banyak training yang telah saya ikuti, entah berapa banyak uang yang awalnya saya anggap sebagai investasi ilmu untuk modal fighting di dunia online shopping telah saya keluarkan.

BUSINESS IS BUSINESS
PENJAJA TRAINING ADALAH PEBISNIS

Ketika sudah terlalu dalam mencicipi dunia training online ini tanpa terasa saya masuk dalam lingkaran komunitas yang terbentuk di dalamnya. Pada awalnya saya berpikiran amat sangat positif bahwa komunitas ini bertujuan untuk membantu meningkatkan pendidikan perempuan dalam dunia bisnis. Saya lupa, mungkin untuk ukuran saya 100 atau 200ribu keluar untuk belajar via online tidak terlalu berat, karena sesungguhnya saya berharap bisa belajar bisnis di Lembaga-Lembaga Pelatihan Manajemen besar yang satu sesi coachingnya sudah di atas 5juta rupiah.
Tapi apa ini juga yang di rasakan oleh ibu-ibu pemilik onlineshop yang mungkin saja memang untuk makan sehari-hari amat sangat bergantung dari usahanya tersebut?
Lantas mereka di brainwash untuk melakukan investasi ilmu dengan mengikuti training-training online berbayar yang sebetulnya jika para owner online shop besar mau sedikit merendahkan hatinya memberikan pelatihan gratis sebagai betuk CSR?
Yaaaa..sekali lagi penjaja training tersebut adalah pebisnis, mereka mungkin juga mencari makan dengan berjualan Training itu.
Never Mind...
Trend ini bisa disebut inovative, selama para penjaja training ini dalam praktek jualannya tidak lupa untuk menerapkan ilmu yang mereka ajarkan kedalam bisnisnya sendiri yaitu MENCARI TARGET MARKET YANG SESUAI dan MENERAPKAN ETIKA BISNIS yang SANTUN.

Semoga :)



-Tyas Palupi-
Owner Babysalmon.com

BELAJAR BISNIS DARI PERJALANAN UMROH

Perjalanan Umroh saya dan suami di akhir Januari kemarin, bukan hanya meninggalkan cerita-cerita rohani sebagai Pencerahan untuk hati dan Jiwa kami saja. Tetapi sebagai Pelaku Usaha, kami juga mendapatkan pelajaran tentang betapa pentingnya SERVICE EXCELLENT dan bagaimana membangun sebuah usaha yang bukan hanya berorientasi kepada UNTUNG dan RUGI dari sisi materi, tetapi membangun sebuah usaha sebagai ladang untuk mencari berkah DUNIA dan AKHERAT.

Agen Travel itu bernama MIHRAB QOLBY

Travel ini sudah bukan travel yang asing untuk saya dan suami, dikarenakan ini merupakan kali ketiga keluarga kami menggunakan jasa travel ini untuk melakukan perjalanan Umroh. Di awali pada tahun 2012 saat itu Mama, papa dan Eyang putri kami yang pertama kali berangkat menggunakan travel ini, lalu di tahun 2014 mama dan papa kembali berangkat Umroh juga menggunakan Travel ini, dan selanjutnya saya dan suami yang kemudian berkesempatan berangkat bersama Mihrab Qolby di akhir Januari 2016 lalu.
Bukan tanpa alasan keluarga kami tidak berkeinginan untuk pindah menggunakan agen travel lainnya. Dua kali sebelumnya saya hanya sebatas mendengar cerita dati ayah dan ibu saya betapa mereka begitu mendapatkan suasana Religius dan pendampingan Ibadah yang teramat dalam selama perjalanan mereka. Ini juga yang saya rasakan ketika saya berkesempatan untuk berangkat sendiri dan merasakan pengalaman demi pengalaman sendiri.

MIHRAB QOLBY --> SUJUDKAN HATI
Diperkuat dengan Tag Linenya yang bertajuk:

"Perjalanan Suci Menuju Perubahan Hati"

Bukan tanpa alasan dan tanpa visi dan misi yang jelas pihak Mihrab memilih kalimat ini sebagai Taglinenya. Mihrab menganggap perjalanan Umroh dan Haji adalah merupakan media PERUBAHAN dan PERBAIKAN Qolbu / hati seorang hamba.
Seperti selalu diucapkan oleh Bunda Ningrum Maurice selaku petinggi Mihrab pada kesempatan manasik "Kami ini akan mengantarkan tamu-tamu Allah, ini Hajatannya Allah, Panitianya Rasulullah, jadi kami wajib untuk memberikan Pelayanan yang terbaik bukan hanya sekedar mengejar keuntungan semata."
Ucapan tersebut bukanlah isapan jempol belaka atau kata-kata indah semata yang terucap sebagai penguat marketing tools sebuah badan usaha. Karena harus diakui dan saya rasakan sendiri betapa pelayanan yang mereka suguhkan tidak sebanding dengan biaya yang kami keluarkan sebagai ongkos perjalanan umroh kami.

