Rabu, 30 Maret 2016

FOOD REVIEW --- AL ABAIK CHICKEN

Jauh-jauh hingga ke Mekkah tidak lain dan tidak bukan ketemunya sama Fast Food.
Eits, tunggu dulu, Fast Food yang satu ini beda dari fast food kebanyakan yang ada di Indonesia sendiri.

TAAAAADAAAA......

AL BAIK Chicken 

1 paket AL BAIK yang saya coba ini isinya terdiri dari:
- 4 Potong Ayam dengan potongan yang cukup besar-besar
- French Fries
- dan 1 Roti Burger
- Garlic Sauce
- Tomato Ketchup

Ayam goreng khas FAST FOOD dengan tepung namun di bumbui dengan khas rempah timur tengah membuat cita ras ayam AL BAIK ini meresap hingga ke dalam potongan dagingnya. Di tambah campuran garlic sauce dan saus tomat sebagai olesan membuat sensasi tersendiri di lidah.
Uhmmmm so yummyyyyy...
Sayangnya saat itu di sana saya tidak bertemu dengan Nasi Putih dan cukup membayangkan jika kelezatan ayam AL BAIK ini di sajikan dengan nasi putih hangat...uhmmmm pasti lebih nikmaattt..

Jika anda sedang berkunjung ke sana jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mencicipi hidangan Fast Food ala timur tengah yang satu ini yah :)

Penampakan 1 Paket Al Baik



IKHLAS ITU URUSAN HATI

"Saya ikhlas bla...bla...blaa..."
Atau,
"Si Anu bilang katanya, ihh aku ini orangnya tulus banget yah, berasa lhoo dari pembawaannya" 
Abis ini hati langsung berbunga-bunga, hidung kembang kempis, kaki berasa tidak menginjak bumi, badan rasanya melayang sampai ke langit ke tujuh!

Apa ini yang dinamakan IKHLAS????

Lain Waktu, tiba-tiba mendengar sesuatu yang kita lakukan dengan niat membantu orang lain atau dengan niat baik tetapi malah mendapatkan cacian dan cemoohan dari orang, lalu kita tersulut emosi dan marah-marah.
Pasang status di semua sosmed.
Sibuk mencari pembenaran diri.
Sibuk menginterogasi orang untuk mencari pengakuan dan membersihkan nama.

Apa benar kita sudah IKHLAS????

Ikhlas itu urusan HATI.
Mudah saja kita berkata kepada orang lain bahwa kita sudah ikhlas, tapi apakah kita sudah jujur dengan perasaan yang keluar dari hati kita sendiri?
Apakah kata Ikhlas yang keluar dari mulut ini, memberikan rasa TENANG dan NYAMAN di dalam hati?
Atau hati kita sebetulnya masih mencari suatu PEMBUKTIAN yang lebih dari sekedar kata IKHLAS?

Pada suatu pengajian, seorang guru berkata:
"Seseorang yang betul-betul merasakan IKHLAS dari dalam hatinya kerena mengharap Ridha ALLAH maka dia tidak GEMBIRA ketika disanjung, dan tidak KECEWA walau di cemooh. Dua hal yang bertolak belakang itu tidak akan merubah sikap dan sifatnya."

Apakah kita sudah mampu seperti itu?
Sekali lagi IKHLAS adalah urusan HATI..
Mari kita sinkronkan hati kita agar selaras dengan perbuatan dan tidak hanya menjadi kata-kata manis  yang keluar sebagai PEMANIS LIDAH..


-Tyas Palupi-

Selasa, 29 Maret 2016

MDR Ohhh.. MDR

Sebagai pemilik usaha yang memiliki mesin EDC sebagai alat pembayaran di toko saya, tidak lah asing bagi saya menerima keluhan dari customer terkait pengenaan MDR (Merchat Discount Rate) untuk penggunaan kartu kredit maupun debit yang berlainan bank dengan Provider EDC kami.



Apa sih MDR itu?
MDR atau Merchant Discount Rate secara simple dapat diartikan berupa Fee yang di kenakan oleh bank kepada merchant yang dalam kasus ini bisa di ambil contoh adalah toko saya.

Sebagian orang, atau bahkan saya sendiri tadinya sempat beranggapan bahwa charge yang dikenakan jika kita menggunakan kartu kredit adalah akal-akalan dari si empunya toko. Nyatanya memang charge itu sesungguhnya menjadi beban yang harus kami sebagai pemilik toko bayarkan kepada pihak bank. Cuma yang membedakan nilainya adalah masa kerja sama dan nilai transaksi yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk menetapkan tarif prosentate MDR yang dikenakan.
Untuk awal kerja sama biasanya pihak bank menetapkan 2-3% untuk nilai MDRnya, setelah berjalan, pihak merchant bisa mengajukan permohonan untuk penurunan tarif tersebut.

"Tapi, saya belanja di mall seperti M****** gak kena Charge mbak?"
Sekali lagi, saya pun sempat berpikiran seperti ini, sampai saat ini setelah begitu banyak penawaran untuk pemasangan EDC di toko saya, saya selalu negosiasi untuk tidak dikenakan MDR dikarenakan saya tidak ingin memberatkan customer dan tentu saja saya juga ingin berusaha memberikan benefit yang hampir menyerupai mall-mall tersebut agar menjadi daya tarik orang untuk berbelanja di sini.
Tetapi ternyata jawaban dari semua Vendor bank menyatakan, 
"Jika di suatu merchant pada saat pembayaran tidak dikenakan charge, bisa jadi karena itu merupakan merchant besar yang mungkin fasilitas untuk rate MDRnya sudah sangat kecil dan mereka sudah memasukan perhitungan charge tersebut dalam harga jual produk"
Jadi kesimpulannya semua merchant yang menggunakan EDC pasti menanggung beban MDR, tinggal bagaimana pemilik usaha melimpahkannya kepada customer.