Di mulai dari MANASIK UMROH yang di selenggarakan 1 hari full dimulai pukul 08.00 - 17.00 di BALAI KARTINI, seperti kita tahu berapa sewa hall di salah satu gedung pertemuan yang bisa disebut bintang lima di Jakarta ini tidak membutuhkan dana yang kecil pastinya?
Walaupun sebelumnya sudah mendengar bahwa manasik dengan Mihrab dilaksanakan hampir seharian, tetap saja ketika saya belum menjalaninya sempat muncul pertanyaan "Ngapain aja sih seharian?dengerin ceramah apa gak bosen yah selama itu?"
Tapi saat tiba harinya saya yang duduk di sana, waktu 9 JAM terasa begitu cepat berlalu bahkan rasanya kurang. Hal ini tentu saja pertama di tunjang oleh suasana tempat yang begitu nyaman, di dalam ruangan yang elegan, dengan suguhan table yang di set seperti layaknya seminar-seminar bussiness kelas atas, dan juga suguhan food and beverage yang memanjakan lidah dan perut.
Itu suguhan Dunianya yaah...
Suguhan Rohaninya?
Ini JAWARANYA..
Esensi Umroh di kupas tuntas, detail dan mendalam selama acara manasik ini.
Di bawakan oleh Assatid-assatid yang begitu pawai mengajak kita untuk bermuhasabah diri, membuat kita merenung dan bertanya kepada diri kita,
"Apa Niat kita Pergi berUmrah?"
Apakah sekedar jalan-jalan?  atau sudahkah kita memiliki niat yang lurus pergi ke Baitullah hanya untuk ALLAH semata?
Pengenalan tentang Kota Suci Mekkah dan Madinah pun di bahas, rukun-rukun ibadah, hingga ada sesi khusus berupa Fiqh Wanita yang diberikan langsung oleh Bunda Ningrum Maurice.
Belum sampai kaki saya menginjak tanah suci, namun hati sudah tergetar dengan semua materi yang di sampaikan pada saat manasik. Semakin tidak sabar rasanya untuk segera menanti hari keberangkatan menuju BAITULLAH tentu saja dengan niat LILAHITA'ALA semata-mata untuk ALLAH SWT saja.
Dan dikatakan bahwa pelayanan manasik ini bukanlah untuk RIYA atau bermewah-mewahan, tetapi pihak Mihrab mengharapkan betul Jama'ah yang berangkat betul-betul Tawadu' dan bisa menyerap semua ilmu yang diberikan pada saat manasik. 
Ini bisa dikatakan salah satu nilai plus Mihrab di bandingkan travel lainnya, karena saya sendiri sudah bertanya dengan keluarga maupun kerabat yang pergi umroh dengan berbagai travel lainnya, biasanya Manasik hanya di lakukan 2-3 Jam baik pada hari tertentu bahkan ada yang manasik baru dilakukan pada saat di ruang tunggu bandara menjelang penerbangan.