Sempat terpikir untuk melakukan hal itu sih, namun rasa-rasanya tidak adil jika saya me mark up harga jual untuk menutupi MDR sementara yang berbelanja tidak selalu orang yang membayar dengan non tunai kan?
Di tambah lagi urusan ini masih abu-abu bagi saya apakah saya termasuk melakukan praktek riba atau tidak jika hal ini saya terapkan di toko saya?
Setelah melalui pertimbangan matang dan Alhamdulillah rate MDR kami sudah bisa kami turunkan maka kami memutuskan untuk tetap menerapkan MDR sesuai dengan Rate yang kami terima sebesar 1,8% untuk mesin EDC MANDIRI dan 2% untuk mesin EDC BCA. Charge ini tentu saja hanya berlaku untuk pengguna KARTU KREDIT dan KARTU DEBIT SELAIN MANDIRI dan BCA :)

PERJALANAN SUCI MENCARI PERUBAHAN HATI (PART 5)

MADINAH MENUJU MEKKAH

RABU, 3 FEBRUARI 2016

SALAM PERPISAHAN DI DEPAN KUBAH NABI

Pada hari ini, tepatnya siang nanti selepas Dzuhur dan makan siang, saya dan rombongan akan berangkat menuju kota MEKKAH untuk melaksanakan ibadah umroh yang pertama. Sejak malam sebelumnya, kami sudah di instruksikan bahwa selepas Shalat Subuh pagi ini, kami semua harus berkumpul di depan KUBAH HIJAU untuk bersama-sama mengucapkan salam perpisahan kepada Baginda Rasulullah SAW.
Pagi yang masih sangat dingin kala itu di Pelataran Masjid Nabawi bercampur dengan keharuan yang tidak dapat di bendung. Perasaan senang karena beberapa saat lagi kami akan menuju ke Baitullah namun ada perasaan haru yang begitu mendalam ketika kami harus mengucapkan shalawat dan doa sebagai perpisahan dan pamit di hadapan Rasulullah SAW. Getaran di dalam hati dan bendungan air mata sudah tidak dapat tertahan lagi. Berpisah bukan untuk selamanya, karena sesungguhnya dimanapun dan kapanpun kita mengucap salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW Insha Allah Beliau dan Allah SWT selalu mendengar dan menjawab salam dan doa kita.
Begitu Indah suasana pagi itu..
Begitu Indah menatap Kubah Mu Ya Rasul..
Ijinkan suatu saat kami kembali ke Sini untuk mengucap salam di hadapanmu..

Pelataran Kubah Hijau
Di sinilah para rombongan Jamaah berkumpul biasanya untuk memberikan Salam Perpisahan
sebelum meninggalkan Madinah.

Doa, dan air mata mengalir hampir bersamaan di rasakan oleh semua Jamaah rombongan kami pagi itu. Dan bukan hanya rombongan kami saja, begitu banyak rombongan Jamaah dari berbagai negara yang pagi itu juga larut dalam kekhusyukan doa dan merasakan begitu dekat dengan Nabi Besar Muhammad SAW.

Setelah mengharu biru, tetap tidak ketinggalan Sunnah ke 6 perjalanan kami yaitu phot-photo, walaupun dalam keadaan muka bengep bekas menangis tapi Photo tetap harus diabadikan! hehehe



BERIHRAM 

Selepas waktu untuk mengucap salam di hadapan Nabi SAW, kami kembali ke hotel untuk sarapan dan langsung bersiap untuk BERIHRAM.

Berihram sendiri bukan hanya sekedar menggunakan pakaian yang serba tertutup kecuali muka dan telapak tangan bagi wanita, dan bagi laki-laki adalah menggunakan kain yang tidak memiliki jahitan.
Tahapan berihram yaitu:
1. Mandi
2. Memakai Pakaian Ihram
3. Mengambil Miqot dan berniat
Dan adapun setelah mengambil Miqot dan berniat maka berlaku larangan-larangan ihram, yang mungkin akan saya tuliskan di lain ke sempatan yah hehehe.
Hari itu kami terakhir melaksanakan Ibadah Shalat Dzuhur di Nabawi dengan para wanita sudah mengenakan baju putih-putih dan para lelaki sudah menggunakan kain ihram.
Selepas Dzuhur kami berangkat menuju Kota Mekkah dengan mampir ke masjid BIR ALI untuk mengambil MIQOT di sana.

Kami sudah menggunakan Ihram saat mau Shalat Dzuhur :)

MIQOT DI BIR ALI

Tahapan selanjutnya sebelum kami berUmroh yang paling penting yaitu mengambil MIQOT atau berniat baik niat ihram maupun Niat untuk berumroh. Pengambilan Miqot di area terluar dari Tanah Haram, pada waktu ini kami mengambil miqot di masjid Bir Ali.
Kondisi di Masjid Bir Ali siang itu tidak lah terlalu padat namun juga tidak bisa dikatakan lengang, karena ketika kami masuk hendak shalat ke dalam masjid pun sempat agak berdesakan dengan jamaah lainnya.
Miqot sendiri adalah melakukan Shalat Sunnah 2 Rakaat, bisa shalat sunnah hajat ataupun shalat sunnah Ihram, setelah menjalankan ini maka berlakulah larangan-larangan ihram sampai batas waktu nanti setelah kami selesai melaksanakan Ibadah Umroh yang terakhir yaitu Tahalul atau mencukur rambut.
Setelah selesai melaksanakan pengambilan Miqot, kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Mekkah dengan jarak tempuh kurang lebih 6 Jam perjalanan dari kota Madinah.

LABAIKALLAH HUMMA LABAIK....

Jamaah Wanita setelah Melaksanakan Pengambilan Miqot di Bir Ali


TIBA DI MEKKAH DAN UMROH PERTAMA

Perjalanan darat pertama yang lumayan panjang selama kami berada di Tanah Suci, kurang lebih 6 jam kami berada di Bis menuju kota Mekkah.
Pemandangan yang hanya gurun pasir gersang serta bukit-bukit terjal lah yang menemani perjalanan kami kala itu, Astagfirullahalazim, sempat terbesit rasa bosan dalam hati ketika di perjalanan, sehingga membuat saya memutuskan untuk memejamkan mata dan beristirahat guna mempersiapkan energi di malam nanti. Di tambah lagi, kejadian saya yang hampir terpleset ketika pertama tiba di Nabawi ternyata menyisakan ngilu yang cukup berat di tulang pinggang saya. Hanya Istigfar dan mohon ampun karena saya berusaha menerima ini mungkin sebagai teguran terhadap kelalaian saya selama ini. Sempat juga terbesit rasa takut dan berat untuk menjalankan rangkaian umroh dengan kondisi pinggang yang ngilu luar biasa ini.
Setelah lepas dari gurun pasir yang sempat membosankan, SUBHANALLAH akhirnya saya dibuat takjub dengan keindahan lampu-lampu ketika Bis kami mulai memasuki Kota Mekkah. Yang Luar Biasa lagi, kami di sambut dengan gerimis ketika mulai masuk ke kota Mekkah. ALHAMDULILLAH :)

Tiba di Mekkah kami langsung menuju hotel untuk Check In dan makan malam terlebih dahulu, jarak hotel kami di Mekkah tidak terlalu dekat seperti di Madinah, kira-kira kami harus berjalan sekitar 400 meter untuk menuju Masjidil Haram.

Selepas makan malam, saya dan rombongan berangkat bersama-sama menuju Masjidil Haram. Saat itu sekitar pukul 09.00 malam di Mekkah dan Subhanallah kota ini seperti tidak pernah tidur. Begitu banyak orang-orang yang masih masuk dan keluar masjid.

Aktifitas kami yang pertama ketika tiba di masjid adalah melakukan Shalat Jamak berjamaah Maghrib dan Isya. Selepas shalat kami langsung beranjak ke Area Thawaf yaitu menuju hadapan KA'BAH.
Mau tahu perasaan saya saat itu?
Lebih Deg-degan dan gak bisa diungkapkan dengan kata-kata ketika kaki ini melangkah mau berhadapan dengan Ka'bah.
Ditambah lagi, sebelum menuju masjid ketika di Lobby, Muthawif kami sempat cerita pengalaman-pengalaman beliau ketika mendapingi Jama'ah, ada Jama'ah yang TIDAK BISA MELIHAT KA'BAH bahkan sampai pengalaman beliau yang sempat berputar-putar dan tidak dapat keluar dari dalam Masjidil haram di karenakan perasaan emosi yang sempat hinggap di hatinya.
Yessss...segala sesuatu di luar nalar kita sebagai manusia awam bisa saja terjadi di sini sesuai kehendak ALLAH SWT!
Lantunan Istigfar tak henti-hentinya kami panjatkan, memohon ampunan dan izin untuk di mudahkan melaksanakan Ibadah ini. Saya sendiri memohon kekuatan karena pinggang saya terus menerus terasa sakit dan makin sakit dengan bertambahnya malam dan aktifitas jalan saat itu. 

ALLAHUAKBAR!!!
SUBHANALLAH!!
ALHAMDULILLAH!!
Itu yang terucap di hati saya ketika di hadapan saya terlihat jelas bangunan Kubus berwarna hitam, di kelilingi oleh entah ribuan atau jutaan orang yang sedang melakukan Tawaf.
Yaaa di hadapan saya terdapat rumah, bangunan yang menjadi kiblat arah seluruh umat muslim dari segala penjuru dunia menghadap ketika Shalat.
Tempat yang menjadi impian banyak kaum muslim untuk bersujud di MULTAZAMNYA.
Dan HARI INI saya berada di sini.
Saya TYAS PALUPI, seorang perempuan, seorang istri, seorang ibu, seorang anak, dan seorang manusia yang masih banyak menyimpan bongkahan DOSA berdiri di hadapannya. Di BAITULLAH!

Langkah demi langkah tawaf kami jalankan dengan penuh haru, bahagia, dan harapan mengalir bersama doa-doa yang kami panjatkan malam itu.
Lari-lari kecil dengan mengumpulkan kekuatan menahan nyeri di pinggang yang semakin terasa, saya   kuatkan untuk berjalan. walaupun akhirnya saya dan suami agak tertinggal dari rombongan karena saya tidak kuat mengikuti kecepatan rombongan.
Alhamdulillah tepat jam 01.00 kami menyelesaikan Ibadah Umroh kami yang pertama.

Berphoto di Bukit Marwah Selesai Sya'i


Senin, 28 Maret 2016

PERJALANAN SUCI MENCARI PERUBAHAN HATI (PART 4)

MADINAH AL MUKARRAMAH HARI KE 2

SELASA, 2 FEBRUARI 2016

CITY TOUR MADINAH 

Yeiiiiyyyyy..
Hari ini adalah jadwal rombongan kami untuk City Tour Madinah, pukul 07.30 rombongan kami sudah berada di bis dan siap-siap untuk jalan-jalan menjelajahi beberapa tempat sejarah Islam di Kota Madinah.
Perjalanan yang sungguh luar biasa nikmatnya, selain dengan suguhan Religi yang begitu banyak menggetarkan hati, fasilitas akomodasi yang kami nikmati juga tidak kalah nyaman dan membuat kami sangat-sangat menikmati perjalanan kami. Sekilas ini sekali lagi Sunnah ke 6 yang wajib kami jalankan selama perjalanan yaitu photo-photo, ini photo kami di dalam bis yang akan membawa kami berkeliling kota Madinah.

Saya dan Suami :)

Rombongan di dalam bis


MASJID QUBA

Tujuan pertama tour kami adalah mengunjungi Masjid Quba.

Masjid Quba

Melihat sejarah dari Masjid Quba, merupakan masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW dalam Islam. Kalau tidak salah, di daerah ini pula pertama kali tempat yang di diami oleh Rasulullah ketika tiba di kota Madinah dalam masa Hijrah Beliau.

Melakukah ibadah SHALAT 2 RAKAAT di Masjid Quba ini katanya pahalanya sama dengan pahala berUMROH.

suasana dalam masjid Quba

Suasana dalam masjid Quba


Alhamdulillah di karenakan rombongan kami tiba cukup awal di sini dan kondisi di sana belum terlalu ramai sehingga kami cukup waktu untuk menikmati beribadah di sini dan juga tidak ketinggalan "Sunnah ke 6" yaitu PHOTO-PHOTO :p





KEBUN KURMA

Setelah mengunjungi Masjid Quba, destinasi selanjutnya yang kami datangi adalah Perkebunan Kurma.
Madinah merupakan kota penghasil kurma yang paling bagus, bahkan salah satu kurma yang paling di cari dan katanya paling banyak khasiatnya yaitu KURMA AJWA atau lebih dikenal dengan istilah KURMA NABI ya pohonnya tumbuh di kota madinah ini.
Kegiatan kami selama di kebun kurma ini apa saja?
Ohhh bukaaaa berkebunnn di sini hehehe..
Kurma itu tidak berbuah setiap waktu, pada saat kunjungan kami ini pun sedang tidak berbuah pohon-pohonnya. Namun di sini sudah ada semacam mini market atau lebih sering di sebut dengan Pasar Kurma. 
Segala jenis kurma dengan bermacam tingkat kualitas, hingga kurma yang sudah menjadi olahan seperti cokelat, madu hingga kue-kue ada di sini.
Jadilah aktivitas selama di sini tidak jauh dan tidak bukan yaitu BERBELANJA!!
Sayangnya saya lupa mendokumentasikan hasil perburuan saya alias memang gak kepikiran buat photoin belanjaan, lebih gatel untuk photo-photo sendiri saya mah..ahahahaha

Di belakang kami adalah pohon kurma yang sayang sedang tidak ada buahnya :p

Kalau ini, dibekang kami itu mini market atau pasar kurmanya



JABAL UHUD

Selanjutnya, kami mengunjungi Jabal Uhud.
Tempat di mana meletusnya Perang UHUD pada Zaman Rasulullah SAW.
Di sini kami berjiarah mengunjungi makam Para Pejuang yang Mati Syahid membela ajaran Islam.
Tidak banyak yang bisa saya tuliskan tentang hal ini karena jujur saja saya masih harus banyak membaca dan mempelajari sejarah ke Nabi an.
Bukan tanpa alasan tapi begitu banyak pelajaran yang bisa kita terapkan dari semua sejarah Perjuangan Nabi dan orang-orang di zaman itu yang bisa menambah keimanan kita sebagai kaum penerusnya, yang seharusnya lebih banyak bersyukur dikarenakan saat ini saya dan kita bisa beribadah dalam keadaan yang Jauuuuhhh lebih tenang dan Damai, serta tidak harus berkorban Nyawa dalam membela AGAMA.
Begitu banyak para pejuang yang mati Syahid di kala itu dalam usia yang sangat muda.