Suasana Manasik Umroh Mihrab Qolbi di Balai Kartini

Selain tentang Manasiknya, hal lainnya yang bisa saya katakan sebagai kelebihan MIHRAB QOLBY adalah bentuk PERSONAL BRANDING yang bebas di explore oleh masing-masing pembimbing Ibadah atau Assatid atau biasa disebut Ustadnya. 
Mengapa saya katakan seperti ini?
Jika, anda suatu hari nanti berkesempatan untuk beberapa kali pergi Umroh bersama Mihrab, pastikan ada merasakan bimbingan dari ustad yang berbeda-beda. Karena pasti akan anda temukan perilaku dan suasana ibadah serta ilmu yang beragam dan kaya manfaat tentu saja. Hal ini telah dibuktikan sendiri oleh orang tua saya yang seperti saya sebutkan telah dua kali pergi dengan Mihrab bersama dua Assatid yang berbeda.
Ada Ustad yang sangat berjiwa muda, menyampaikan dakwah dengan ringan namun menancap dan mudah di pahami oleh orang-orang yang bisa dikatakan masih awam ilmu agama seperti saya.
ada Ustad yang basicnya lebih ke pendekatan psikologi, tidak jarang mendengar jika ada yang sakit selama perjalanan berhasil beliau suggest untuk melakukan terapi batin dengan memohon kesembuhan hanya kepada Allah SWT.
Mihrab memang memberikan kesempatan untuk para Assatidnya tidak terpaku pada SOP yang pakem sehingga dengan memunculkan kelebihan dan keunikan yang dimiliki oleh masing-masingnya, lebih membuat suasana dakwah menjadi lebih menyenangkan dan tentu saja sesuatu yang di sampaikan dengan apa adanya pasti lebih mengena di hati para Jamaah dan juga suasana kekeluargaan begitu terasa selama perjalanan.

Dan yang terakhir adalah SERVICE AFTER SALES yang di berikan oleh Mihrab Qolby perlu di perhitungkan sebagai sisi lain kelebihan mereka. Di era Online seperti saat ini tentu saja di manfaatkan oleh pihak mihrab untuk selalu mengumpulkan para Jamaah dalam group-group Chat maupun social media lainya. Salah satu contoh adalah Group WA, setiap rombongan pasti di bentuk 1 group WA yang di komandani oleh Assatid yang membimbing perjalanan ibadah. Biasanya group ini dibentuk saat manasik, dan mulai 1 hari setelah manasik, hingga selama di tanah suci, hingga kembali ke tanah air, tidak henti-hentinya para Assatid ini memberikan Tausyiah online yang tentu saja bermanfaat untuk penyegaran iman. 
(Pssssstttt...sedikit bocoran karena rombongan saya kemarin banyak yang seumuran, bahkan kami sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan Ustad pembimbing kami sambil makan siang bareng, tapi sambil mendengarkan tausyiah dan konsul tentang Agama lho)

Tidak hanya itu saja, Majelis-majelis Ta'lim untuk Alumni pun rutin di gelar oleh pihak Mihrab Qolby dengan jadwal sebagai berikut:
- Hari Rabu Malam, Majelis Ta'lim di Kantor Mihrab Tebet
- Hari Sabtu Siang, Majelis Khusus Muslimah di Kantor Mihrab Tebet
- Hari Minggu (Setiap minggu pertama perbulan) , Majelis Ta'lim di Masji Al-Latief Pasarraya Grande 
Semua ini semata-mata di berikan oleh Mihrab Qolby dengan alasan untuk menjaga Ke MABRURAN Jama'ah sepulang beribadah di tanah suci.

Semoga niat tulus MIHRAB QOLBI untuk menjadi travel penyelenggara Haji dan Umroh bukan hanya sebagai Travel yang hanya memberikan jasa perjalanan Haji dan Umroh tetapi betul-betul menjadikan HAJI DAN UMROH MEDIA PERUBAHAN DAN PERBAIKAN QOLBU SEORANG HAMBA.

Quba Mosque File Pribadi

MIHRAB QOLBY
PIC: 0813-88-912289


Selasa, 05 April 2016

EveryOne Have Their Own Battle

Semua orang pasti punya cerita masing-masing.
Baik senang maupun sulit.
Rangkaian cerita dalam hidupnya sedikit banyak akan membentuk karakter diri pada orang tersebut.

Everyone Have Their Own Battle
Kalimat ini yang sedang saya tanamkan dalam hati dan kepala saya, kalimat ini selalu saya ingat ketika saya berhadapan dengan karakter tertentu dari orang lain atau ketika saya mendengarkan cerita hidup seseorang.
Melalui kalimat ini, saya belajar untuk tidak mudah mengJudge seseorang kalau melihat atau merasakan perilakunya yang kurang berkenan.
Dan Melalui kalimat ini saya pun belajar untuk tidak mudah IRI jika melihat kelebihan pada orang lain. Jika orang tersebut lebih sukses, yang saya lihat adalah proses dari kesuksesan itu, bagaimana dia membangun kesuksesannya, permasalahan apa saja yang telah menempa metalnya menjadi sekuat baja sehingga berhasil mengantarkannya pada kesuksesan.

Yes,
Everyone Have Their Own Battle
You May Know My Story but Not all the Chapter.