Makam Para Pejuang Uhud

PERCETAKAN AL-QUR'AN

Setelah dari Jabal Uhud, rombongan kami selanjutnya mengunjungi Tempat Percetakan Al-Qur'an.
Sayangnya di Percetakan Al Qur'an ini yang bisa melihat ke dalam lokasi percetakan hanya Laki-laki saja. Sedangkan wanita, kami hanya masuk ke tempat penjualan Al Qur'an yang lokasinya berada bersebelahan dengan Percetakan tersebut untuk membeli Al-Qur'an untuk membeli Al-Qur'an untuk di Waqafkan.
Cerita yang menarik di sini adalah, di Kota Suci ini sepertinya memang menerapkan begitu kerasnya aturan Agama, di mana tidaklah diperkenankan kita untuk berlebih-lebihan dalam membeli sasuatu. Seperti di Percetakan Al Qur'an ini, 1 orang hanya di ijinkan untuk membeli 4 buah Al Qur'an saja.
Hehehe tapi yaaa namanya orang Indonesia harus di akui akal banyak yah, karena masing-masing orang banyak yang berniat untuk memeberikan Waqaf bagi keluarganya yang mungkin masih hidup atau bahkan sudah wafat jadilah masing-masing berkeinginan untuk membeli Al-Qur'an lebih dari 4 buah.
Al Hasil, biarpun di Tanah Suci kami tetap menggunakan metode selap selip seperti di Tanah Air hehehehe.. Dapat di Satu antrian 4 biji, kemudian menyelinap di antrian berikutnya ( JANGAN DITIRU yah :p)

Nah untuk Para Lelaki yang masuk ke dalam lokasi percetakan, akan mendapatkan Al-Qur'an yang di bagikan secara GRATIS setiap harinya. Konon, pembagian AL-Qur'an gratis ini merupakan Waqaf dari Kerajaan Saudi Arabia.
Subhanallah!
Gak kebayang yah, berapa besar pahala yang di terima karena, Al-Qur'an yang di Waqafkan akan ikut mengalirkan Pahala ke si pemberi Waqaf setiap Al-Qur'an ini di baca oleh siapapun.
Whualahualam bi Sawab.

AL-Qur'an Gratis
dilengkapi Keterangan NOT FOR SALE
Ini beberapa gambar ruangan di dalam lokasi percetakan Al Qur'an yang sempat di abadikan oleh suami saya:





MASJID QIBLATAIN DAN KEMBALI KE HOTEL

Setelah dari percetakan Al-Qur'an kami melanjutkan perjalanan untuk segera kembali ke Hotel untuk persiapan Ibadah Zuhur dan Makan siang.
Dalam perjalanan menuju hotel, kami melewati MASJID QIBLATAIN, masjid ini memiliki 2 KIBLAT, di mana masjid ini merupakan bagian sejarah yang zaman dahulu kiblat umat muslim masih mengarah ke PALESTINA.
Sayangnya karena terbatasnya waktu yang kami miliki, kami tidak sempat menyambangi langsung Masjid tersebut melainkan hanya melihat sambil jalan.

Dan perjalanan kami hari itu berkeliling kota madinah pun selesai, sisa waktunya kami menghabiskan  untuk beribadah di Nabawi dan beristirahat untuk persiapan esok hari menuju kota MEKKAH dan melakukan IBADAH UMROH PERTAMA.


PERJALANAN SUCI MENCARI PERUBAHAN HATI (PART3)

MADINAH AL MUKKARAMAH HARI PERTAMA

Senin, 1 Februari 2016 

Alhamdulillahirabilalamin...
Kata itu tak putus-putus diucapkan ketika Pesawat kami sudah mendarat di Bandar Udara King Abdul Aziz Madinah.
Setelah melewati Pengecekan di bagian imigrasi tanpa proses yang terlalu rumit, rombongan langsung keluar untuk menaiki Bus yang akan membawa kami ke Hotel. Kalau tidak salah saat itu waktu kurang lebih setengah Jam menjelan Adzan Subuh, harap-harap cemas kami satu rombongan berharap bisa melaksanakan Shalat Subuh Jamaah pertama di Masjid Nabawi. Perjalanan dari Bandara menuju Hotel tidak terlalu lama, kami sempat melewati makam Baqi, kemudian dari kejauhan sudah mulai nampak payung-payung penghias Masjid Nabawi!
Ahhh... Subhanallah!
Hanya itu kata yang mampu terucap, selebihnya hanya hati yang menjerit menahan bermacam perasaan Haru dikarenakan Allah SWT sudah memberikan kesempatan untuk saya dan suami pada hari Ini menginjakkan kaki di Salah Satu Kota Sucinya, Tempat Bagida Rasullulah berhijrah, bermukin dan bahkan terdapat Makam Beliau yang dalam hitungan Jam lagi akan Kami Ziarahi.
Tidak berapa lama kami pun tiba di Hotel tempat kami akan menginap selama di Madinah, yaitu MOVENPICK HOTEL.
MOVENPICK HOTEL merupakan salah satu hotel bintang 5 yang lokasinya hampir bersebelahan dengan Masjid Nabawi.
MOVENPICK MADINAH

Pagi itu Suhu udara di Madina sekitar 19 derajat Celcius jadi beda tipis lah dinginnya seperti di Abu Dhabi. Angin dingin kembali menyergap kami ketika kami turun dari Bus untuk masuk ke Hotel. Pagi itu kami tidak punya cukup banyak waktu dikarenakan beberapa menit lagi Adzan Subuh segera berkumandang. Pembimbing Jamaah kami menginstruksikan untuk kami sekedar bersih-bersih di kamar dan segera menuju Lobby Hotel untuk bersama-sama menuju Masjid.
Benar saja tidak lama kami turun kembali ke Lobby, sudah terdengar Adzan berkumandang, tidak mau sampai ketinggalan Shalat pertama di Nabawi, kami pun berlarian menuju Masjid hingga tidak sengaja saya hampir jatuh di jalan :')

Nabawi Mosque


SUBHANALLAH...!!!
ALLAHUAKBAAAR....!!!
Begitu Indah dan terpesonanya saya ketika kaki ini mulai melangkah memasuki pelataran Masjid Nabawi.
Payung-payung yang selama ini hanya saya lihat melalui Televisi, Internet atau photo-photonya mama saya sekarang saya lihat sendiri dengan mata saya.
begitu Indahnya tembok dan pintu-pintu di masjid ini membuat saya semakin ahhhhh..kehabisan kata-kata hanya Alhamdulillah..Alhamdulillah.. dan Alhamdulillah..!
Shalat Subuh pertama di Masjid nabawi saya lakukan di pelataran masjid, karena kami belum paham situasi dan jika kami paksakan masuk ke dalam khawatir kami akan ketinggalan waktu shalat.
Selesai shalat Subuh, saya sempat masuk ke dalam masjid demi mencari Air Zam-zam. 

JET LAG ATTACK
Setelah shalat subuh dan mencari Zam-zam, kami kembali ke hotel untuk mandi, istirahat dan sarapan.
Di karenakan Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan dari Jakarta hingga Madinah, maka hari pertama di Madinah kami tidak ada jadwal apapun dan di sarankan untuk banyak berisitirahat dan mempersiapkan diri untuk ZIARAH RAUDHA atau mengunjungi Makan Nabi Muhammad SAW yang rencananya di jadwalkan malam hari setelah waktu makan malam.
Antara Jet Lag dan rasa antusias yang begitu besar, setelah sarapan rasa ngantuk dan lelah yang semalam sempat saya rasakanpun rasanya lenyap. Dengan penuh semangat (yang agak berlebihan) saya mengajak suami untuk jalan-jalan berkeliling masjid Nabawi yang cukup luas. Dengan tidak lupa niat Sunnah Ke 6 dalam perjalanan kami yaitu PHOTO-PHOTO! hehehehe

Ini beberapa hasil ke Narsisan kami (Saya dan Suami) Pagi itu di Pelataran Masjid Nabawi:



Setelah puas menjalankan SUNAH KE 6 :p , kalau tidak salah saat itu masih pukul 09.00 pagi, seingat saya dari Informasi yang saya dapatkan biasanya jam segini RAUDHA untuk wanita masih di buka, jadilah saya mengajak suami untuk mencari di mana Raudha itu.
Pintu di Masjid Nabawi cukup banyak, dan kami saat itu sama sekali tidak tahu melalui pintu berapa jika ingin masuk ke Raudha. Cukup lama kami putar-putar akhirnya saya menyerah dan kami memutuskan untuk kembali masuk masjid ke tempat masing-masing (saya ka bagian wanita dan suami tentu saja ke bagian laki-laki) untuk melaksanakan shalat Dhuha.
Selesai Shalat Dhuha baru saya merasakan agak mengantuk, mengingat masih ada waktu yang agak panjang menjelang Zuhur, lalu saya mengajak suami untuk kembali istirahat sejenak ke hotel.
Selama di Nabawi, mulai dari pagi ini hingga menjelang kami berangkat ke Mekkah, setiap selesai shalat saya dan suami biasanya janjian di TOILET NO. 9 :p hihiii..
Dalam perjalanan kembali ke hotel suami saya bercerita:
"Ma, tadi papa iseng muter lagi, terus sampai di ujung, papa juga lupa pintu berapa, kok papa lihat ramai orang di sana. Papa masuk ikut antri deh ma.
Subhanallah Ma, Alhamdulillah ternyata itu Pintu masuk RAUDHA!
Papa akhirnya sudah dapat Shalat disana ma"
Suami saya bercerita dengan agak bergetar, mungkin antara takjub dan rasa penuh syukur, dan saya pun yang mendengarnya antara iri namun juga bersyukur ikut bahagia tak terhingga rasanya karena suami saya sudah bisa menginjak TAMAN SURGA!
Semakin tidak sabar rasanya menanti waktu malam giliran saya untuk berada di SANA! :)


PERJUANGAN MEMASUKI TAMAN SURGA (RAUDHAH)


Rasullullah SAW bersabda: "Tempat yang ada diantara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (taman) diantara taman-taman surga."
(HR. Bukhari No. 1120)

Raudhah (sumber: google)

Malam harinya, setelah makan malam sesuai yang telah dijadwalkan rombongan kami berangkat untuk Ziarah RAUDHAH atau sekaligus mengunjungi makam Nabi MUHAMMAD SAW. Rombongan wanita dan laki-laki tentu saja terpisah, rombongan wanita kami dibimbing oleh seorang Ustajah atau biasa di sebut dengan Mutawif dalam bahasa arab, seorang wanita bercadar yang ternyata asli orang Indonesia dan berlogat Kental Jawa Tengah :)
Sebelum kami memasuki masjid, melalui pintu No. 26 (kalau tidak salah) Mutawif kami memberikan beberapa informasi kondisi dan bagaimana koordinasi untuk kami di dalam nanti.
Yaaappppp.. pergi dengan rombongan untuk masuk Raudhah memang memerlukan koordinasi dengan tim untuk saling menjaga baik ketika akan masuk ataupun selama menjalankan ibadah di dalam. Sudah tidak asing mendengar cerita dari kerabat atau bahkan mama saya tentang mendapatkan  kesempatan untuk Shalat 2 rakaat di dalam sana itu butuh perjuangan. Selain karena waktu untuk tempat shalat wanita di batasi hanya pada jam-jam tertentu, tetapi juga lokasi space yang terbatas, berbeda dengan area untuk laki-laki.
Mutawif kami menyarankan untuk tidak ada satupun yang terlepas dari rombongan sebelum kami sampai ke depan pembatas di dalam sana, dan nantinya kami akan saling bergantian untuk berjaga sementara yang lainnya juga bergantian untuk melakukan Shalat 2 rakaat.

Begitu kami masuk, benar saja antrian untuk ke sana sudah cukup mengular.
FYI, jadi Raudhah itu memang berada di dalam masjid nabawi, pembedanya adalah, karpet di keseluruhan masjid berwarna merah, tetapi di area Raudhah ini karpetnya berwarna putih dengan hiasan hijau. Dari Area laki-laki bisa terlihat mimbar dan makam Rasulullah, tapi untuk bagian wanita hanya ada lubang kecil yang biasa di gunakan untuk sekedar mengintip, tetapi Alhamdulillah saya tidak sempat mengintip saking padatnya :')

Begitu Istimewanya Raudhah sehingga memang perjuangan untuk bisa shalat di sana itu luar biasa, dari mulai antri sebelum kaki menginjak karpet putih, kami beberapa kali kena sikut dan dorong-dorongan dengan Jamaah yang mayoritas timur-tengah, tentu saja orang kita kalah tenaga biasanya dengan mereka yang walaupun sama-sama wanita tetapi postur tubuhnya jauh lebih tinggi dan besar dibandingkan perawakan orang Indonesia.

Sebelum berangkat sebetulnya mama saya sudah memberikan beberapa tips and trick untuk saya ketika berada di raudhah kata mama di antaranya:
"Lu, pokoknya nanti begitu kaki sudah menginjak karpet putih Shalat aja, siapa tahu bisa dapat 2 atau 3 kali shalat di sana!"
atau
"Nanti kalau masuk Raudhah santai aja, jangan lawan arus, ikutin aja dorongan orang-orang..Semakin ngelawan bakalan cepat capek di dalam sana"

Alhamdulillaaahhhh tidak satupun pesan mama bisa saya ikutin selama di dalam sana..hiks!
Selain kami sudah diwanti-wanti untuk jangan sampai terpisah dari rombongan tetapi memang kondisi di dalam saat itu saya pikir tidak memungkinkan untuk saya mendapatkan kesempatan shalat di sana.
Aksi saling dorong, berteriak, sikut-sikutan bahkan ada yang sempat menendang orang yang sedang sujud membuat perasaan saya cukup kacau di dalam sana.
Lelah, sesak napas karena terhimpit dengan wanita-wanita timur tengah yang besar-besar membuat saya sempat lebay dan takut MATI :') 
Entah bagaimana awalnya, saya berada di barisan paling belakang dari rombongan bersama dengan dua ibu-ibu, yang 1 kira-kira seumur mama saya dan satu lagi sudah agak sepuh. Ibu yang agak sepuh ini untungnya bersama dengan anak perempuannya yang lebih muda dari saya, sehingga mau gak mau saya dan si mbak ini menjadi penutup rombongan di belakang.
Jangankan desak-desakan yang agak makan waktu di sana, di sini aja kalau terlalu ramai kepala saya suka jadi pusing!
Dan ini hampir kejadian di sana, mata saya rasanya mulai agak kabur, napas sudah mulai sesak dan yang terbayang adalah wajah anak-anak saya!
"Ya Allah, kuatkan saya, jangan sampai terjadi apa-apa sama saya di sini ya Allah, anak saya masih kecil-kecil, ampuni dosa saya ya Allah sampai saya merasa begitu berat di sini"
Hanya itu yang berulang-ulang saya ucapkan bersama dengan Istigfar.
Yaaa.. saya begitu mengingat dosa-dosa saya selama ini mungkin yang membuat saya malam itu seolah mengalami keadaan yang begitu beraaat di sana.
Sampai akhirnya dasar manusia yah kebanyakan nyerahnya hehehe
Saya menyerah!
Saya bilang ke Ibu di samping saya 
"Bu, saya gak kuat, saya gak mau maksain untuk shalat di sini bu, saya sudah Alhamdulillah bisa masuk dan berdoa di dalam sini"
Dan ternyata pernyataan saya ini di aminkan oleh beberapa anggota rombongan yang berada di depan saya, dan akhirnya kami memutuskan untuk mencari jalan keluar.
Tetapi tiba-tiba si ibu Sepuh yang sama anaknya tadi bilang gini:
"Mbak, jangan keluar dulu, Ibu sudah susah payah masuk sini, Ibu mau dapat shalat dulu mbak."
Ibu itu bicara sambil menahan tangis. Tak tega memang rasanya melihat pengorbanan beliau dengan usia yang tergolong sudah tidak muda ditambah dengan kakinya yang mulai sedikit ada gangguan. Serius tidak adil rasanya jika ibu tersebut tidak bisa mewujudkan harapannya.
Saya kembali melihat kedepan ternyata tinggal 2 atau 3 shaff lagi menuju tempat rombongan kami yang sedang shalat akhirnya saya bilang,
"Mari bu, saya coba buka kan jalan ke depan, begitu ibu sampai saya pamit keluar duluan ya bu, ibu bisa ikut rombongan bersama ustajah"
Walaupun itu tinggal 3 shaf ke depan yang logikanya hanya dalam beberapa langkah kami sampai, tapi perjuangan itu tidak lah mudah, kami harus berhadapan dengan seorang Jamaah asing yang dengan emosi tidak mau memberikan kami jalan. 
Bismillahirahmanirahim...tanpa memperdulikan ocehannya yang notabene juga saya tidak mengerti bahasanya saya kuatkan tubuh saya untuk mendorong jalan.
Ngos-ngosan pemirsaaaaa...!!!!!
Lagi tarik napas tiba-tiba saya di kagetkan dengan suara dan tarikan:
"Mbaaaak, sini buruaaann shalat sunah 2 rakaat!"
JREEEENNNGGGGGGGGG..............................!
Tidak sadar kalau tau-tau ada space kosong di hadapan sayaaaaaaaaa!
ALLAHUAAAAKBAAAARRRRRRRRRRR.....!!
Saya langsung berniat shalat dan shalat sambil mengalir air mata di pipi..
Ya Allah.. Ya Rasull begitu banyak pelajaran dalam waktu singkat yang saya dapatkan di Rumah Mu, di Tanah Suci Mu.
Tentang Perjuangan..
Tentang Muhassabah diri..
Tentang Ke pasrahan dan Keikhlasan..

Dan Alhamdulillah akhinya seluruh rombongan kami bisa mendapatkan kesempatan juga untuk shalat di Raudhah di Taman Surga :)

Rombongan Setelah Keluar dari Raudhah


DONE DAY 1 at Madinah
To be Continued :)



Rabu, 02 Maret 2016

PERJALANAN SUCI MENCARI PERUBAHAN HATI (PART 2)

Minggu, 31 Januari 2016 (MALAM)
ON BOARD TO ABUDHABI & TRANSIT

"Sebaik-baiknya Bekal menuju BAITULLAH Adalah TAKWA"

Pengalaman terbang menuju ke Tanah Suci adalah pengalaman pertama saya terbang dengan kurun waktu yang cukup panjang!
9 Jam !
Tetapi perjalanan kali ini terbagi 7 jam Jakarta - Abu Dhabi dan kurang lebih 2 Jam Abu Dhabi - Madinah.

TURBULANCE ohh TURBULANCE!
Kalau boleh jujur biarpun sudah beberapa kali naik pesawat (Gak bisa saya bilang sering karena tidak sebulan sekali juga saya naik pesawat) dengan jarak waktu yang biasanya hanya berkisar 2 sampai tiga jam saja, sebetulnya saya masih suka PARNO!
Di tambah lagi, belakangan ini semakin banyak berita tentang maskapai lokal dengan segala bentuk drama ketidakberesannya yang sedikit banyak cukup menkhawatirkan.
Nah ini 7 JAM!!!
Perjalanan malam di akhir bulan Januari dengan kondisi cuaca yang masih masuk musim penghujan untuk Indonesia dan masih musim dingin di belahan negara 4 Musim termasuk daerah Arab.
Di cerita pertama saya sempat sedikit menceritakan ketakjuban atau lebih pasnya sih ke NORAK an saya naik Maskapai milik Uni Emirates ini.
Berbicara soal kenyamanan yaa nyaman bangeeeettt...
Fasilitas Media juga cukup mengobati kejenuhan dalam perjalanan panjang ini.
Tapi balik lagi ini perjalanan yang LUAR BIASA untuk saya, niat dari awal betul-betul ingin menikmati Ibadah lah pokoknya.
Jadi, begitu naik pesawat untuk mengobati rasa PARNOnya saya menjelang pesawat Take Off, mulai lah saya membuka Al-Qur'an dan mengaji, kebetulan pas baru Take off saya duduk terpisah dengan suami, jadi gak bisa pegangan atau gigit tangannya untuk nahan takut.
Yessssss...Pesawat Tinggal landas dengan sangat halussssssss..bedaaa deh rasanya sama si Singa Merah..ahahahahaa.
Dan begitu pesawat sudah mulai stabil mengudara, mulailah rombongan kembali sibuk bertukar tempat duduk dan Alhamdulillah saya bisa duduk bersama suami lagi.
"Takut gak ma tadi?'
"Alhamdulillah cuma mual doang pa"
Lanjut baca Al-Qur'an (Sok Alim yah..ahahahaha)
Tidak lama Mengudara, COBAAN PUN DI MULAI!
JREEEENGG..JREEENNNGGGG...

Memang sih niat awal saya sebetulnya pengen khatamin Al-Qur'an selama perjalanan, yaahh tapi yaaa namannya masih manusia biasa..
Maksudnya Biasa Naik Kendaraan langsung PELOR alias Nempel Molor, ini mata baru beberapa menit terbang dan beberapa halaman baca Qur'an sudah kriyep-kriyep alias NGANTUK!
Akhirnya saya memutuskan untuk merem dulu.
eeehhhhhh baru juga mau merem ada suara
"Excuse me. do you want something to drink?"
"One mineral water and Mango Juice please, thank you"
Habis jawab ini rencananya saya mau lanjut merem lagi..
Tapi kemudian suara dari RADIO COCKPIT berbunyi
entahlah dia ngomong apa yang jelas mata saya langsung lihat ke arah SIGN SEATBELT yang tiba-tiba di NYALAKAN!
Badan pun terasa bergoyang-goyang...
Damn!
I feel the Turbulance!!
Istigfar banyak-banyak..I AM PARNO SERIOUSLY!!!!
Dan  kejadian ini berulang-ulang entah beberapa kali selama penerbangan kami menuju Abu Dhabi, dan sukses membuat suami Saya MUNTAH-MUNTAH pemirsaaaaa!!!
Daaannnnnnnnnnnnnnnn
Yang paling sukses bikin mood saya drop di perjalanan saat itu adalah, ketika saya minta air hangat untuk suami saya yang sudah muntah sampai 3x, pramugari bilang gini:
"Mr, anda sanggup meneruskan perjalanan ke madinah atau perlu ke klinik bandara Abu Dhabi?"
Pak Ustad yang membimbing kami kebetulan duduk sebelah kami langsung jawab
"Kuaaattt Mas Ikhsan! Pasti Kuat!"
Dan pramugari pun berlalu..

Usut punya usut begitu pramugari itu pergi Pak Ustad cerita:
"Mas, di kuat-kuatin yah kalau pusing tahan aja sampai madinah. Soalnya saya pernah bawa jamaah begitu ke klinik gak boleh lanjut terbang lagi, karena regulasi maskapai ini memang ketat banget!"
Sebetulnya penyampaian Pak Ustad ini agak kocak tapi karena saya sudah parno liat suami muntah sampai lemes jadinya mendengar ini jadi tambah berantaaakaaann ini mood!
"Ya Allah banyaaaak banget yaa dosa saya sampai di kasih situasi perjalanan seperti ini?"
Tuhhh..Manusia banget kan saya masih juga ngedumel :'(
Dari takut sampai pasrah saya rasakan malam itu, sempat terbayang begini
"Ya Allah kalau saya ada apa-apa di perjalanan ini bagaimana anak-anak saya kan masih kecil"
Dasar Ratu Drama! Sempet mewek takut ngerasain turbulance tapi satu sisi suami juga butuh dikuatkan karen drop pasca muntah-muntah.
Cuma istigfar dan entah berapa banyak doa mohon ampunan dan di terima untuk hadir di Tanah Sucinya Allah..



Alhamdulillah kami sampai akhirnya di Bandara Abu Dhabi, dan entah berapa kali turbulance yang kami rasakan dan sukses saya gak bisa tidur selama perjalanan itu!

MENEMBUS DINGIN ABU DHABI

Rombongan kami transit cukup lama sekitar 2-3 jam waktu itu di Abu Dhabi, jadi kami sempat merasakan menginjakkan kaki di Tanah Abu Dhabi.
Saat itu waktu di Abu Dhabi kalau tidak salah sekitar pukul 11.30 malam.
BRRRRRR.....Angin dingin di suhu 17 derajat langsung menusuk sampai ke tulan begitu kami keluar dari pesawat menuju ke Shuttle Bus.
Untung di tas kabin suami saya sempat bawa sarung tangan dan syal tebal.
Malam itu sepertinya rombongan juga cukup lelah dengan turbulance selama perjalanan, kami hanya habiskan dengan duduk-duduk di ruang tunggu menanti penerbangan berikutnya.
Dan Alhamdulillah saya bisa tertidur di sini pemirsa sakiiingg lelahnyaaaa :')

FLIGHT TO MADINAH

Tepat pukul 02.00 kami kembali naik pesawat untuk melanjutkan penerbangan menuju Madinah.
Trauma dengan penerbangan sebelumnya, walaupun ini cuma akan terbang kurang lebih 2 jam tetapi saya sudah bertekad untuk TIDUR SELAMA TERBANG!
Dan Alhamdulillah Doa saya di Jabah.
Sukses saya bisa pules selama penerbangan dari Abu Dhabi dan baru bangun begitu di colek suami kalau 15 menit lagi pesawat sudah akan Landing di King Abdul Aziz!


to be continued........



Selasa, 01 Maret 2016

PERJALANAN SUCI MENCARI PERUBAHAN HATI (PART 1)

MINGGU, 31 JANUARI 2016
JAKARTA BANDARA SOEKARNO-HATTA

Hari itu tidak seperti hari biasa lainnya
Dari bangun pagi seperti ada yang bergejolak hebat di hati, perut dan seluruh tubuh saya (lebay dikit gapapa yah?hehehe) 
Perasaan Senang, penasaran, sekaligus sedih dan haru mewarnai hari saya semenjak membuka mata di pagi hari.
Senang yaaa tentu sajaa senang, karena ini hari yang sudah saya nantikan dan bayangkan hampir 2 tahun lamanya.
Penasaran Tentu saja Penasaran karena ini PERJALANAN PERDANA kami (saya dan suami).
Sedih dan Haru ini juga tidak tertinggal karena bagaimanapun saya begitu mengharapkan perjalanan ini, namun di sisi lain saya harus meninggalkan kak Salsa dan Ade Zhafran untuk PERTAMA KALINYA dalam waktu yang cukup lama (bagi kami) 10 HARI!

11.00 AM.
PERJALANAN DIMULAI
Saya dan suami bersiap-siap untuk berangkat menuju bandara Soekarno Hatta di antar oleh Papa dan Mama saya dan juga tidak ketinggalan Salsa dan Zhafran.
Berasa banget kayak mau di lepaaasss kemanaaa gituuu yah, Suami udah gak boleh nyetir, jadilah kami duduk di belakang puas-puasin peluk-pelukan sama anak-anak menjelang keberangkatan.
Si Ade Zhafran pun masih sempat tidur dalam gendongan saya.
Ahhh drama banget den pokoknya!
Bawaannya Mewek melulu pas si Ade Tidur selama perjalanan.
Ini saya photo-photoin buat obat kangen selama di Sana. ahahaha



14.00
Kami Tiba di Lounge Umroh Bandara Soekarno Hatta.
Ini pertama kalinya juga saya menginjak Lounge Umroh, karena Lounge ini kabarnya baru diresmikan pada pertengahan tahun 2015.
Lokasinya sendiri berada di Area Perkantoran Angkasa Pura Bandara Soekarno-Hatta.


Sesuai jadwal dari Travel, Jamaah di haruskan kumpul di sini pada pukul 14.30.
Artinya masih ada waktu kurang lebih setengah Jam sebetulnya untuk bercengkerama bersama keluarha yang mengantar.
Tapiiii..
Dasar saya dari pagi sudah FULL OF DRAMA, super mellow swallow galauuu...akhirnya Saya minta Eyang kung dan Eyang Ti bawa anak-anak segera pulang daripada saya mewek malah dikira kayak orang mau pergi perang lagi! haha.

Selama di Lounge Umroh ini ngapain saja??
Tidak terlalu banyak sih, karena setelah shalat Ashar berjamaah, kurang lebih pukul 15.30 kami berangkat menuju Terminal 2 untuk proses Check In, Imigrasi, yah prosedur menjelang keberangkatan lainnya deh.

LANJUT...
PROSES PENYELAMATAN ICE GEL DI BANDARA SOEKARNO HATTA!

Sampai di Terminal 2
Untuk pertama kalinya saya deg-deg an ketika mendekati Mesin X-RAY PERTAMA di pintu masuk!
YES! I BROUGHT ICE GELL FOR BREASTMILK!
Dag..dig..dug..
Lolos gaaakkk yaaahhh??
Dannnnn..
Lolooossssss ternyataaa..
ALHAMDULILLAH!

Tapiii tungguuu...ke deg-degan saya belum berhenti sampai di situ.

Pas di depan counter Check In setelah masukin bagasi dan periksa Pasport, pas saya mau pergi si mbak-mbak Counternya bilang gini "Gak bawa cairan kan yah dalam tas kabin?"
Damn!
Dengan Lugu, Polos (atau bodoh) saya jawab: "Cairan sih gak bawa, tapi saya bawa Ice gel untuk ASI"
Mbak Counternya nanya lagi: "Babynya mana?"
Saya: "Ya gak bawa mbak, makanya saya bawa ice buat simpan asi perah"
Mbak C: " Sebentar ya bu, coba saya tanyakan dulu boleh dibawa atau enggak."
JREEEEENNGGGG!!!!!
Suami langsung narik "Kamuu udah lolos di X-Ray kenapa pakai bilang sih bawa ice gel, bukan diem aja!"
Dengan Polos (a.k.a agak oon) saya jawab: "Kan mama mau Umroh Pa, ditanya yaa mama jawab jujur, nanti kalau mama bohong terus kenapa-kenapa gimana?"
Seriusan ini antara saya emang mau jujur atau ada yang sedikit kendor di kepala saya hari itu, sampai sekarang pun saya masih bingung!
SKIP!
Gak lamaa kemudian datanglah petugas Counter yang lebih senior..
Udah Deg-degan kirain bakalan gagal itu ICE GEL terbang bersama saya,
Eeeehhhhh tauuunyaa dia cuma tanya gini:
"Bu, emang bisa yah Asi Perah di dinginin pake itu??"
GUUUUUUBRAAKKKKKKKKKKKKKKK!!!!
SKIP AJA YAHH BAGIAN INI SISANYA GAK PENTING DAN PADA AKHIRNYA ITU ICE GEL ANTENG DALAM COOLER BAG TENTENGAN SAYA PEMIRSA!



17.00
BOARDING - FLIGHT BY EMIRATES
Kurang lebih pukul 17.00 kami Boarding.
Okeeee..
Di sini saya akan cerita JUJUR..
Saya NORAK Pemirsa!!!
Subhanallah ini Pesawatnyaaa baguuuusss bangeetttt..
yaahh maklum lah yah biasanya naik Pesawat singa yang hobbynya ngaret, duduk selonjoran aja susah :'( 
Pas naik ini mana lewatin barisan Bussiness Class
aduuhhh jadi ngayal..kapaan bisa duduk di sana?hehehe
Tapi biarpun naik di kelas Ekonomi juga, bedaa jauh lah yah rasanya sama naik si Singa Merah yang hobby Delay itu..
Kira-kira seperti ini lah penampakan Emirates
(Photo di ambil dari Google)

DAN SATU YANG PENTING!
NO DELAY!
Pukul 17.30 kami sudah mulai Flight menuju Abu Dhabi..

To be Continued...........